Ini yang Menentukan Cocok Tidaknya DNA Anak dengan Orangtua

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 04 Oktober 2016 | 13:24 WIB
Ini yang Menentukan Cocok Tidaknya DNA Anak dengan Orangtua
Ilustrasi DNA manusia. (Shutterstock)

Suara.com - Pemeriksaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) kerap dijadikan sarana untuk mengetahui status pertalian darah antara anak dengan orangtua. Jika merunut pada perseteruan antara Mario Teguh dan Ario Kiswinar Teguh, lelaki yang mengaku anak biologis Mario, maka jawabannya bisa diketahui melalui tes DNA.

Peneliti senior DNA Forensik dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Dr Herawati Sudoyo, MD, PhD, mengatakan proses pemeriksaan DNA tak terlalu sulit. Ia menambahkan untuk menjalani tes DNA, bisa dilakukan dengan mengambil sampel darah dari anak, terduga ayah dan terduga ibu.

Selanjutnya, lanjut Prof. Herawati, tim penganalisa akan mengisolasi DNA untuk mengetahui genotyping ketiga DNA tersebut. Ia menambahkan dalam DNA manusia terdapat genetic marker yang biasanya terdapat dalam bentuk pasangan atau nukleotida berulang.

"Di dalam DNA ada tempat-tempat yang berulang urutan datanya. Dan itu berbeda antara satu individu dengan individu lainnya," ujar Prof Herawati yang juga menjabat sebagai Deputi Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, saat dihubungi Suara.com, Senin (3/10/2016).

Ia menambahkan, dari perulangan nukleotida tersebut, bisa dilihat ada tidaknya kecocokan anak tersebut dengan terduga ayah dan ibunya. Pasalnya, kata Prof. Herawati, perulangan nukleotida yang sama dengan jumlah yang sama harus dijumpai pada ayah atau ibunya, jika benar anak tersebut adalah anak kandung dari terduga orangtua.

"Ibu dan ayah memberikan setengah kromosom ke anaknya. Berarti anaknya dapat separuh dari keduanya. Kalau ada marker yang tidak cocok pada ayah atau ibunya, maka anak tersebut bukan anak biologis dari orangtua yang disangka ayah atau ibunya," imbuhnya.

Pemeriksaan DNA, tambah Prof. Herawati, bisa dilakukan di dalam maupun luar negeri, karena menggunakan metode analisa yang sama. Di Indonesia, khususnya Jakarta, tambah dia, tes DNA bisa dilakukan di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Kedokteran Kepolisian, dan Mabes Polri.

Namun jika masih belum percaya dengan hasil tes DNA pertama, seseorang bisa melakukan tes kedua di laboratorium berbeda.

"Kalau nggak percaya hasil pertama, bisa dilakukan secondary option. Jadi tes DNA kedua di laboratorium berbeda. Tapi meski demikian semua laboratorium menerapkan standar yang sama dalam memeriksa marker tersebut," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kiswinar Bantah Gagal Laporkan Mario Teguh ke Polisi

Kiswinar Bantah Gagal Laporkan Mario Teguh ke Polisi

Entertainment | Selasa, 04 Oktober 2016 | 11:25 WIB

Pengacara: Linna, Istri Mario Teguh Dulunya Selingkuhan

Pengacara: Linna, Istri Mario Teguh Dulunya Selingkuhan

Entertainment | Selasa, 04 Oktober 2016 | 10:42 WIB

Kisruh Mario Teguh-Kiswinar, Ini Kata Peneliti DNA

Kisruh Mario Teguh-Kiswinar, Ini Kata Peneliti DNA

Tekno | Selasa, 04 Oktober 2016 | 08:13 WIB

Terkini

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

×