Tingkatkan Keamanan, Pengemudi Uber Harus Foto Selfie

Dythia Novianty

Minggu, 25 September 2016 | 02:32 WIB
Tingkatkan Keamanan, Pengemudi Uber Harus Foto Selfie
Ilustrasi aplikasi Uber. (Huffingtonpost)

Suara.com - Uber mengumumkan akan meminta para pengendaranya untuk mengambil foto selfie sebelum menandatangani ke platform dan menerima permintaan. Fitur baru, yang disebut Pemeriksaan ID Real-Time, digambarkan sebagai cara mencegah penipuan dan melindungi akun pengendara.

Namun, beberapa kritikus mengatakan ini merupakan pengakuan Uber bahwa beberapa pengendaranya tidak pernah dilakukan pemeriksaan latar belakang. Ini juga merupakan cara perusahaan menarik pernyataan dimana sejak lama menolak langkah-langkah keamanan, seperti sidik jari pengendara untuk memeriksa catatan kriminal.

Uber mengatakan bahwa di bawah persyaratan baru, pengemudi akan diminta secara berkala mengambil selfie di aplikasi sebelum mereka menerima pannggilan.

"Kami menggunakan Layanan Cognitive Microsoft untuk langsung membandingkan foto ini dengan yang sesuai pada akun di file," tulis kepala petugas keamanan Uber Joe Sullivan dalam posting blog.

"Jika dua foto tidak cocok, akun tersebut diblokir sementara sementara kita melihat ke dalam situasi," tambahnya.

Sullivan menuturkan, lebih dari 99 persen dari pengendara akhirnya diverifikasi.

"Mengingat bahwa verifikasi hanya membutuhkan beberapa detik untuk menyelesaikan, fitur ini secara proaktif dan efisien membangun keamanan lebih ke dalam aplikasi," jelas dia.

Ketentuan ini secara tidak langsung mengungkapkan bahwa pengendara Uber kerap bertukar akun.

"Uber mengakui pengendara berbagi akun mereka dan ini upaya perusahaan untuk mengurangi praktek tersebut," ujar David Sutton, seorang juru bicara untuk "Siapa Mengantar Anda?"

"Meskipun proses penyaringan Uber ini menuai kritik, perusahaan tersebut mengakui ada pengendara yang tidak pernah dilakukan pemeriksaan latar belakang," katanya.

Sebelum mereka mulai mengemudi untuk Uber, penguji diwajibkan menyerahkan nama lengkap, tanggal lahir, nomor jaminan sosial, nomor SIM, salinan SIM mereka, STNK, asuransi, dan bukti dari pemeriksaan kendaraan.

Perusahaan tidak mengumpulkan sidik jari dari pengendara, juga tidak memerlukan interaksi tatap muka dengan pengendara, sebelum mengizinkan mereka mulai menerima tarif. Uber berpendapat bahwa sidik jari akan memperlambat proses pengoperasian dan mencegah para pengendara kehilangan omset tinggi. (The Verge)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Acungkan Pistol Mainan ke Penumpang, Sopir Uber Ditangkap

Acungkan Pistol Mainan ke Penumpang, Sopir Uber Ditangkap

News | Kamis, 07 Juli 2016 | 16:38 WIB

Pesan Taksi Online Dapat Makan Siang Gratis

Pesan Taksi Online Dapat Makan Siang Gratis

Tekno | Selasa, 21 Juni 2016 | 16:45 WIB

Mobil Uber dan Grab yang Belum Lengkapi Izin Bakal Dikandangkan

Mobil Uber dan Grab yang Belum Lengkapi Izin Bakal Dikandangkan

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 20:14 WIB

Kolaborasi Toyota dan Uber Diwujudkan di Paruh Kedua 2016

Kolaborasi Toyota dan Uber Diwujudkan di Paruh Kedua 2016

Otomotif | Kamis, 26 Mei 2016 | 13:30 WIB

Toyota Investasi di Uber, Permudah Pengemudi Beli Mobil

Toyota Investasi di Uber, Permudah Pengemudi Beli Mobil

Otomotif | Rabu, 25 Mei 2016 | 13:07 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×