SUARA TASIKMALAYA - Niat dapat untung, dua pemuda di Tasikmalaya malah disikat polisi, fakta mengejutkan terbongkar.
Dua pemuda di Tasikmalaya harus diamankan polisi setelah melempar kotak korek api. Mereka yang diamankan adalah RR (34) dan RC (21) asal Tasikmalaya.
Kedunya yang nyaris dapat untuk dari melempar kotak korek api kepada para pembelinya, Jumat (11/8/2023), malah keburu disikat polisi.
Berikut adalah data fakta yang dihumpun dari keterangan Kepala Satnarkoba Polres Tasikmalaya, AKP Yayu Wahyudin:
1. Penggerebekan dan Penangkapan: Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap dua pengedar obat terlarang bernama RR (34) dan RC (21) menggunakan metode lempar kepada pembeli. Penangkapan terjadi pada Jumat, 11 Agustus 2023.
2. Metode Penyelundupan: Kedua tersangka menggunakan metode lempar untuk menyelundupkan obat terlarang. Mereka melempar obat terlarang menggunakan bungkus bekas korek atau rokok di lokasi yang sudah disepakati dengan para pembeli.
3. Jenis Obat Terlarang: Petugas berhasil menyita 270 butir obat terlarang jenis Tramadol dan 78 butir pil Hexymer saat hendak bertransaksi di wilayah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
4. Motif dan Pelanggan: Para tersangka menjual obat terlarang kepada pelanggan dari berbagai kalangan. Motif mereka adalah untuk mendapatkan keuntungan, dan mereka mengaku bahwa obat-obatan tersebut dibeli secara online untuk dijual kembali.
5. Obat Tidak Dijual di Apotek: Obat jenis Tramadol dan Hexymer yang dijual oleh tersangka tidak lagi dijual di apotek karena sering disalahgunakan.
6. Hukuman dan Tindakan Hukum: Tersangka dijerat dengan Pasal 196 juncto Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman maksimal adalah 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar.
7. Penahanan: Kedua tersangka, RR dan RC, sudah ditahan di sel tahanan Polres Tasikmalaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Artikel ini menggambarkan bagaimana penangkapan dilakukan terhadap pengedar obat terlarang yang menggunakan metode lempar kepada pembeli dan bagaimana obat-obatan tersebut diperoleh secara online untuk dijual kembali. Tersangka dihadapkan pada ancaman hukuman yang serius sesuai dengan undang-undang kesehatan yang berlaku.
Tag tasikmalaya pengedar obat terlarang sistem lempar