Ada 416 Jenis Burung Langka Hidup di Indonesia

Adhitya Himawan

Sabtu, 28 November 2015 | 06:34 WIB
Ada 416 Jenis Burung Langka Hidup di Indonesia
Penangkaran Jalak Bali

Suara.com - Data yang disampaikan Sekjen Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Tony Sumampau dalam sebuah kegiatan orientasi konservasi alam bagi kalangan wartawan pada Minggu (22/11/2015) semestinya membuat bangga karena sekurangnya 416 jenis burung endemis ada di Nusantara.

Disebut jenis endemis karena satwa itu hanya terdapat di Indonesia.

"Jumlah 416 jenis itu yang membuat Indonesia berada di posisi nomor satu di dunia dalam hal keanekaragaman jenis burung endemis," kata pegiat konservasi itu.

 
Namun demikian, dari 416 jenis itu, terdapat 146 jenis burung yang terancam punah, sehingga dibutuhkan energi besar untuk menyelamatkannya.

Pada kegiatan Orientasi Wartawan Konservasi Alam (Owaka) 2015 di lembaga konservasi "ex-situ" (di luar habitat alami) Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu ia juga menyodorkan data bahwa Indonesia memiliki 1.666 jenis burung, yang menempatkan Indonesia sebagai nomor empat terbanyak di dunia.

Mengenai penyebab terancam punahnya ratusan burung jenis endemis itu, menurut Tony, antara lain karena rusak dan menyempitnya habitat serta akibat perburuan.

Ancaman lainnya adalah penangkapan berlebihan, perdagangan serta penyelundupan burung, terutama jenis-jenis eksotis.

"Khusus untuk burung kicauan (song bird), perburuan meningkat seiring dengan kebutuhan untuk hobiis dan lomba burung yang marak di berbagai kota," katanya pada kegiatan yang diikuti wartawan, penangkar, hobiis satwa, dan juga kepolisian itu.

Kanit V Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Mabes Polri AKBP Sugeng Irianto dalam forum itu mengemukakan bahwa bisnis penyelundupan satwa di dunia menempati urutan nomor 3 tindak kejahatan setelah narkoba dan perdagangan orang (trafficking).

Pihaknya menengarai maraknya penyelundupan satwa liar ke luar negeri karena masyarakat tergiur dengan harga yang tinggi.

Ia memberi contoh burung kicau yang harganya di Indonesia Rp500 ribu, namun di luar negeri bisa berkali-kali lipat hingga Rp5 juta.

Sedangkan jumlah kerugian negara akibat penyelundupan satwa liar, kata dia, saat ini belum/tidak ada angka pasti, karena dari anakan hingga dewasa harganya berbeda.

Pengurus "Kicau Mania", organisasi pecinta burung berkicau yang mengakui anggotanya mencapai 60 ribu orang di seluruh Nusantara, Giri Prakosa, mengatakan memelihara burung sudah menjadi budaya, industri, dan juga bermotif ekonomi.

"Transaksi burung ini bisa mencapai miliaran rupiah setiap bulannya," kata dia, seraya menambahkan sehingga tidak mengherankan permintaan untuk burung jenis ini tak pernah mati.

Tangkapan Alam Merujuk hasl survei yang dilakukan oleh Burung Indonesia bersama Universitas Oxford, Darwin Initiative bekerja sama dengan The Nielsen pada 2006, Tony Sumampau menyatakan sejumlah 58 persen kebutuhan satwa burung dipasok dari tangkapan dari alam.

Hasil tangkapan tersebut kebanyakan dipasok ke pasar burung.

Sedangkan organisasi "Traffic" menghimpun data di tiga pasar burung di Jakarta pada 2004, yang menyimpulkan 50 persen burung tangkapan yang dipasok ke pasar burung mati dalam waktu 24 jam.

Kematian itu terus berlanjut, hingga yang tersisa hidup hanya 20 persen.

Hasil studi pada jenis burung beo nias (Gracula robusta) itu tidak menutup kemungkinan pada burung jenis lain.

"Kini populasi beo nias sudah sangat kritis. Berdasarkan survei selama tiga bulan, di habitat aslinya tinggal 23 ekor saja," tuturnya.

Beo nias merupakan prioritas pertama dalam daftar 10 jenis burung kicauan yang diselamatkan yang ditetapkan dalam "Asian Song Bird Crisis" di Singapura, September 2010.

Sembilan jenis lainya yaitu jalak bali, jalak putih, jalak suren, murai batu medan, cucak rawa, ekek geling, poksai kuda, poksai sumatra, dan anis kembang.

Tony juga menyampaikan pada 30 September lalu, para pegiat konservasi diundang oleh Presiden Joko Widodo untuk diskusi soal konservasi.

Dari hasil pertemuan tersebut, Presiden mengambil langkah untuk fokus pada dua langkah nyata, yaitu fokus pada perbaikan dua kebun binatang milik pemerintah dan konservasi dua spesies grup.

"Salah satu spesies grup yang diutamakan adalah penyelamatan burung berkicau," katanya.

Burung kicauan belum ada yang mengurus sehingga terjadi penangkapan berlebihan karena bukan termasuk burung yang dilindungi.

Kegiatan Owaka 2015, berbeda dengan tahun sebelumnya, dihasilkan rekomendasi langkah penyelamatan burung berkicau.

Usulan itu disampaikan dengan tetap mewadahi kepentingan para "kicaumania", namun juga mengindahkan konservasi.

Rekomendasi tersebut antara lain usulan untuk membuat aturan berupa Keppres (keputusan presiden) tentang burung berkicau.

Selain itu juga mengatur bahwa burung yang dilombakan dan diperjualbelikan merupakan burung hasil penangkaran.

Usulan itu rencananya dilaksanakan dalam jangka waktu tiga tahun.

Bila berjalan baik, upaya penyelamatan burung endemis Indonesia akan menjadi cerita sukses lanjutan yang sebelumnya telah diukir pada jalak bali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan

Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:03 WIB

10 Arti Mimpi Menangkap Burung dengan Tangan Kosong Menurut Primbon dan Psikologi

10 Arti Mimpi Menangkap Burung dengan Tangan Kosong Menurut Primbon dan Psikologi

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Arti Burung Gagak Hinggap di Atas Atap Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Buruk?

Arti Burung Gagak Hinggap di Atas Atap Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Buruk?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang

Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Kisah Pip, Burung Kecil yang Mengajarkan Arti Kepedulian

Kisah Pip, Burung Kecil yang Mengajarkan Arti Kepedulian

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Arti Burung Gereja Masuk Rumah Malam Hari Menurut Primbon, Bakal Kedatangan Rezeki?

Arti Burung Gereja Masuk Rumah Malam Hari Menurut Primbon, Bakal Kedatangan Rezeki?

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 18:59 WIB

Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita

Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Burung Merpati di Langit Istana Telan Anggaran Rp305 Juta, Ini Rinciannya

Burung Merpati di Langit Istana Telan Anggaran Rp305 Juta, Ini Rinciannya

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI

Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:34 WIB

Terkini

Diteken di Bandung, IndonesiaMalaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Diteken di Bandung, IndonesiaMalaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar

Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar

Bali | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!

Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Bos Danantara Pandu Sjahrir Tak Bantah Miliki Saham di Supra Sekuritas

Bos Danantara Pandu Sjahrir Tak Bantah Miliki Saham di Supra Sekuritas

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang

Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:54 WIB

4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH

4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:52 WIB

PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar

PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Cara Menghentikan SMS Penawaran dan Spam Judi Online di HP, Ikuti Tips Ini

Cara Menghentikan SMS Penawaran dan Spam Judi Online di HP, Ikuti Tips Ini

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:38 WIB

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

×