Cangkok Kepala Manusia Bisa Dilakukan Dua Tahun Lagi

Liberty Jemadu

Jum'at, 27 Februari 2015 | 11:26 WIB
Cangkok Kepala Manusia Bisa Dilakukan Dua Tahun Lagi
Ilustrasi kepala manusia (Shutterstock).

Suara.com - Ilmuwan di Eropa yakin bahwa operasi transplantasi kepala manusia akan bisa digelar dalam dua tahun ke depan. Sergio Canavero, dokter ahli bedah dari Turin Advanced Neuromodulation Group di Italia, mengungkapkan gagasannya tentang tranplantasi atau cangkok kepala manusia untuk membantu orang-orang yang menderita penyakit akut.

Gagasan Canavero itu pada dasarnya adalah memindahkan kepala seorang manusia ke tubuh baru dari donor yang telah meningggal. Meski demikian, ide itu memantik banyak penolakan karena secara etika dinilai tak pantas.

"Jika masyarakat tidak menginginkannya, saya tak akan melakukannya. Tetapi jika masyarakat tak menginginkannya, terutama di Amerika Serikat dan Eropa, tak berarti saya tak bisa melakukannya di tempat lain," kata Canavero kepada New Scientist.

Canavero sendiri berharap bisa membentuk sebuah tim untuk proyeknya itu dalam sebuah pertemuan para pakar bedah syaraf di Maryland, AS, Juni mendatang.

Ide tranplantasi kepala sebenarnya sudah pernah diwujudkan pada masa lalu. Pada 1950an, Vladimir Demikhov di Rusia berhasil memindahkan kepala seekor anjing ke tubuh anjing lain. Ia bahkan "menciptakan" anjing berkepala dua.

Sementara pada 1970, Robert White dari AS berhasil memindahkan kepala seekor kera ke tubuh kera lainnya. Tetapi sayang, hidup binatang malang itu tak berlangsung lama. Kera White hanya bertahan selama sembilan hari.

Proses yang rumit

Tetapi kegagalan White justru memberikan harapan untuk mewujudkan gagasan Canavero. Pada kasus White, ketidakmampuan para dokter pada zaman itu untuk menyambung syaraf-syaraf tulang belakang dari kepala dan tubuh kera menyebabkan binatang itu mati lebih cepat.

Berangkat dari kasus White itu, Canavero yakin bahwa teknologi medis dewasa ini sudah punya kemampuan cukup untuk menyambung syaraf-syaraf tulang belakang yang tak bisa dilakukan pada masa lalu.

"Menurut saya, kita saat ini berada di titik ketika semua aspek teknis mungkin dikerjakan," ujar Canavero.

Canavero sendiri dalam tulisannya di jurnal Surgical Neurology International edisi Februari, sudah menjelaskan teknik transplantasi kepala manusia. Pertama-tama, jelas Canavero, adalah menyimpan kepala pasien dan jenazah donor di dalam lemari pendingin. Ini dilakukan untuk mencegah agar sel-sel tak mati dalam proses bedah.

Setelah itu leher donor disayat, pembuluh-pembuluh darahnya dihubungkan dengan selang-selang kecil, dan kemudian tulang belakang dipotong menggunakan pisau yang sangat tajam, untuk meminimalisasi kerusakan syaraf. Setelah itu, kepala pasien lalu dipasangkan ke tubuh donor tadi.

Tahap setelahnya adalah yang paling penting. Canavero yakin bahwa syaraf-syaraf tulang belakang, yang membuat kepala pasien bisa berkomunikasi dengan tubuh donor, akan bisa direkatkan dengan syaraf-syaraf tulang belakang pada tubuh donor menggunakan sebuah zat yang disebut polyethylynene glycol. Agar pasien tak bergerak selama proses itu, ia akan sengaja dibikin koma selama berpekan-pekan.

Ketika pasien sadar Canavero yakin ia akan bisa berbicara dan merasakan wajahnya sendiri. Tetapi untuk menggerakan anggota-anggota tubuhnya yang baru, pasien akan menjalani fisioterapi selama hampir setahun.

Meski demikian, Canavero masih membutuhkan tubuh manusia untuk menguji teorinya itu. Sayangnya hingga saat ini, eksperimen semacam ini masih terkendala masalah etika.

"Masalah utamanya adalah etika. Apakah pembedahan ini perlu dilakukan? Tentu akan ada banyak orang yang tak sepakat," ujar dia, berusaha untuk memantik perdebatan di kalangan ilmuwan. (The Guardian/CNET)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bayi Usia 6 Hari Sukses Transplantasi Jantung

Bayi Usia 6 Hari Sukses Transplantasi Jantung

Health | Jum'at, 13 Februari 2015 | 14:42 WIB

Teknik Cangkok Kornea Teranyar Ada di Indonesia

Teknik Cangkok Kornea Teranyar Ada di Indonesia

Health | Kamis, 08 Januari 2015 | 18:00 WIB

Lelaki Ini Tidak Lumpuh Lagi dan Bisa Berjalan

Lelaki Ini Tidak Lumpuh Lagi dan Bisa Berjalan

Health | Selasa, 21 Oktober 2014 | 17:43 WIB

Bocah Tiga Tahun Ini Donorkan Hati, Ginjal dan Matanya

Bocah Tiga Tahun Ini Donorkan Hati, Ginjal dan Matanya

Health | Rabu, 08 Oktober 2014 | 07:57 WIB

Transplantasi Rahim Membuat Perempuan Ini Bisa Punya Bayi

Transplantasi Rahim Membuat Perempuan Ini Bisa Punya Bayi

Tekno | Sabtu, 04 Oktober 2014 | 11:52 WIB

Berkat Vagina Buatan, Dua Perempuan Bisa Datang Bulan

Berkat Vagina Buatan, Dua Perempuan Bisa Datang Bulan

Tekno | Minggu, 15 Juni 2014 | 03:45 WIB

Ilmuwan Berhasil Pasang Vagina Baru pada Empat Pasien Perempuan

Ilmuwan Berhasil Pasang Vagina Baru pada Empat Pasien Perempuan

Tekno | Jum'at, 11 April 2014 | 10:37 WIB

Transplantasi Ginjal Ditanggung oleh BPJS Kesehatan

Transplantasi Ginjal Ditanggung oleh BPJS Kesehatan

Bisnis | Senin, 31 Maret 2014 | 10:11 WIB

Terkini

Cara Praktis Mencari KPK dan FPB Lengkap Contoh Soal Sekaligus Pembahasan

Cara Praktis Mencari KPK dan FPB Lengkap Contoh Soal Sekaligus Pembahasan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Apakah Flek Hitam di Wajah Bisa Hilang Total Sampai Bersih?

Apakah Flek Hitam di Wajah Bisa Hilang Total Sampai Bersih?

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:15 WIB

RS Lapangan Ruteng Resmi Beroperasi untuk Korban Gempa NTT

RS Lapangan Ruteng Resmi Beroperasi untuk Korban Gempa NTT

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:14 WIB

Jangan Bolak-balik Servis, Ini 5 Tanda Sudah Waktunya Kamu Ganti Laptop Baru

Jangan Bolak-balik Servis, Ini 5 Tanda Sudah Waktunya Kamu Ganti Laptop Baru

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:10 WIB

SPPG di Kampar Kena Suspend Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG

SPPG di Kampar Kena Suspend Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG

Riau | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:04 WIB

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 22 Agustus 2026: Ada Naga hingga Monyet

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 22 Agustus 2026: Ada Naga hingga Monyet

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Yel-yel Regu Tulip di Jamnas 2026 Viral, Ghea Indrawari Nyanyikan Live!

Yel-yel Regu Tulip di Jamnas 2026 Viral, Ghea Indrawari Nyanyikan Live!

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Robot Humanoid Mulai Merambah Dealer Otomotif Indonesia

Robot Humanoid Mulai Merambah Dealer Otomotif Indonesia

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK

Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan

Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17 WIB

×