Aksi saling sindir antara Dedi Mulyadi dan Anne Ratna dinilai Arlan akan mempengaruhi opini publik.
Apalagi kata dia, baik Anne Ratna Mustika maupun Dedi Mulyadi sama-sama kader Partai Golkar.
"Kalau kedua ini saling melempar sindiran ini akan membuat publik bertanya-tanya hal tersebut bisa mempengaruhi opini publik yang pada akhirnya akan membuat konstituen menjadi kecewa," ujar Arlan.
Arlan melihat jika kisruh dua pejabat publik itu tidak akan berdampak signifikan terhadap elektabilitas Partai Golkar.
Begitupun elektabilitas Dedi Mulyadi yang menurut Arlan masih memiliki peluang tinggi untuk maju pada Pilgub Jabar 2024.
Meski ada dampak dari konflik rumah tangga yang sampai keluar ke publik, namun kata dia jika hal itu tidak signifikan dampaknya.
"Untuk di Jabar pengamatan saya masih masuk unggulan," ungkapnya dilansir dari Suara.com dan Suara Jabar.
Saat ini Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika masih berproses di Pengadilan Agama Purwakarta terkait perkara perceraian.
Sudah enam kali sidang digelar, dari agenda mediasi hingga kini sudah memasuki agenda materi gugatan perceraian.
Baca Juga: Bila Argentina ke Final Piala Dunia 2022, Menteri Bahlil Akan Minta Izin Presiden Berangkat ke Qatar
Perkara perceraian ini sudah didaftarkan sejak 19 September 2022 lalu atau sudah dua bulan lebih berlalu. (*)
Artikel ini juga tayang di denpasar.suara.com berjudul Konflik Rumah Tangga Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Terus Meruncing, Bagaimana Elektabilitas di Pilgub 2024? Ini Kata Pengamat Politik