Dia mengatakan, hidup manusia seperti roda berputar.
Kadangkala menemui bahagia, terkadang juga duka.
Ada air mata duka dan bahagia yang selalu mengiringi kedua peristiwa itu.
"Ini sekarang cuci piring," sebut dia.
Rupanya, cuci piring adalah kebiasaan Kang Dedi sejak dari kecil.
Bagi Kang Dedi, cuci piring adalah kebiasaannya mengisi kekosongan hati.
"Kenapa sih cuci jadi kebiasaan hidup saya?" katanya.
"Karena itu sebagian mengisi liburan yang kosong, karena kalau dibiarkan kosong itu nanti diisi setan," sebut dia mengundang tanya.
"Daripada diisi setan, maka kita isi dengan kebaikan saja," ucapnya.(*)