Saya Hanya Pelaksana: Ketua Tim Pemeriksaan BPK Klaim Tak Terima Uang Suap

Vania Rossa, Dea Hardiningsih Irianto

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:59 WIB
Saya Hanya Pelaksana: Ketua Tim Pemeriksaan BPK Klaim Tak Terima Uang Suap
Ketua Tim Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Selatan, Titin Rita Lestari. (Suara.com/Dea)
baca 10 detik
  • KPK mendalami dugaan aliran uang suap Bupati Muara Enim kepada pimpinan BPK dalam kasus pengondisian hasil audit.
  • Tersangka Titin Rita Lestari mengaku tidak menerima uang suap dan menyebut dana tersebut diterima atasan berjenjang.
  • Penyidik KPK akan mengonfirmasi keterangan tersangka tersebut dengan mencocokkan dokumen dan bukti yang telah berhasil diamankan.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami dugaan aliran uang suap kepada pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kasus dugaan suap terkait hasil audit di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim.

Pendalaman tersebut dilakukan setelah salah satu tersangka, Titin Rita Lestari (TTN), menyebut dirinya tidak menerima uang suap dan mengklaim dana tersebut diterima oleh atasannya.

Titin yang merupakan Ketua Tim Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan menyampaikan hal itu saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026), dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan tangan terborgol.

"Saya hanya melaksanakan. (Yang terima uang) pimpinan saya berjenjang," ujar Titin saat ditanya mengenai pihak yang diduga menerima suap dari Bupati Muara Enim Edison.

Menanggapi pernyataan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein menegaskan bahwa penyidik akan menelusuri lebih lanjut keterangan Titin melalui proses penyidikan.

Menurut Taufik, KPK akan mengonfirmasi dasar dari pernyataan tersebut serta mencocokkannya dengan barang bukti yang telah diamankan.

"Kita akan konfirmasi apa yang menjadi dasar pernyataan-pernyataan yang bersangkutan dan juga tentunya kita akan lihat dokumen-dokumen yang sudah diamankan oleh teman-teman penyidik, baik dokumen elektronik ataupun nanti akan ada dokumen-dokumen susulan," kata Taufik.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni:

  1. Augusz Dewanggara alias Angga (AGG), pihak swasta;
  2. Titin Rita Lestari (TTN), ASN sekaligus Pengendali Teknis BPK;
  3. Edison (EDS), Bupati Muara Enim;
  4. Cory Erin Hardi (CRH), marketing PT Millennium Solusi Abadi;
  5. Fika (FK), Direktur PT Millennium Solusi Abadi.

KPK masih terus mendalami peran masing-masing pihak, termasuk menelusuri kemungkinan adanya aliran dana kepada pihak lain dalam kasus dugaan suap terkait pengondisian hasil audit BPK tersebut.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Makelar Minta Rp1,6 Miliar ke Pemkab Muara Enim untuk Ubah Hasil Audit BPK

Terungkap! Makelar Minta Rp1,6 Miliar ke Pemkab Muara Enim untuk Ubah Hasil Audit BPK

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:51 WIB

Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen

Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:35 WIB

BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel

BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:24 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×