SuaraTasikmaya.id - Gus Miftah buka suara mengenai kekecewaan netizen pada keputusan Lesti Kejora mencabut laporan pidana KDRT sang suami, Rizky Billar.
Bukan hanya mencabut laporan, Lesti Kejora memaafkan kekerasan fisik yang diterimanya dari Rizky Billar.
Mereka berdua akhirnya kembali bersama, dengan balutan cacian dan makian dari netizen yang menuding jika aksi keduanya berlebihan.
Seperti diketahui jika Lesti Kejora telah mencabut laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap sang suami, Rizky Billar.
Saat Rizky Billar sudah masuk tahanan, Lesti Kejora memutuskan mencabut laporannya itu.
Apa yang menjadi keputusan pribadi Lesti Kejora untuk menyelamatkan rumah tangganya sendiri, ternyata tidak sesuai 'harapan' netizen.
Sebelumnya, netizen mendukung sikap Lesti Kejora melaporkan seorang lelaki yang tega menganiaya wanita terlebih istri.
Meski lelaki itu adalah Rizky Billar suami Lesti Kejora, netizen sangat mendukung lantaran kekerasan apapun pada wanita tidak dibenarkan.
Di saat dukungan membesar dari netizen dan kalangan artis, Lesti Kejora berbalik arah.
Lesti Kejora memilih mencabut laporan, memaafkan, dan kembali kepelukan Rizky Billar.
Atas pencabutan laporan Lesti Kejora tersebut langsung menuai pro dan kontra di tengah netizen.
Pandangan juga diutarakan guru spiritual Gus Miftah. Atas pencabutan laporan Lesti, diakuinya sudah diprediksi.
Dikatakan Gus Mifta, apa yang terjadi pada Lesti Kejora dan Rizky Billar adalah kehidupan pribadi mereka berdua dalam berumah tangga.
Sehingga dikatakan Gus Miftah, keputusan apapun yang diambil tidak berdasarkan keinginan pihak lain, seperti keluarga, apalagi netizen.
Keputusan Lesti Kejora mencabut laporan polisi, tertuang dalam Alquran tentang bagaimana seorang istri seharusnya melakukan kewajiban pada suami.
“Sekarang kenapa (Lesti Kejora) nggak dilanjutkan (laporan KDRT). Itulah kenapa alasan Alquran mengatakan, istrimu itu adalah pakaianmu, dan kamu adalah pakaian istri,” ucap Gus Miftah menerangkan.
Melihat semua akan ada hikmah besar yang didapat, Gus Miftah lantas mengatakan, sebaiknya pihak luar apalagi netizen, tidak ikut mengintervensi rumah tangga keduanya.
“Banyak yang nggak terima (Lesti cabut laporan Rizky Billar). Hak kita nggak terima apa? Haknya nggak terima?” lanjutnya bertanya.
Apa yang dilakukan Lesti Kejora mungkin sebagai wanita dan seorang istri wajar marah dan mengadu pada polisi ketika diri mendapat kekerasan fisik, karena itu hak warga negara.
Saat Lesti Kejora yang tersakiti, sebagai warga negara sudah tepat melakukan pengaduan untuk meminta perlindungan dari penegak hukum.
Akan tetapi ketika semua proses berjalan, ada nilai dan rasa lain yang ada dalam diri Lesti Kejora sebagai seorang istri.
“Namanya juga orang emosi (kemarahan Lesti Kejora). jangankan dengan suami, saya melaporkan orang begitu orang lain tersangka, kemudian saya dimediasi lalu mencabutkan boleh-boleh saja,” ucap pria kelahiran Jabung, Lampung tersebut menjelaskan.
Secara pribadi, Gus Miftah mengaku sudah mengetahui akhir dari laporan KDRT pasangan Leslar tersebut.
“Karena saya tahu ending-nya kayak gini (cabut laporan). Bahwa ini adalah urusan rumah tangga mereka, mau dilanjutkan atau mau berhenti urusan mereka,” terangnya dikutip dari kanal YouTube DH Entertainment News.
Akan tetapi, Gus Miftah heran dengan gelombang netizen yang malah menghujat apa yang menjadi keputusan Lesti untuk keluarganya sendiri.
“Ini kemudian (keputusan Lesti) banyak orang kenapa ikut-ikutan komentar, karena sudah dibawa ke ruang publik,” lanjutnya.
Gus Miftah kemudian mengatakan, mungkin Lesti Kejora telah mendapatkan sesuatu ketika dirinya berada di Tanah Suci Mekah bersama keluarga.
“Kita tahu, Lesti Kejora mencabut laporan (perkara KDRT) itu kan setelah pulang dari umroh, bisa dibilang mungkin dapat inspirasi dari sana,” katanya..
“Selesaikan secara baik-baik kenapa kita tidak berhusnudzon seperti itu,” ungkapnya yang ditujukan kepada netizen. (*)