Array

Amerika Akan Bangun Gerbang ke Mars di Bulan

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 12 Mei 2017 | 19:39 WIB
Amerika Akan Bangun Gerbang ke Mars di Bulan
Planet Mars dalam gambar resolusi tinggi yang diambil oleh NASA. [shutterstock]

Suara.com - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, pada pekan ini mengungkap detil rencananya untuk mengirim manusia pertama ke Mars pada dekade 2030an.

Berbicara dalam arena "2017 Humans to Mars Summit" di Washington, yang berlangsung dari 9-11 Mei kemarin, NASA membeberkan bahwa rencana perjalanan ke Mars akan digelar dalam dua fase.

Fase pertama adalah membangun apa yang disebutnya sebagai "Deep Space Gateway" (DSG), sebuah gerbang menuju Mars. Gerbang ini akan berbentuk sebuah stasiun antariksa kecil yang ditempatkan di orbit bulan.

Selain itu NASA akan membangun sebuah kendaraan antariksa bernama "Deep Space Transport" (DST). Pesawat ini, yang bisa digunakan berulang kali, akan digunakan untuk membawa para astronot ke Mars dan memulangkan mereka kembali ke DSG.

Sementara dalam fase kedua lebih banyak soal DST. Dalam fase ini para insinyur dan ilmuwan NASA akan menguji kemampuan DST, sebelum pesawat itu menjalankan misi perdana melintas tata surya kita dan mendaratkan manusia pertama di permukaan Mars.

Rencananya NASA akan mengirim misi berawak ke bulan pada akhir dekade 2020. Rencananya misi yang berlangsung selama setahun itu akan dimulai pada 2027.

Dua Fase

Greg Williams, deputi direktorat eksplorasi dan misi operasi manusia NASA, menjelaskan bahwa stasiun DSG akan dimanfaatkan sebagai tempat untuk menguji teknologi yang akan digunakan dalam perjalanan menuju Mars.

DSG akan dibekali dengan sebuah modul yang menjadi tempat tinggal para astronot selama berada di orbit bulan. Semua perangkat ini akan dikirim ke orbit bulan dalam empat misi berbeda selama 2018-2026. Ini adalah akhir dari fase pertama.

Di fase kedua, yang akan dimulai pada 2027, NASA akan mengirim sebuah roket raksasa yang akan mengangkut modul terakhir dari peranti yang akan digunakan dalam misi ke Mars. Modul terakhir itu tak lain adalah DST, pesawat yang akan digunakan untuk bertualang ke Mars.

Setelahnya, NASA akan mulai menggelar misi berawak di sekitar bulan yang berlangsung selama setahun. Selain itu NASA juga akan mengirim sejumlah peralatan yang akan dibutuhkan dalam perjalanan ke Mars pada 2030an ke DSG.

Misi selama setahun di orbit bulan dan di area antara bulan dan Bumi, jelas Williams, bertujuan untuk mengetes kemampuan DST dan awaknya sebelum benar-benar berangkat ke bulan.

"Jika kami bisa menggelar misi berawak selama setahun di DST, di ruang antara Bumi dan bulan, maka kami cukup yakin bisa mengirim benda itu, dengan awaknya, dalam misi selama 1000 hari ke Mars dan sebaliknya," ujar Williams. (Tech Times)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI