SuaraTasikmalaya-Gawat hampir dua bulan Purwakarta Anne Ratna Mustika bersetru dengan suaminya Dedi Mulyadi. Bukan malah adem justru makin panas saja. Bagaimana masyarakat Purwakarta kalau sudah begini.
Proses persidangan di Pengadilan Agama Purwakarta masih berlangsung. Sidang sudah memasuki materi gugatan. Upaya mediasi perdamaian gagal.
Penyebabnya kedua belah pihak keukueh, Anne Ratna Mustika memang keukeuh peuteukeuh (bersikeras) ingin menyudahi rumah tangganya dengan Kang Dedi Mulyadi. Sementara Dedi Mulyadi juga jaim.
Saking inginya berpisah Anne Ratna Mustika menyatakan sudah bulat seribu persen.
Inilah 5 Fakta Perseteruan Anne Ratna Mustika dan Kang Dedi Mulyadi:
1. Saling Lempar Tudingan
Anne mengatakan Dedi menyisakan utang Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) Desa sebesar Rp 28 miliar saat sebagai Bupati Purwakarta. Dan Anne tidak sudi tanggungjawab Dedi untuk melunasi DBHP dibebankan kepadanya.
Sedangkan Dedi menyerang Anne dengan kekuatan politiknya. Dia diduga memengaruhi pemerintahan desa agar menentang Anne.
Beberapa waktu lalu, ada pencopotan gambar Anne di mobil ambulans desa. Dedi disebut-sebut sebagai aktor di balik aksi tersebut.
Baca Juga: 6 Potret Syahrini Asyik Belanja Berlian, Tepis Isu Rumah Tangganya Diambang Perceraian
2. Birokrat dibuat bingung
Meskipun Dedi Mulyadi sudah tidak menjabat sebagai Bupati Purwakarta, namun pamor dan pengaruhnya di kalangan birokrat masih kuat. Sosok Dedi adalah panutan bagi birokrat yang menjadi loyalisnya.
Pada saat Dedi berseteru dengan Anne, para birokrat ini kebingungan. Di satu sisi mereka tetap loyal dan patuh kepada Dedi, dan di sisi lain mereka harus patuh kepada Anne sebagai kepala daerah.
Tokoh Purwakarta Memet S Hamdan mengatakan, saat ini di Purwakarta sedang terjadi persaingan antara kekuatan (Dedi Mulyadi) dan kekuasaan yang sah (Anne Ratna Mustika).
3. Netizen Prihatin
Dedi Mulyadi merupakan youtuber dengan subscriber hampir empat juta. Fakta bahwa Dedi digugat cerai istrinya, membuat netizen fans Dedi ikut prihatin. Mereka berharap pasangan Dedi – Anne tetap bersama dan tak ada kata cerai.
4. Motto Purwakarta berubah
Saat dipimpin Dedi Mulyadi, Purwakarta punya semboyan ‘Purwakarta Istimewa’. Semboyan ini lebih familiar dibanding semboyan resmi Wibawa Karta Raharja.
Namun penggunaan motto Purwakarta Istimewa harus berakhir ketika Anne menggugat cerai Dedi. Anne lebih suka menyebut kabupaten ini sebagai ‘Purwakarta Juara’.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Scorpio Senin 5 Desember 2022 : Cinta Anda Harus Tetap Dijaga Jangan Cemburu Buta
5. Ambu menjadi Neng
Karena perseteruan ini Anne Ratna Mustika enggan dipanggil Ambu (Bahasa Sunda: Bunda/Ibu). Selama menjadi istri Dedi Mulyadi, Anne nyaman dengan panggilan itu.
Sekarang setelah berniat ingin berpisah dengan Dedi, Anne Ratna Mustika enggan dipanggil Ambu. Perempuan asal Kabupaten Cianjur ini ingin publik Purwakarta memanggilnya dengan sebutan Neng Anne.[]