Lulusan UGM dan UNS Ngelamar Jadi Pengemudi Get-Jek

Ardi Mandiri

Jum'at, 11 September 2015 | 07:31 WIB
Lulusan UGM dan UNS Ngelamar Jadi Pengemudi Get-Jek
CEO Get-Jek, Reza Rajasa. Jumat (11/9/2015) (suara.com/ Labib Zamani)

Suara.com - Meski baru akan beroperasi akhir September 2015 ini, pelamar yang ingin menjadi pegawai freelance driver atau pengemudi Get-Jek cukup antusias.

Bahkan, para pelamar ini didominasi lulusan sarjana (S1) dari sejumlah universitas ternama, seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

"Para pelamar ini sebagian besar berpendidikan S1. Ada sekitar 400 orang yang telah melamar untuk menjadi freelance driver Get-Jek," kata CEO Get-Jet Solo, Reza Rajasa di Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2015).

Dari ratusan pelamar itu, kata Reza tidak akan diterima semuanya. Melainkan yang menguasai teknologi internet atau smartphone yang akan diterima. Pasalnya, tes utama yang diberikan kepada para pelamar ini adalah tentang teknologi.

Artinya, para pelamar tersebut apakah gagap teknologi (gaptek) atau tidak. Sebab, pengemudi Get-Jek akan menggunakan smartphone sebagai alat komunikasi dengan calon penumpang.

"Smartphone ini nanti dilengkapi dengan aplikasi Get-Jek untuk melakukan komunikasi dengan calon penumpang, menentukan lokasi atau tujuan dan jauh dekat lokasi calon penumpang. Oleh karena itu, tes pertama kita tentang pemahaman teknologi," jelas Reza.

Reza menambahkan, selain tes pemahaman teknologi, pelamar akan dites kendaraannya apakah layak untuk beroprasi atau tidak. Pasalnya, kendaraan yang ditentukan sebagai angkutan ini adalah buatan tahun 2008 ke atas.

"Karena kita ingin mengutamakan pelanggan. Dengan begitu mereka akan merasa puas dengan layanan yang kita berikan. Otomatis mereka juga akan kembali menggunakan jasa layanan trasportasi kita," paparnya.

Yang lebih menarik, pengemudi yang selama lima bulan berturut-turut mendapat ranking baik dari pelanggannya akan diberikan bonus ibadah umrah ke tanah suci Makkah.

Saat ini operasional Get-Jek baru di sekitar wilayah eks Karesidenan surakarta kecuali Kabupaten Boyolali. Setelah ini berhasil akan dilakukan pembukaan di Yogyakarta dan Semarang. Setelah itu juga diikuti sejumlah kabupaten/kota di Indonesia. Seperti Jawa Timur, Surabaya, Makassar, Manado dan Bali.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo melarang keberadaan Go-Jek. Pasalnya, akan merusak sistem transportasi yang saat ini telah dibangun di Solo.

Selain itu, sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) No 22 Tahun 2009 tentang angkutan umum orang dan barang, ojek tidak termasuk dalam angkutan umum.

"Keberadaan Go-Jek justru akan merusak sistem transportasi yang sudah ada. Selain itu juga menimbulkan persaingan antar transportasi yang sudah ada," tegas Kepala Dishubkominfo, Yosca Herman Soedrajad.

Meski telah ada larangan, Reza justru optimis dapat menjalankan usahanya tersebut. Pasalnya, di Jakarta Go-Jek didukung oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Di Jakarta aja boleh kok, masak di Solo mau nggak boleh," tambah dia.(Labib Zamani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi

Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:15 WIB

Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah

Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12 WIB

GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT

GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:10 WIB

Soal Pemberian Amplop kepada Pejabat, Gratifikasi Sebaiknya Ditolak Sejak Awal

Soal Pemberian Amplop kepada Pejabat, Gratifikasi Sebaiknya Ditolak Sejak Awal

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:09 WIB

Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli

Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:03 WIB

Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan

Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:00 WIB

KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga

KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:55 WIB

Momen Teddy Suruh Push Up 1.600 Taruna Akmil, Kolom Komentar Ramai Diserbu Netizen

Momen Teddy Suruh Push Up 1.600 Taruna Akmil, Kolom Komentar Ramai Diserbu Netizen

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:55 WIB

7 Smartwatch yang Bagus buat Pelacakan Kebugaran dengan Fitur Lengkap Olahraga

7 Smartwatch yang Bagus buat Pelacakan Kebugaran dengan Fitur Lengkap Olahraga

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:50 WIB

Review Viva Retinol Serum Anti-Aging Murah dengan Hasil Nampol, Harga Cuma Rp26 Ribuan

Review Viva Retinol Serum Anti-Aging Murah dengan Hasil Nampol, Harga Cuma Rp26 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:47 WIB

×