SuaraTasikmalaya.id - Manchester United dikuliti Liverpool 7 gol tanpa balas di Anfield, Senin dini hari (6/3/23). Menjadi margin kekalahan terbesar yang diderita MU dari rival abadinya itu sepanjang sejarah.
Para pemain MU memang patut disalahkan atas kekalahan telak nan menyedihkan ini. Terutama di babak kedua, di mana pasukan Setan Merah main bola layaknya anak SSB (sekolah sepak bola).
Babak kedua benar-benar memuakkan bagi fans United. Enam gol yang bersarang di gawang David de Gea seolah dengan mudah diceploskan Mohamed Salah cs.
Salah, Darwin Nunez, dan Cody Gakpo masing-masing mengemas dwigol di laga bergengsi ini. Satu lagi disumbangkan Roberto Firmino menjelang peluit panjang.
Taktik Kamikaze Ten Hag
Kamikaze adalah strategi serangan bunuh diri yang pernah dipraktekkan para pilot tentara Jepang di Perang Dunia II.
Mereka sengaja menabrakkan pesawat yang dikemudikannya ke kapal induk atau kapal perang pasukan Sekutu.
Harapannya armada pasukan Sekutu bisa rusak secara masif bermodalkan sebuah pesawat yang dipenuhi bahan peledak dan dikemudikan pilot berani mati.
Manajer MU Erik ten Hag di laga kontra Liverpool kemarin tampak mempraktekkan taktik yang mirip dengan kamikaze.
Baca Juga: Datangi Ferry Irawan di Tahanan, Venna Melinda Mengamuk Histeris, Ada Apa?
Saat timnya tertinggal 0-2 di menit 47 alias dua menit babak kedua bergulir, pelatih asal Belanda itu tetap menginstruksikan para pemainnya untuk all-out menyerang.
Maksudnya mungkin untuk mengejar ketinggalan gol. Namun pria pelontos itu tak sadar jika mental para punggawa MU sudah drop. Pertahanan pun bolong-bolong.
Benar saja, 3 menit kemudian Gakpo mencetak gol keduanya. Pertahanan MU sudah compang-camping karena banyak personil telat turun bertahan.
Kamikaze pun mulai bertransformasi menjadi bumerang buat Ten Hag.
Fred & Casemiro Diganti, Malah Makin Bocor
Fred kemudian diganti Scott McTominay yang baru pulih dari cedera di menit 58. Pemain Skotlandia itu langsung kena kartu dan tak bisa mereplika penampilan agresif Fred.