Tanpa 5 Orang Ini, Pokemon Go Tak Akan Ada di Smartphone Anda

Ruben Setiawan | Suara.com

Sabtu, 30 Juli 2016 | 07:00 WIB
Tanpa 5 Orang Ini, Pokemon Go Tak Akan Ada di Smartphone Anda
Pokemon Go. (Shutterstock)

Suara.com - Siapa yang tak tahu Pokemon Go? Rasanya, hampir setiap manusia di dunia ini tahu, atau setidaknya pernah mendengar game yang sedang digandrungi di berbagai negara.

Sejak pertama kali dirilis secara resmi di Amerika Serikat dan Selandia Baru, popularitas Pokemon Go langsung meroket. Bahkan, para fans karakter Pokemon di segala penjuru dunia yang penasaran, mencoba berbagai cara untuk mengunduh dan memainkan game ini di negara masing-masing.

Hingga saat ini, Pokemon Go masih jadi sorotan menarik di dunia teknologi maupun di kalangan penggila game. Kegemaran orang terhadap game ini sepertinya belum mengendur pula.

Kesuksesan Pokemon Go tak lepas dari kerja keras Niantic Inc., sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak yang bermarkas di San Francisco, California, Amerika Serikat. Di perusahaan yang awalnya startup binaan Google inilah, Pokemon Go dilahirkan. Berikut ini adalah orang-orang hebat yang 'membidani' lahirnya Pokemon Go. Siapa saja?

John Hanke, awal dari segalanya



Kenapa John Hanke disebut "awal dari segalanya"? Jawabannya sederhana, sebab Pokemon Go tak akan pernah ada di smartphone Anda jika John Hanke tak pernah berpikir untuk mendirikan Niantic Labs, perusahaan yang menciptakan aplikasi-aplikasi eksperimental.

Niantic Labs, yang kemudian menjadi salah satu startup binaan Google, sebelumnya mengembangkan Ingress, game "augmented reality" yang membuat pemainnya seolah mengendalikan faksi-faksi virtual dalam smartphone Android mereka. Mereka bisa mempertemukan faksi-faksi tersebut di tempat-tempat umum dan mengadakan pertempuran.

Pokemon Go terlahir setelah Nintendo dan The Pokemon Company Group memutuskan berkolaborasi dengan Niantic. Perpaduan antara teknologi canggih yang dimiliki Niantic dengan popularitas franchise Pokemon yang mendunia, memberikan hasil yang amat masif.

John Hanke sendiri saat ini menjabat sebagai CEO Niantic. Sebelum mendirikan Niantic dan bergabung dengan Google, Hanke mendirikan dan memimpin perusahaan bernama Keyhole, Inc. Google mengakuisisi Keyhole pada tahun 2004. Produk utama Keyhole adalah Google Earth yang saat ini banyak digunakan sebagai panduan navigasi darat. Saat masih di Keyhole, penyandang gelar M.B.A. dari Haas School of Business University of California, Berkeley ini, selama beberapa tahun menjabat sebagai Wakil Direktur Manajemen Produk untuk divisi "Geo" Google, yang mencakup (Google Earth, Google Maps, Local, StreetView, Sketchup, dan Panoramio).

Mike Quingley, sang sales jempolan



Meski punya banyak fans di seluruh dunia, Pokemon Go tidak laris manis begitu saja. Tanpa strategi pemasaran yang tepat, Pokemon Go tentu akan sulit bersaing dengan game-game keren yang ada di pasaran.

Beruntung, Niantic, Inc., memiliki Mike Quigley di posisi Chief Marketing Officer alias Direktur Pemasaran. Quigley bertanggungjawab atas segala aspek pemasaran untuk Niantic dan aplikasi game yang mereka kembangkan, termasuk Pokemon Go. Di tangan Quigley, Niantic jadi salah satu perusahaan pengembang game yang diperhitungkan dalam waktu yang relatif singkat. Pasalnya, Niantic baru saja menjadi perusahaan mandiri sejak Oktober 2015, setelah melepas statusnya sebagai startup binaan Google.

Quigley sudah lama bermain di bidangpemasaran game. Sebelum di Niantic, ia menjadi Direktur Pemasaran Konsumen YouTube untuk kawasan Amerika bagian utara. Ia juga pernah menjadi sales platform pembayaran online Jambool.

Jebolan fakultas komunikasi University of Washington ini juga sebelas tahun lamanya menjadi Wakil Direktur Pemasaran Global di Electronic Arts, pembuat game tenar macam Battlefield, Dead Space, Dragon Age, Mass Effect, dan Rock Band. Quigley juga ternyata satu almamater dengan Hanke di Haas School of Business University of California, Berkeley.

Dennis Hwang, pemberi sentuhan seni



Di Niantic, Dennis Hwang memegang posisi "Director, Visual and Interaction Design". Dari jabatan mentereng itu, mungkin Anda bisa menebak-nebak apa yang dikerjakan Dennis di Niantic, Inc.

Ya, dia bertanggungjawab di divisi desain yang berarti dia terlibat dalam perancangan visual dari game Pokemon Go yang bisa kita lihat sekarang ini.

Dennis, yang lahir dengan nama Hwang Jeong-mok, merupakan seniman grafis asal Korea Selatan yang lahir di Knoxville, Tennessee, Amerika Serikat. Pada usia lima tahun, Dennis sempat pindah ke Korsel dan kembali lagi ke AS untuk bersekolah di sekolah menengah Bearden.

Anda bisa melihat karya-karya Dennis dalam bentuk doodle-doodle yang biasa ditampilkan Google di laman depannya pada kesempatan-kesempatan khusus. Awalnya, ia diminta dua pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page, untuk membuat logo Google dalam peringatan Bastille Day, 14 Juli 2000.

Sejak saat itu, Dennis bisa membuat hingga 50 logo Google dengan tema yang berbeda-beda dalam satu tahun. Namun, uniknya, posisi Dennis sebenarnya saat itu adalah "webmaster" yang bertanggungjawab atas segala konten internasional dari Google.

Junichi Masuda, sang komposer



Pernah bayangkan game Pokemon Go tanpa musik? Yang pasti jadi terasa hambar ketika dimainkan.

Itu sebabnya Niantic meng-hire seorang penata musik yang bukan orang sembarangan. Dia adalah Junichi Masuda, seorang komposer musik video game yang terkenal lewat seri game Pokemon.

Nama Junichi sudah malang melintang di dunia pembuatan game sejak tahun 1989. Namun, sosoknya lebih melekat dengan game Pokemon yang mulai ia garap musiknya sejak tahun 1996, lewat proyek Pokemon Red and Blue.

Dan, untuk Pokemon Go, Junichi kembali dilibatkan. Lelaki yang lahir di Yokohama 48 tahun silam ini memang sejak awal berkarier di Game Freak, perusahaan pembuat game yang mengembangkan Pokemon.

Satoshi Tajiri, "Bapak" Pokemon

"Bapak" Pokemon mungkin julukan yang paling tepat untuk Satoshi Tajiri. Tajiri adalah desainer game Jepang yang menggagas dan menciptakan karakter Pokemon untuk pertama kalinya. Tajiri pulalah, pendiri Game Freak, perusahaan pengembang game yang memproduksi dan memasarkan game Pokemon.

Mungkin baru sedikit yang tahu, bahwa lelaki kelahiran 28 Agustus 1965 ini gemar mengkoleksi serangga semasa kecilnya. Ia sampai mendapat julukan "Dr.Kumbang" oleh anak-anak lain karena hobinya itu.

Pemekaran wilayah permukiman di Jepang membuat habitat serangga berkurang drastis. Itu sebabnya, ia lalu terpikir untuk membuat game yang membuat anak-anak kecil merasa bisa menangkap dan mengumpulkan serangga. Motivasi itulah yang menginspirasi Tajiri untuk menciptakan karakter dan game Pokemon.

Perlu diketahui juga, karakter Ash Ketchum (Satoshi dalam Bahasa Jepang), merupakan representasi diri Tajiri saat masih kecil.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pokemon GO Tunjukkan Inovasi Teknologi AR untuk Dorong Gaya Hidup Aktif dan Sehat

Pokemon GO Tunjukkan Inovasi Teknologi AR untuk Dorong Gaya Hidup Aktif dan Sehat

Tekno | Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:33 WIB

Mengenal Komunitas Jogja Raid Hunter: Dari Berburu Pokemon hingga Bangun Persahabatan

Mengenal Komunitas Jogja Raid Hunter: Dari Berburu Pokemon hingga Bangun Persahabatan

Your Say | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 11:11 WIB

Cara Dapatkan Koleksi Pokmon Legendaris di Pokmon GO

Cara Dapatkan Koleksi Pokmon Legendaris di Pokmon GO

Tekno | Selasa, 06 Februari 2024 | 14:27 WIB

Seru Banget! Kolaborasi McDonald's dan Pokemon Go Hadirkan Pengalaman Menarik untuk Pelanggan

Seru Banget! Kolaborasi McDonald's dan Pokemon Go Hadirkan Pengalaman Menarik untuk Pelanggan

Lifestyle | Rabu, 23 Agustus 2023 | 13:24 WIB

Melihat Serunya Para Trainer Bertanding di Pokemon World Championship

Melihat Serunya Para Trainer Bertanding di Pokemon World Championship

Foto | Minggu, 13 Agustus 2023 | 17:52 WIB

4 Rekomendasi Game Open World Ini Seru untuk Dimainkan, Ada Pokemon!

4 Rekomendasi Game Open World Ini Seru untuk Dimainkan, Ada Pokemon!

Your Say | Senin, 06 Maret 2023 | 09:18 WIB

Cara Menggunakan Fake GPS di Android dan iPhone

Cara Menggunakan Fake GPS di Android dan iPhone

Tekno | Senin, 16 Januari 2023 | 06:00 WIB

Sambut Hari Komunitas Desember 2022, Pokmon Festival Hadir di PIK Jakarta

Sambut Hari Komunitas Desember 2022, Pokmon Festival Hadir di PIK Jakarta

Press Release | Senin, 12 Desember 2022 | 21:00 WIB

Gamers,  Mulai Hari Ini Pokemon Go Miliki Versi Bahasa Indonesia, Lho!

Gamers, Mulai Hari Ini Pokemon Go Miliki Versi Bahasa Indonesia, Lho!

Tekno | Rabu, 30 November 2022 | 17:10 WIB

Gegara Pokemon Go Lelaki Sepuh Ini Terancam Masuk Bui

Gegara Pokemon Go Lelaki Sepuh Ini Terancam Masuk Bui

Tekno | Senin, 31 Oktober 2022 | 08:51 WIB

Terkini

iQOO Pad 6 Pro Andalkan Chipset Terkencang Snapdragon, Harga Tembus Rp11 Jutaan

iQOO Pad 6 Pro Andalkan Chipset Terkencang Snapdragon, Harga Tembus Rp11 Jutaan

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:20 WIB

Axioo Gandeng Primacom Bangun Infrastruktur AI Lokal, Dorong Kedaulatan Data Indonesia

Axioo Gandeng Primacom Bangun Infrastruktur AI Lokal, Dorong Kedaulatan Data Indonesia

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:58 WIB

Acer Rilis Laptop AI Swift Series Terbaru, Copilot+ PC Tipis dengan Baterai Tahan 26 Jam

Acer Rilis Laptop AI Swift Series Terbaru, Copilot+ PC Tipis dengan Baterai Tahan 26 Jam

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:35 WIB

Vivo Y600 Turbo Debut 25 Mei dengan Baterai Jumbo, Vivo Y500 Bersiap ke Indonesia

Vivo Y600 Turbo Debut 25 Mei dengan Baterai Jumbo, Vivo Y500 Bersiap ke Indonesia

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:19 WIB

Spesifikasi iQOO 15T: Usung Dimensity 9500 Monster Edition dan Kamera 200 MP

Spesifikasi iQOO 15T: Usung Dimensity 9500 Monster Edition dan Kamera 200 MP

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:20 WIB

Setelah Bertahun-tahun Hilang, Fortnite Resmi Kembali ke App Store

Setelah Bertahun-tahun Hilang, Fortnite Resmi Kembali ke App Store

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:54 WIB

7 Pilihan HP Snapdragon RAM 12 GB Anti Lemot untuk Gaming

7 Pilihan HP Snapdragon RAM 12 GB Anti Lemot untuk Gaming

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:50 WIB

POCO Pad C1 Muncul di Situs Resmi, Tablet Murah Terbaru Bersiap ke Indonesia

POCO Pad C1 Muncul di Situs Resmi, Tablet Murah Terbaru Bersiap ke Indonesia

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:20 WIB

7 HP Snapdragon 8 Elite Gen 5, Performa Gahar untuk Gaming dan Multitasking

7 HP Snapdragon 8 Elite Gen 5, Performa Gahar untuk Gaming dan Multitasking

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:07 WIB

Resmi Tantang Xiaomi 15T Pro, iQOO 15T Andalkan Chip Flagship Terbaru dan RAM 16 GB

Resmi Tantang Xiaomi 15T Pro, iQOO 15T Andalkan Chip Flagship Terbaru dan RAM 16 GB

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:05 WIB