Suara-Tasikmalaya-Gara-gara banyak berita hoax tentang Pangandaran yang beredar di medsos. Objek Wisata Pangandaran sepi pengunjung jelang Liburan Tahun Baru 2023.
Dibandingnkan tahun sebelumnya, menjelang tahun baru H-7 sudah ramai. Bahkan hotel-hotel banyak diboking . Para pedagang juga mengeluhkan sepinya pengunjung.
Seharusnya momen liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru jadi ladang panen uang bagi para pelaku wisata Pangandaran, tapi di penghujung tahun 2022 ini malah gigit jari.
Akhir tahun seharusnya jadi ladang panen cuan bagi pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Berstatus salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Barat, Pangandaran biasanya disertu wisatawan selama masa libur Natal dan tahun baru.
Namun tahun ini banyak pelaku usaha pariwisata yang harus gigit jari. Momen libur sekolah dan Natah 2022 malah sepi pengunjung.
Titin, salah satu pedagang asongan mengatakan, biasanya kalau musim libur sekolah dan tahun baru banyak pengunjung yang datang ke Pangandaran.
Namun, di tahun ini justru berbeda, yakni terasa lebih sepi dari tahun sebelumnya.
“Mungkin ini karena banyaknya informasi hoax yang menyebar ke masyarakat umum, seperti adanya gempa dan lain-lain yang membuat mereka batal datang ke sini,” katanya, Minggu (25/12/22).
Karena kondisi itu, lanjutnya, membuat pendapatan dari hasil jualannya menurun drastis. Ia pun berharap menjelang tahun baru nanti bisa ramai pengunjung.
Baca Juga: 6 Fakta Bencana Alam di Tasikmalaya-Pangandaran, Jalan Retak 100 Meter, Begini Reaksi Pemerintah
Sementara itu, Iwan, salah satu manajer hotel Krisna mengatakan, awal mulanya tingkat okupansi hotel menjelang natal dan tahun baru mencapai 80 persen.
Namun, lantaran adanya berita hoax gempa dan lainnya membuat tingkat okupansi hotel menurun, bahkan hanya 30 persen.
“Semoga saja nanti mendekati malam tahun baru wisatawan yang datang banyak, agar perekonomian di Pangandaran bisa meningkat,” pungkasnya.
Menurutnya, meskipun saat ini kunjungan atau bookingan hotel kurang bagus dan baru sekitar 50 Persen dampak dari bencana yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat, namun ia optimis sampai hari Natal dan Tahun baru hunian hotel atau kunjungan ke Pangandaran akan normal kembali.
Selain itu akibat adanya berita-berita hoax sangat berdampak sekali terhadap kunjungan ke Pangandaran, padahal sampai saat ini pangandaran aman - aman saja, tidak terjadi apa-apa, ujarnya.
Biasanya di tahun - tahun sebelumnya dalam kondisi normal sebulan sebelum Natal dan Tahun Baru bookingan hotel mencapai 80 hingga 90 Persen.