Facebook Janji Bakal Jadi "Musuh" Teroris

Dythia Novianty

Senin, 05 Juni 2017 | 10:14 WIB
Facebook Janji Bakal Jadi "Musuh" Teroris
Logo Facebook. [Shutterstock]

Suara.com - Media sosial kerap digunakan teroris menyebarkan misinya. Facebook dengan tegas menyatakan ingin menjadi platform media sosial sebagai "lingkungan tidak bersahabat" bagi teroris.

Pernyataan ini keluar setelah penyerangan di London yang menewaskan tujuh orang dan puluhan lainnya luka-luka. Serangan tersebut juga mendorong Perdana Menteri Inggris Theresa May menuntut tindakan tegas dari perusahaan internet khususnya media sosial.

Tiga penyerang menabrakkan sebuah helikopter yang disewa ke pejalan kaki di Jembatan London dan penikaman di dekatnya pada Sabtu malam, yang diklaim dilakukan ISIS.

May menanggapi serangan tersebut dengan meminta perombakan strategi yang digunakan untuk memerangi ekstremisme. Termasuk tuntutan akan peraturan internasional yang lebih besar mengenai internet. Dia mengatakan bahwa perusahaan internet sebagian besar bertanggung jawab karena memberikan ruang bagi perkembangan ideologi ekstrim.

Facebook pada hari Minggu mengatakan bahwa pihaknya mengutuk serangan London.

"Kami ingin Facebook menjadi lingkungan yang tidak bersahabat bagi teroris," kata Simon Milner, selaku Direktur Kebijakan Facebook dalam sebuah pernyataan.

"Dengan menggunakan kombinasi teknologi dan ulasan manusia, kami bekerja secara agresif untuk menghapus konten teroris dari platform kami segera setelah kami menyadari hal itu. Dan jika kami mengetahui adanya keadaan darurat yang akan membahayakan keselamatan seseorang, kami memberi tahu penegak hukum," bebernya.

Sebelumnya, May memberikan tekanan pada perusahaan internet untuk lebih bertanggung jawab atas konten yang diposting di layanan mereka. Bulan lalu dia berjanji, jika dia memenangkan pemilihan yang akan datang, akan membangun kekuatan untuk membuat perusahaan membayar biaya pemolisian internet dengan pungutan industri.

Tidaknya hanya Facebook, Twitter juga mengatakan bahwa pihaknya berupaya mengatasi penyebaran propaganda militan di situsnya.

baca juga

"Konten teroris tidak memiliki tempat di Twitter," kata Nick Pickles sebagai Kepala Kebijakan Publik Amerika Serikat Twitter, dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan berlogo burung biru itu pada paruh kedua tahun 2016 telah menangguhkan hampir 400.000 akun.

"Kami terus memperluas penggunaan teknologi sebagai bagian dari pendekatan sistematis untuk menghapus jenis konten ini," pungkasnya. [Japan Times]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelaku Teror London Sebut Ini untuk Islam

Pelaku Teror London Sebut Ini untuk Islam

News | Senin, 05 Juni 2017 | 09:04 WIB

Pascateror London, PM Inggris Bakal Perketat Aturan Medsos

Pascateror London, PM Inggris Bakal Perketat Aturan Medsos

Tekno | Senin, 05 Juni 2017 | 08:58 WIB

Teror di London, Kicauan Trump Ini "Bikin Beda" AS di Mata Dunia

Teror di London, Kicauan Trump Ini "Bikin Beda" AS di Mata Dunia

Tekno | Senin, 05 Juni 2017 | 07:15 WIB

Terkini

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 21:53 WIB

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:50 WIB

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:23 WIB

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 21:16 WIB

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:15 WIB

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

Jenderal Listyo Sigit Cs Tersangka Penyadapan Presiden, DPR Minta Proses Hukum Transparan

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:14 WIB

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Tanpa Shin Tae-yong, Persija Gagal Kalahkan PSMS Medan di League Cup

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 21:11 WIB

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

Sadap Telepon Presiden, Jenderal Listyo Sigit Cs Bisa Dijerat Pasal Makar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:09 WIB

×