Selebrasi Pratama Arhan usai mencetak gol untuk Indonesia menjadi sorotan. Bagaimana tidak, Pratama Arhan dengan manis mempersembahkan selebrasinya untuk sang istri, Azizah Salsha.
Momen itu terjadi ketika Indonesia melawan Turkmenistan dalam Kualifikasi Piala Asia U23 pada Selasa (12/9/2023) malam. Pratama Arhan turut menyumbangkan satu gol yang mengantarkan Indonesia menang 2-0 atas lawan.
Setelah mencetak gol, Pratama Arhan melakukan selebrasi dengan membuka jersi Timnas yang dipakainya. Pemain asal Blora itu rupanya memakai baju lain bertuliskan nama sang istri dan tanggal pernikahan mereka.
Sontak selebrasi bucin Pratama Arhan menjadi perbincangan dan membuat baper banyak netizen di media sosial. Tapi siapa sangka, selebrasi semacam ini ada aturannya dalam sepak bola, lho. Pratama Arhan bisa saja diganjar kartu kuning jika melakukan sedikit saja kesalahan dalam selebrasi tersebut. Kok bisa?
Melansir Suara.com, selebrasi buka baju atau jersi setelah mencetak gol terbilang hal lumrah yang dilakukan banyak pemain bola. Namun ada aturan dalam Hukum Permainan alias Laws of the Game FIFA yang melarang selebrasi tersebut. Bahkan pemain yang melanggar aturan ini bakal mendapat sanksi dari wasit berupa kartu kuning.
Aturan tersebut tertuang dalam regulasi FIFA nomor 12 tentang Pelanggaran dan Kesalahan (Fouls and Misconduct). Dalam regulasi itu, pemain yang melepas baju pada sebuah pertandingan secara otomatis mendapat kartu kuning. Tak heran jika Pratama Arhan memutuskan untuk menuliskan selebrasi bucinnya di kaos lain yang dipakainya, alih-alih langsung melepas jersi.
Aturan itu sudah diterapkan sejak 1 Juli 2004 dan disetujui oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional atau International Football Association Board (IFAB) dalam pertemuan tahunan mereka yang ke-118 di London, Inggris.
Aturan itu berbunyi, "Seorang pemain yang melepas jersinya setelah mencetak gol akan diperingatkan karena perilakunya yang tidak sportif".
Menurut FIFA, selebrasi buka baju dianggap sebagai tindakan yang tidak sportif karena dapat memancing emosi lawan atau bahkan suporter lawan. Dengan demikian selebrasi ini harus dilarang untuk meminimalisasi insiden-insiden yang tidak diinginkan.
Dalam aturan FIFA nomor 12 juga menyebut batasan-batasan yang harus dipatuhi pemain ketika melakukan selebrasi. Di mana pemain tidak boleh berlebihan dan membuat koreografi dalam melakukan selebrasi kemenangan.
"Pemain bisa melakukan selebrasi ketika sebuah gol tercipta, tetapi selebrasi tidak boleh berlebihan. Perayaan koreografi dalam selebrasi tidak dianjurkan dan tidak boleh menyebabkan pemborosan waktu yang berlebihan," bunyi peraturan itu.
"Meninggalkan lapangan permainan untuk merayakan gol juga bukanlah pelanggaran yang dapat diperingatkan (dengan kartu), tetapi pemain harus kembali sesegera mungkin."
Sementara itu, selebrasi Pratama Arhan mendapat respons positif dari netizen yang menganggapnya sebagai momen sangat emosional dan memotivasi. Selebrasi yang dilakukan Pratama Arhan itu juga menjadi trending di media sosial X (dulu Twitter) dengan tagar #Azizah. (Trias Rohmadoni)