Separuh Penduduk Australia Penggila "Video Games"

Ardi Mandiri

Kamis, 10 September 2015 | 06:05 WIB
Separuh Penduduk Australia Penggila "Video Games"
File photo of a woman posing for a photo illustration with an iPhone as she plays Candy Crush in New York

Suara.com - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Bond, Australia, mendapati  separuh penduduk Australia menghabiskan 1,5 jam waktunya setiap hari untuk main "video games".

Kajian ini menunjukkan bahwa hobi "video games" bukan cuma di kalangan anak-anak dan remaja, tetapi semua usia, menyita 88 menit per hari.

Itu setara dengan bermain 23 hari tanpa jeda dalam setahun untuk memainkan 'Candy Crush'.

Terkait dengan komposisi berdasarkan gender, lelaki dewasa dan anak lelaki menghabiskan waktu lebih lama daripada perempuan, yaitu rata-rata 100 menit sehari. Sementara perempuan dewasa dan anak-anak, menghabiskan 75 menit per hari.

Berdasarkan survei terhadap 3.400 orang Australia di 1.270 rumah tangga, ditemukan bahwa bila mereka tidak main "video games", mereka adalah minoritas di masyarakat, sebab sebanyak 68 persen responden mengaku main "video games". Angka ini lebih tinggi daripada dua tahun lalu (65 persen), saat laporan "Digital Australia" pertama kali dirilis.

Ketua penyusun laporan, Profesor Jeff Brand, yang dikutip SkyNews.com.au, Rabu (9/9/2015), mengatakan bahwa survei mendapati semakin banyak orang berusia senja di Australia menggunakan "video games" sebagai pencegah pikun dan membuat pikiran mereka tetap aktif.

Bahkan, justru kelompok usia di atas 50 tahun mengalami pertumbuhan komunitas "gamers" terpesat dengan 49 persen responden mengaku aktif bermain.

"Mayoritas manula Australia, sekitar 76 persen responden, merasa video games akan meningkatkan stimulasi mental," katanya.

Sementara itu di kelompok usia anak-anak, 91 persen anak usia 5-14 tahun bermain "video games".

Brand menyebutkan orang semakin memilih "games" untuk membunuh rasa bosan dan menghabiskan waktu. Meski begitu, "video games" semakin melekat dengan fungsi edukasi dan pekerjaan.

Sebanyak 24 persen orang dewasa Australia menggunakan "games" untuk keperluan pelatihan kerja. Sekitar 35 persen orang tua menyebut "video games" sebagai bagian dari kurikulum anak-anak mereka dari sekolah.

"Ini adalah indikasi games sudah beralih menjadi medium, tak cuma untuk bermain, tapi juga memenuhi fungsi-fungsi yang lain," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Main Candy Crush Saat Rapat, Anggota DPR Minta Maaf

Main Candy Crush Saat Rapat, Anggota DPR Minta Maaf

News | Selasa, 09 Desember 2014 | 10:42 WIB

Candy Crush Raup Rp5,5 Triliun dari Pasar Modal

Candy Crush Raup Rp5,5 Triliun dari Pasar Modal

Tekno | Rabu, 26 Maret 2014 | 08:12 WIB

Pembuat Game "Candy Crush" Siap Masuk Bursa Saham

Pembuat Game "Candy Crush" Siap Masuk Bursa Saham

Bisnis | Kamis, 13 Maret 2014 | 12:18 WIB

Masuk ke Bursa, Candy Crush Saga Ikuti Jejak Farmville

Masuk ke Bursa, Candy Crush Saga Ikuti Jejak Farmville

Bisnis | Rabu, 19 Februari 2014 | 11:20 WIB

Terkini

Maki-maki Striker Malaysia Tuding Timnas Indonesia Curang: Mereka Main di Jakarta, Kami di Bandung

Maki-maki Striker Malaysia Tuding Timnas Indonesia Curang: Mereka Main di Jakarta, Kami di Bandung

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Harga Paket Internet Naik, Komdigi Evaluasi Penerapan Tarif Operator Seluler

Harga Paket Internet Naik, Komdigi Evaluasi Penerapan Tarif Operator Seluler

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029

Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Ketika Kopi dan Seni Bertemu, Menikmati Galeri Jadi Pengalaman yang Berbeda

Ketika Kopi dan Seni Bertemu, Menikmati Galeri Jadi Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:39 WIB

Struktur Pemerintahan Prabowo Makin Gemoy, DPD Tagih Janji Efisiensi: Jangan Cuma Bagi-Bagi Jabatan

Struktur Pemerintahan Prabowo Makin Gemoy, DPD Tagih Janji Efisiensi: Jangan Cuma Bagi-Bagi Jabatan

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:30 WIB

3 Shio yang Menarik Keberuntungan 4-11 Oktober 2026, Kamu Termasuk?

3 Shio yang Menarik Keberuntungan 4-11 Oktober 2026, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Pengamat Nilai Peran Vital Menlu Baru

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Pengamat Nilai Peran Vital Menlu Baru

Video | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Biomassa Jadi Bisnis Baru Desa, PLN EPI Bidik 100 Desa

Biomassa Jadi Bisnis Baru Desa, PLN EPI Bidik 100 Desa

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Cake Tak Lagi Identik dengan Perayaan, Harvest Bawa Kreasi Baru Bersama Reynold Poernomo

Cake Tak Lagi Identik dengan Perayaan, Harvest Bawa Kreasi Baru Bersama Reynold Poernomo

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Irjen Herry Heryawan Dapat Tugas Baru, Kapolda Riau Dijabat Irjen Arman Achdiat

Irjen Herry Heryawan Dapat Tugas Baru, Kapolda Riau Dijabat Irjen Arman Achdiat

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:05 WIB

×