Tragedi Mematikan Kanjuruhan Menggetarkan Bayern Munich, Fans Bentangkan Spanduk 'Ratusan Orang Dibunuh Polisi'

tasikmalaya

Rabu, 05 Oktober 2022 | 08:18 WIB
Tragedi Mematikan Kanjuruhan Menggetarkan Bayern Munich, Fans Bentangkan Spanduk 'Ratusan Orang Dibunuh Polisi'
Fans Bayern Munich membentangkan spanduk raksasa untuk mengenang tragedi Kanjuruhan saat tim kesayangannya menjamu Viktoria Plzen dalam matchday ketiga Grup C Champions League 2022-2023 di Allianz (Twitter/@eurofootcom)

SuaraTasikmalaya.id - Duka dan kengerian neraka Kanjuruhan di tangan aparat menggetarkan dunia.

Seluruh penggila sepakbola ikut berduka dan menyesalkan tentang keberingasan aparat dalam memperlakukan suporter.

Dengan klaim keamanan maksimal sebelum masuk tribun stadion, penonton paling maksimal hanya 'bersenjata' botol, dan tiang-tiang bendera.

Beda halnya dengan aparat yang berjaga. Mereka sudah mendapat senjata, pentungan, gas air mata, anjing khusus yang terlatih untuk mengendalikan massa.
 
Belum lagi para aparat yang bertugas mendapat cuan, mereka tentunya terlatih bagaimana memanusiakan manusia di tengah kerusuhan.

Pemandangan itu sangat berbeda ketika Kanjuruhan bergetar dengan aksi arogansi aparat.

Seluruh kemampuan mereka digunakan untuk mengusir, yang akhirnya melumpuhkan.

Bahkan ada ratusan orang meninggal akibat mereka mengerahkan semua kemampuan senjata semacam pentungan dan gas air mata yang jelas-jelas sudah dilarang FIFA.

Dan dampaknya sangat luar biasa. Nama Indonesia mendunia bukan karena prestasi, tapi arogansi aparatnya.

Getaran Kanjuruhan juga tiba di Bayern Munich. Fans Bayern Munich menunjukkan simpati dan solidaritas terhadap suporter Arema FC, Aremania.

baca juga

Mereka haru dan berat mengangkat kepala mengingat dan mengenang tragedi Kanjuruhan saat mendukung Die Roten di Champions League, Rabu (5/10/2022).

Dalam pertandingan Bayern Munich vs Viktoria Plzen, suporter Bayern Munich membentangkan spanduk raksasa bertuliskan pesan kritik terhadap aparat keamanan dalam tragedi Kanjuruhan.

Spanduk raksasa yang dibentangkan fans Bayern Munich di tribun penonton itu bertuliskan "Lebih 100 Orang Dibunuh Polisi. Kami Mengenang Orang-orang yang Meninggal di Kanjuruhan."

Apa yang dilakukan fans Bayern Munich semakin menambah kental dukungan insan sepakbola dunia.

Insiden mengerikan yang terjadi pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) itu, benar-benar jadi etelase aparat Indonesia.

Fans Bayern Munich membentangkan spanduk berisi protes terhadap aparat. 

Seluruh pemain dan ofisial Die Roten serta Plzen sama-sama mengheningkan cipta untuk para korban meninggal dalam targedi Kanjuruhan.

UEFA sebelumnya telah mengumumkan bahwa rangkaian matchday ketiga fase grup Champions League 2022-2023 akan diawali dengan mengheningkan cipta sebagai bentuk duka cita dan penghormatan atas satu tragedi paling mengerikan dalam dunia sepakbola itu.

Tragedi Kanjuruhan setidaknya menewaskan 125 orang dengan ratusan lainnya luka-luka. 

Melansir AFP, dari jumlah tersebut, 32 korban tewas adalah anak-anak yang salah satunya merupakan balita berusia tiga tahun.

Insiden itu menjadi tragedi sepak bola paling kelam di Indonesia dan salah satu yang paling mematikan di dunia.

Pemerintah kini telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. 

Kode 1312 di Stadion Kanjuruhan (Suara.com/Dimas Angga Perkasa)
Kode 1312 di Stadion Kanjuruhan (Suara.com/Dimas Angga Perkasa) (sumber:)

Kapolri Listyo Sigit juga telah mencopot jabatan Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kompetisi sepak bola profesional Indonesia dihentikan hingga evaluasi dan prosedur pengamanan ditingkatkan.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pecah setelah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2022-023.

Beberapa suporter yang tidak terima dengan kekalahan perdana Arema FC dari Persebaya di Malang dalam 23 tahun terakhir pun menerobos masuk ke lapangan.

Kerusuhan pada akhirnya tidak terhindarkan meski dalam laga ini, suporter Persebaya yakni Bonek tidak hadir ke stadion dengan alasan keamanan.

Polisi kemudian melepaskan gas air mata yang dalam beberapa tangkapan kamera dan rekaman video, diarahkan ke tribun penonton.

Masa yang panik pun berhamburan dan mencari jalan keluar stadion. Banyak korban berjatuhan pada momen tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ade Armando Sebut Aremania Pangkal Masalah, Bintang Emon Senggol Tokoh Paling NKRI Itu dengan Sebutan Menjijikan

Ade Armando Sebut Aremania Pangkal Masalah, Bintang Emon Senggol Tokoh Paling NKRI Itu dengan Sebutan Menjijikan

Tasikmalaya | Rabu, 05 Oktober 2022 | 07:17 WIB

Stadion Kanjuruhan Jadi Neraka di Tangan Aparat, Sulastri hanya Pasrah Saat Gas Air Mata Melumpuhkanya, Suami Korbankan Nyawa demi Cucu

Stadion Kanjuruhan Jadi Neraka di Tangan Aparat, Sulastri hanya Pasrah Saat Gas Air Mata Melumpuhkanya, Suami Korbankan Nyawa demi Cucu

Tasikmalaya | Selasa, 04 Oktober 2022 | 21:15 WIB

Gerak PSSI Lebih Cepat dari Timsus dan Polri, Anak Buah Iwan Bule Vonis Security Bersalah Atas Ratusan Nyawa Melayang di Kajuruhan

Gerak PSSI Lebih Cepat dari Timsus dan Polri, Anak Buah Iwan Bule Vonis Security Bersalah Atas Ratusan Nyawa Melayang di Kajuruhan

Tasikmalaya | Selasa, 04 Oktober 2022 | 20:57 WIB

5 Gerakan Mahfud MD Hasil Rakor dengan Pihak Terkait Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

5 Gerakan Mahfud MD Hasil Rakor dengan Pihak Terkait Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Tasikmalaya | Selasa, 04 Oktober 2022 | 08:52 WIB

Terkini

Eksplorasi Batas Sains dan Kedalaman Empati dalam Film Project Hail Mary

Eksplorasi Batas Sains dan Kedalaman Empati dalam Film Project Hail Mary

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:30 WIB

Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026

Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:29 WIB

Liga Akamsi, Saat Jalanan Disulap Jadi Lapangan di Tengah Sesaknya Jakarta

Liga Akamsi, Saat Jalanan Disulap Jadi Lapangan di Tengah Sesaknya Jakarta

Video | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:27 WIB

Adu Kreatif Honda Modif Contest 2026 Sambangi Sembilan Kota Besar di Indonesia

Adu Kreatif Honda Modif Contest 2026 Sambangi Sembilan Kota Besar di Indonesia

Otomotif | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:25 WIB

Cara Mengelola Keuangan yang Tepat, Bukan Sekadar Banyak Uang

Cara Mengelola Keuangan yang Tepat, Bukan Sekadar Banyak Uang

Sumbar | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:24 WIB

Review Boboiboy Movie 2: Definisi Masterpiece Animasi yang Melampaui Ekspektasi!

Review Boboiboy Movie 2: Definisi Masterpiece Animasi yang Melampaui Ekspektasi!

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:21 WIB

Review Film Pemikat Jiwa: Dari Ajian Pengasihan Berakhir Malapetaka

Review Film Pemikat Jiwa: Dari Ajian Pengasihan Berakhir Malapetaka

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:20 WIB

Bye Pori Besar pada Oily Skin! 4 Serum Ini Bikin Wajah Halus Bebas Kilap

Bye Pori Besar pada Oily Skin! 4 Serum Ini Bikin Wajah Halus Bebas Kilap

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:15 WIB

4 Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan Terbaik: NFC, Memori Besar hingga Layar AMOLED

4 Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan Terbaik: NFC, Memori Besar hingga Layar AMOLED

Tekno | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:15 WIB

Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam

Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam

Entertainment | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:12 WIB

×