Misteri Kembaran Bumi Terungkap, Gerbang Perjumpaan dengan Alien?

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 25 Agustus 2016 | 19:42 WIB
Misteri Kembaran Bumi Terungkap, Gerbang Perjumpaan dengan Alien?
Sebuah ilustrasi yang menggambarkan planet Proxima b yang sedang mengorbiti bintang Proxima Centauri (Reuters).

Suara.com - Kabar tentang penemuan planet kembaran Bumi yang terletak bersisian dengan tata surya kita rupanya bukan isapan jempol belaka. Para ilmuwan dalam jurnal Nature edisi pekan ini mengumumkan telah menemukan Proxima b, sebuah planet mirip Bumi yang diyakini bisa mendukung kehidupan atau bahkan didiami alien.

Sebelumnya pada awal Agustus media Jerman, Del Spiegel, melaporkan bahwa para astronom Eropa diam-diam berhasil mendeteksi sebuah planet mirip Bumi di sistem bintang Alpha Centauri, yang letaknya relatif lebih dekat dengan sistem tata surya kita.

Dalam jurnal yang terbit Rabu (24/8/2016), para ilmuwan menjelaskan bahwa Proxima b berjarak 4,2 tahun cahaya atau sekitar 40 triliun kilometer dari Bumi. Ia adalah kembaran Bumi paling dekat yang pernah diketahui para ilmuwan.

"Sistem tata surya ini jauh lebih dekat ketimbang sistem lain yang kita tahu, sehingga lebih mudah untuk menelitinya lebih rinci," kata Ansgar Reiners dari Universitas Gottingen, Jerman dalam jumpa pers.

Ada Air yang Mengalir

Proxima b, yang mengorbiti sebuah bintang kerdil redup bernama Proxima Centauri, pertama kali ditemukan pada 2013. Tim yang terdiri dari 31 ilmuwan kemudian mengamati planet itu menggunakan perangkat teleskop di European Southern Observatory di Chile.

Mereka secara khusus memperhatikan perubahan warna cahaya yang dipancarkan oleh Proxima Centauri, salah satu bintang dalam sistem Alpha Centauri.

Perubahan warna cahaya ini disebabkan oleh gaya tarik menarik antara Proxima b dengan Proxima Centauri. Hasil analisis atas perubahan cahaya itu menunjukkan bahwa Proxima b hanya butuh waktu 11 hari untuk mengelilingi mataharinya - bandingkan dengan Bumi yang butuh 365 hari.

Dengan kata lain satu tahun di Proxima b lamanya hanya 11 hari. Ini juga berarti jarak Proxima b dengan Proxima Centauri, lebih dekat ketimbang jarak antara Bumi dengan Matahari. Jarak Proxima b ke Proxima Centauri diperkirakan hanya 7,08 juta km.

Akan tetapi, ukuran Proxima Centauri sangat kecil dan jauh lebih redup ketimbang Matahari kita. Dengan demikian, para ilmuwan yakin ada air yang mengalir di permukaan Proxima b - bukan hanya dalam bentuk uap atau es.

"Kemungkinan besar planet itu bisa didiami, seperti Bumi saat ini," kata Pedro Amado, astronom dari Instituto de Astrofisica de Andalucia, di  Granada, Spanyol.

Tetapi para ilmuwan belum sepenuhnya yakin apakah bintang kerdil seperti Proxima Centauri mampu mendukung kehidupan. Planet yang berada terlalu dekat dengan bintang induknya akan terpapar energi radiasi 100 kali lebih besar ketimbang yang diterima Bumi dari Matahari.

Meski demikian perlu ditegaskan bahwa para ilmuwan sendiri belum bisa memastikan dan masih berdepat tentang efek negatif dari energi radiasi tersebut terhadap kehidupan.

Bumi sendiri dibentengi oleh bidang magnetik dan atsmosfer dari energi radiasi Matahari. Para ilmuwan belum mengetahui apakah Proxima b juga memiliki dua tameng tadi.

Dekat, Tapi Belum Terjangkau

Sebelum Proxima b, planet mirip Bumi terdekat yang pernah ditemukan para ilmuwan adalah Wolf 1061. Ia berjarak 14 tahun cahaya dari Bumi.

Pada 2015 lalu para ilmuwan juga menemukan Kepler 425b yang juga mirip Bumi dan diyakini bisa menyokong kehidupan. Hanya saja jaraknya 1.400 tahun cahaya dari Bumi.

Dengan teknologi roket antariksa yang dimilik manusia saat ini, jangankan Wolf 1061 atau Kepler 425b, Proxima b juga belum bisa dicapai dalam waktu dekat.

Para peneliti juga menduga bahwa Proxima b tidak mengorbiti Proxima Centauri sendirian.

"Kami curiga, ada sinyal lain di sekitar bintang itu," kata Reiners.

Karenanya para ilmuwan akan menggelar penelitian lanjutan untuk mengetahui keberadaan planet lain yang menemani Proxima b. Para astronom juga akan terus mempelajari planet itu untuk mencari keberadaan atmosfer dan zat-zat kimia pemicu kehidupan seperti metana di Proxima b.

Penemuan ini juga akan mendorong realisasi proyek pengembangan sebuah miniatur pesawat antariksa bertenaga laser yang mampu mencapai Alpha Centauri dalam 20 tahun. Proyek ini digagas oleh konglomerat Rusia, Yuri Milner pada April lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fakta 'Planet Bumi Kedua' yang Ditemukan oleh NASA Baru-baru Ini

Fakta 'Planet Bumi Kedua' yang Ditemukan oleh NASA Baru-baru Ini

Your Say | Kamis, 12 Januari 2023 | 08:19 WIB

Terkini

Berapa Harga GTA 6? CEO Take-Two Buka Suara Soal 'Banderol Wajar'

Berapa Harga GTA 6? CEO Take-Two Buka Suara Soal 'Banderol Wajar'

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 17:06 WIB

Dompet Digital Kini Tak Sekadar Bayar, Poin Transaksi Bisa Jadi Emas

Dompet Digital Kini Tak Sekadar Bayar, Poin Transaksi Bisa Jadi Emas

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 16:11 WIB

Segera Rilis: Fitur dan Varian Warna Motorola Razr 70 Series Terungkap

Segera Rilis: Fitur dan Varian Warna Motorola Razr 70 Series Terungkap

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 16:00 WIB

Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia

Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 15:22 WIB

63 Kode Redeem FF Max Terbaru 29 April 2026: Sikat Luck Royale, AK47 Golden, dan Kagura

63 Kode Redeem FF Max Terbaru 29 April 2026: Sikat Luck Royale, AK47 Golden, dan Kagura

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 15:01 WIB

Spesifikasi Redmi Pad 2 9.7: Tablet Murah dengan Layar 2K dan Chipset Snapdragon

Spesifikasi Redmi Pad 2 9.7: Tablet Murah dengan Layar 2K dan Chipset Snapdragon

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 15:00 WIB

Komdigi Siapkan Roadmap Data Center, Indonesia Timur Jadi Target Baru Infrastruktur Digital

Komdigi Siapkan Roadmap Data Center, Indonesia Timur Jadi Target Baru Infrastruktur Digital

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 14:27 WIB

5 HP Rp1 Jutaan untuk Orang Tua yang Pas buat Multitasking

5 HP Rp1 Jutaan untuk Orang Tua yang Pas buat Multitasking

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 13:29 WIB

7 Rekomendasi Gimbal Stabilizer HP Terbaik, Hasil Video Anti Goyang Sekelas Profesional

7 Rekomendasi Gimbal Stabilizer HP Terbaik, Hasil Video Anti Goyang Sekelas Profesional

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 13:07 WIB

HP Infinix RAM 8GB Berapa Harganya? Ini Daftar 9 Tipe Terlaris

HP Infinix RAM 8GB Berapa Harganya? Ini Daftar 9 Tipe Terlaris

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 13:05 WIB