Wow, Mahasiswa UI Ciptakan Beton Kualitas Tinggi dari Abu

Ardi Mandiri

Rabu, 22 April 2015 | 02:48 WIB
Wow, Mahasiswa UI Ciptakan Beton Kualitas Tinggi dari Abu
Ilustrasi abu. (Shutterstocks)

Suara.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali menciptakan inovasi teknologi beton mutu tinggi dengan menggunakan limbah berupa abu dan botol kaca.

"Teknologi beton ini tetap mengutamakan kekuatan, efisiensi biaya serta ramah lingkungan," kata Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti di kampus UI Depok, Selasa (21/4/2015).

Ia mengatakan, enam mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik UI (FTUI) angkatan 2012 yang terbagi atas dua kelompok berkreasi menciptakan inovasi akan teknologi beton mutu tinggi.

Tim Achalesvara yang terdiri atas Ingrid Rosalyn, Indriana S, Erinda. Pandu Purnamasari, Elia Benny dan Virginia S. menawarkan inovasi pembuatan beton mutu tinggi menggunakan 12 persen "fly ash" (abu terbang) dan 8 persen Silica Fume (Bubuk Silika) dalam campuran beton.

"Fly ash" merupakan produk sampingan dari pembakaran batu bara yang dipakai sebagai sumber energi dalam tenaga pembangkit listrik (biasanya PLTU) dan atau pembakaran kayu.

Ingrid, tim-nya menggunakan "fly ash" sebagai bahan tambahan dalam pembuatan beton mutu tinggi karena memiliki sifat yang dapat bereaksi dengan kapur pada suhu kamar dengan media air sehingga membentuk senyawa yang mengikat.

"Fly ash" memiliki sifat pozzolan yang baik untuk keperluan bangunan serta mampu meningkatkan kualitas beton dan lebih tahan abrasi. Selain itu, fly ash mampu mengefisiensikan biaya pembuatan beton mutu tinggi karena material fly ash sangatlah murah.

Dia mengatakan, penggunaan "fly ash" dalam pembuatan beton ini menjawab permasalahan lingkungan hidup karena mampu menyerap limbah fly ash.

Seperti halnya PLTU Suralaya tiap tahunnya menghasilkan  219.000 ton limbah abu.

Inovasi berikutnya datang dari Tim Alkalina UI yang terdiri atas Muhammad Haikal Syarief, Baiti Rahma Maudina dan Annisa Salsabila. Para mahasiswa ini menciptakan beton mutu tinggi dengan bahan campuran sampah botol kaca.

Botol kaca tersebut terlebih dahulu dihancurkan dan dimanfaatkan kembali sebagai pengganti sebagian semen serta limbah beton bekas tak terpakai yang dipakai kembali sebagai agregat kasar.

Menurut Haikal, pembuatan beton daur ulang diawali dengan mempersiapkan bahan-bahan material utama yang terdiri dari semen Portland, kerikil, pasir dan air serta material tambahan yang terdiri dari silica fume dan superplasticizer.

Material tambahan yang lain adalah limbah beton dan botol kaca. Perbandingan komposisi serbuk kaca dengan semen adalah 15 persen, 85 persen.

Pembuatan beton daur ulang dari tim Alkalina bernilai ekonomis karena mampu menghemat biaya sebesar 16 persen dibandingkan dengan pembuatan beton mutu tinggi dengan material biasa.

Hasil karya dari kedua tim tersebut berhasil diuji dan dilombakan pada ajang "Lomba Karya Ilmiah Beton C.E.T.A. Trisakti 2015" pada 6 April 2015 lalu di Universitas Trisakti, Jakarta Barat. Keduanya berhasil meraih penghargaan sebagai juara pertama (tim Achalesvara) dan juara ketiga (tim Alkalina).

Inovasi terbaru terhadap teknologi beton senantiasa dibutuhkan bagi industri khususnya konstruksi bangunan.

Penelitian yang dilakukan oleh pada mahasiswa UI ini diharapkan mampu mendukung perkembangan industri Indonesia menuju lebih baik dengan mengutamakan keberlanjutan lingkungan hidup serta efisiensi biaya dan proses produksi.

Diharapkan budaya berinovasi dengan menggunakan "core compentence" yang dilakukan oleh mahasiswa UI mampu membudaya dan menumbuhkan semangat berkreasi dan berkompetisi yang sehat bagi mahasiswa lainnya agar turut serta dalam mendorong pembangunan SDM maupun industri di Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

"Charging" Cuma Semenit Baterai Ini Langsung Penuh

"Charging" Cuma Semenit Baterai Ini Langsung Penuh

Tekno | Rabu, 08 April 2015 | 06:00 WIB

Cat Ini Bisa Selamatkan Pesepeda

Cat Ini Bisa Selamatkan Pesepeda

Tekno | Senin, 30 Maret 2015 | 06:45 WIB

Dua Hewan Ini Bisa Dilihat dari Luar Angkasa

Dua Hewan Ini Bisa Dilihat dari Luar Angkasa

Tekno | Jum'at, 27 Maret 2015 | 14:14 WIB

Mega Bazaar Resmi Digelar di Tiga Kota

Mega Bazaar Resmi Digelar di Tiga Kota

Tekno | Rabu, 04 Maret 2015 | 13:44 WIB

Terkini

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×