Larangan saat Ziarah Kubur, Nomor 3 Masih Sering Dilakukan

tasikmalaya Suara.Com
Selasa, 11 April 2023 | 15:05 WIB
Larangan saat Ziarah Kubur, Nomor 3 Masih Sering Dilakukan
Ilustrasi ziarah kubur. Hal yang tidak boleh dilakukan saat ziarah kubur. (suara.com)

SUARA TASIKMALAYA – Tradisi ziarah kubur memang sudah melekat dengan masyarakat Indonesia. 

Tidak hanya melakukan ziarah terhadap sanak keluarga yang sudah wafat, masyarakat juga biasanya berziarah ke makam-makam tokoh Islam. 

Dalam bahasa Arab, ziarah diartikan dengan mengunjungi. Jadi ziarah bukan hanya mengunjungi orang yang wafat saja, tetapi juga mereka yang masih hidup. 

Zaman dahulu Rasulullah SAW pernah melarang umatnya untuk melakukan ziarah, karena keimanan mereka yang masih lemah, serta pada saat itu terdapat tradisi kaum jahiliyah yang ditakutkan akan mempengaruhi umat-umatnya. 

Akan tetapi, setelah Islam meluas dan keimanan umatnya menguat, Rasulullah SAW memperbolehkan umatnya untuk berziarah kubur, dengan tujuan agar mengingat kematian. 

Jadi, dalam Islam ziarah kubur itu hukumnya sunnah

Meski begitu, tetap saja ada hal-hal yang dilarang untuk dilakukan oleh umat muslim ketika berziarah. 

1.  Berdoa kepada kuburan 

Rasulullah SAW pernah melarang umat Islam pada saat itu untuk berziarah kubur, karena masih lemahnya keimanan yang mereka miliki. 

Baca Juga: Daftar Hotel di Tasikmalaya yang Menyediakan Menu Berbuka Puasa Ramadhan 2023, Ada Menu All You Can Eat

Larangan tersebut kemudian dicabut oleh Rasulullah SAW, setelah Islam berkembang lebih besar serta keimanan umatnya yang meningkat.

Larangan Rasulullah SAW ini bermula dari tabiat kaum jahiliyyah yang saat itu memohon bahkan berdoa kepada kuburan.

Padahal berdoa dan memohon sesuatu harusnya dilakukan kepada Allah SWT, hal ini bisa termasuk ke dalam perbuatan syirik. 

2.  Memberikan sesembahan pada kuburan 

Kita dilarang untuk memberikan sesembahan kepada kuburan, baik itu sesajen, sembelihan hewan, dan lain sebaginya. 

Tradisi ini sudah ada sejak zaman jahiliyyah, di mana saat itu mereka memberikan tumbal pada kuburan yang dianggap sebagai penunggu. 

Tradisi ini diharamkan oleh Allah SWT, seperti yang tertulis dalam QS. Al-Jin ayat 6 dan QS. Al-An’aam ayat 128. 

3.  Duduk dan berdiri di atas kuburan

Ketika berziarah kubur, tak jarang kita menemui orang-orang yang duduk, berdiri, bahkan berjalan di atas kuburan orang lain. 

Padahal ketika berziarah kubur, kita hanya diperbolehkan berjalan di samping atau diantara pusaran kuburan. 

Adapun dalam sebuah hadist dijelaskan, mereka yang masih duduk atau berdiri di atas kuburan bagaikan sedang berjalan di atas bara api. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI