Anak Penggila Games Perang Mudah 'Dirayu' ISIS

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 20 Maret 2015 | 06:18 WIB
Anak Penggila Games Perang Mudah 'Dirayu' ISIS
Anak-anak ISIS di Youtube.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan anak-anak yang sering bermain permainan atau games peperangan mudah direkrut menjadi anggota ISIS.

Belum lama ini muncul sebuah video pelatihan perang ISIS yang isinya diduga sebagai anak-anak Indonesia. Video itu beredar di laman Youtube, Selasa (17/3/2015) lalu. Ada beberapa video yang di antaranya berjudul "Cahaya Tarbiyah di Bumi Khilafah" dan "Anak-anak Indonesia Berlatih AK-47 dengan ISIS".

Jauh sebelum adanya video itu, ISIS juga pernah merilis sebuah video yang memperlihatkan bocah-bocah berbahasa Melayu melakukan berbagai aktivitas seperti belajar, berdoa, dan mengikuti kursus tempur. Sejumlah pakar menilai, kemunculan video tersebut berpotensi mengundang dukungan dan radikalisasi warga di Malaysia.

Dalam video berjudul Pendidikan di Kekhalifahan itu terlihat sedikitnya 20 anak penutur Bahasa Melayu melakukan kegiatan di wilayah yang dikuasai ISIS. ISIS juga merilis sejumlah foto para siswa di akademi Abdullah Azzam yang belajar dengan pengantar Bahasa Melayu. Akademi itu dipersiapkan sedemikian rupa bagi anak-anak anggota ISIS dari kawasan Asia Tenggara.

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris mengatakan memang benar ISIS merekrut anak-anak, bukan cuma orang dewasa. Berdasarkan penelusuran BNPT, anak-anak yang direkrut itu kebanyakan yang termotivasi memegang senjata dan perang.

"Anak-anak yang tidak dikontrol oleh orangtuanya, waktunya habis untuk main games. Nah kalau anak-anak itu di dalamnya ada dua kalau main games. Kalau main games, saya jagoan dia bajingan," jelas Irfan saat ditemui di sebuah diskusi tentang terorisme di Jakarta, Kamis (19/3/2015).

Irfan menjelaskan kelompok ISIS memafaatkan semangat anak-anak untuk berperang. Pengaruh itu disampaikan lewat propaganda video dalam Youtube tersebut.

"Dia bilang, dulu main games di layar kaca, perang dan angkat senjata. Nah itu yang jadi alasan dan pemicu. Ada tekanan di dalam jiwa mereka ketika melihat propaganda seperti itu," papar dia.

Sementara ditemui di tempat yang sama, Pengamat Terorisme Universitas Indonesia Nasir Abbas mengatakan belum terlambat untuk mencegah propaganda ISIS lewat media sosial dan internet.

BNPT harus proaktif kerjasama dengan Kementerian Telekomunikasi dan Informatika untuk mem-block konten propaganda ISIS. "Kalau orang yang menyebar fitnah bisa dipenjarakan, sekarang apakah mungkin yang menyebarkan ancaman atau seruan atau aksi seperti ISIS itu bisa dipidanakan?" kata Nasir.

Blokir konten ISIS di dunia maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan telah memblokir konten video ISIS yang melibatkan anak-anak di YouTube yang baru-baru ini beredar. Ketika video itu sudah muncul di Youtube, akan langsung diblokor.

"Karena kita sudah punya koordinasi dengan perwakilan Google di Indonesia, kita minta supaya itu diturunkan. Beberapa jam setelah itu, video ditutup. Kemarin tidak bisa diakses," kata juru bicara Kemenkominfo, Ismail Cawidu saat dihubungi suara.com.

Tapi, bisa jadi video tersebut direkam oleh masyarakat, lalu diunggah ke internet dan beredar lagi. Untuk kasus seperti ini, kata Ismail, tidak susah menanganinya.

"Karena kan server-nya di dalam negeri. Kalau ada yang naikkan lagi, ya kita turunkan," kata Ismail.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNPT: Belum Tentu 16 WNI yang Hilang Gabung ke ISIS

BNPT: Belum Tentu 16 WNI yang Hilang Gabung ke ISIS

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 16:14 WIB

BNPT: Pemberi Fasilitas WNI Gabung ke ISIS Tak Langgar Hukum

BNPT: Pemberi Fasilitas WNI Gabung ke ISIS Tak Langgar Hukum

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 15:04 WIB

Aparat Belum Total Tangani Penyebaran Ajaran ISIS di Indonesia

Aparat Belum Total Tangani Penyebaran Ajaran ISIS di Indonesia

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 12:31 WIB

WNI Gabung ISIS, Gus Mus: Mereka Sering Berbuat Kekerasan

WNI Gabung ISIS, Gus Mus: Mereka Sering Berbuat Kekerasan

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 09:15 WIB

Ini Dia Mantan Tentara Amerika yang Bergabung dengan ISIS

Ini Dia Mantan Tentara Amerika yang Bergabung dengan ISIS

News | Kamis, 19 Maret 2015 | 09:01 WIB

Terkini

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:25 WIB

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:20 WIB

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:17 WIB

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:14 WIB

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:13 WIB

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:09 WIB

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:07 WIB

PPP Memanas! Taj Yasin Dicopot dari Sekjen dan Agus dari Waketum, Mardiono Beberkan Pemicunya

PPP Memanas! Taj Yasin Dicopot dari Sekjen dan Agus dari Waketum, Mardiono Beberkan Pemicunya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:06 WIB

Kisah Rahman Sopir Bengkel Asal Kalimantan Ketiban Rezeki Miliarder Yamaha 2026

Kisah Rahman Sopir Bengkel Asal Kalimantan Ketiban Rezeki Miliarder Yamaha 2026

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 11:05 WIB

×