Ini Penjelasan Mengapa Anda Melihat Hantu saat Ketindihan

Liberty Jemadu

Senin, 19 Januari 2015 | 14:43 WIB
Ini Penjelasan Mengapa Anda Melihat Hantu saat Ketindihan
Ilustrasi ketindihan saat tidur (Shutterstock).

Suara.com - Sebagian besar orang pernah mengalami fenomena ketindihan saat tidur, yang ditandai dengan kondisi susah bernafas, tidak bisa bergerak, tak bisa bangun, rasa takut yang luar biasa, dan berhalusinasi seperti ada mahluk lain di dekatnya.

Fenomena ketindihan saat tidur dikenal hampir di semua peradaban dan kebudayaan. Hampir 40 persen orang mengaku pernah mengalami fenomena yang dalam sains dikenal sebagai sleep paralysis atau kelumpuhan saat tidur.

"Sleep paralysis bisa sangat menakutkan dan karenanya pemahaman akan hal itu bisa membantu orang untuk tidak gentar saat mengalaminya," kata Baland Jalal, pakar neurosains dari Universitas California, San Diego, Amerika Serikat.

Menurut dia, ketindihan biasanya dialami ketika orang yang sedang tidur dalam fase rapid eye movement (REM), tiba-tiba terbangun. Orang yang tidur dalam fase REM biasanya sedang bermimpi dan otot-otot mereka hampir semuanya lumpuh. Kelumpuhan itu diduga terjadi sebagai bagian dari proses adaptasi evolusi, untuk mencegah manusia bergerak saat sedang tidur.

Meski demikian, hingga saat ini, para ilmuwan belum bisa memastikan mengapa orang yang mengalami ketindihan merasa atau melihat ada mahluk atau figur mengerikan di dekatnya.

Salah satu penjelasan yang masuk akal, seperti yang ditulis Jalal dan rekannya, Vilayanur Ramachandran dalam jurnal Medical Hypotheses, penglihatan itu sebenarnya halusinasi yang merupakan hasil kerja otak untuk menghilangkan kebingungan atau gangguan dalam area otak yang berfungsi menyimpan peta syaraf tubuh.

Penjelasan Jalal itu cocok dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ada sebuah area otak, yang terletak di lobus parietalis, yang berfungsi untuk menyimpan informasi tetang peta syaraf tubuh. Lobus parietalis terletak di otak bagian atas, dekat ubun-ubun.

Menurut teori Jalal, saat ketindihan lobus parietalis memantau syaraf-syaraf otak yang mengeluarkan perintah agar otot-otot bergerak, tetapi di saat yang sama tidak mendeteksi adanya pergerakan pada tubuh, yang memang sedang lumpuh. Akibatnya terjadi kekacauan informasi tentang citra tubuh dalam lobus parietalis.

Nah, untuk mengatasi kekacauan itu, otak lalu memproyeksikan citra tubuh orang yang mengalami ketindihan itu pada figur atau mahluk yang tampak seperti hantu tersebut.

Meski demikian, Jalal mengakui bahwa sangat sukar untuk menguji teorinya tersebut. Salah satu cara untuk mengetesnya adalah dengan meneliti orang-orang cacat. Misalnya, apakah orang yang tidak mempunyai kaki akan berhalusinasi melihat figur yang juga tak memiliki kaki ketika ia mengalami ketindihan.  Tetapi, sambung Jalal, orang cacat sangat sedikit untuk disurvei dan dengan demikian eksperimen itu akan sukar digelar.

Penelitian Jalal dan Ramachandran diterbitkan di internet pada Oktober 2014. (Live Science)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ilmuwan Ciptakan Hantu di Laboratorium

Ilmuwan Ciptakan Hantu di Laboratorium

Tekno | Senin, 10 November 2014 | 16:40 WIB

Terkini

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×