Akui Telat Merespon, Telegram Bikin Jalur Report untuk Kominfo

Dythia Novianty

Minggu, 16 Juli 2017 | 13:22 WIB
Akui Telat Merespon, Telegram Bikin Jalur Report untuk Kominfo
Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov. [Akun Instagram Durov/screenshot]

Suara.com - Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Telegram, Pavel Durov mengambil sikap terbuka atas keputusan Kominfo yang memblokir aplikasi tersebut. Pihaknya membentuk saluran komunikasi langsung kepada pihak Kominfo Indonesia.

"Saya mengirim email ke Kementerian untuk membentuk saluran komunikasi langsung, yang memungkinkan kami bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan menghalangi propaganda teroris di masa depan," ujarnya melalui akun pribadinya.

Diakui Durov, pengguna Telegram di Indonesia sudah banyak dan menjadikan Tanah Air pasar potensial untuk perkembangan aplikasinya. Untuk itu, pihaknya ingin memiliki pemahaman lebih luas seputar Indonesia dalam memerangi terorisme.

"Kami membentuk tim moderator yang berdedikasi dengan pengetahuan bahasa dan budaya Indonesia untuk dapat memproses laporan konten yang berhubungan dengan teroris lebih cepat dan akurat," kata dia.

Bahkan, Telegram pun mengambil sikap tegas dengan memblokir semua saluran publik terkait teroris, yang sebelumnya telah dilaporkan kepada kami oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia.

Secara terbuka, Durov mengakui pihaknya terlalu lama merespon Kominfo Indonesia.

"Ternyata pejabat Kementerian baru-baru ini mengirimi kami daftar saluran publik dengan konten terkait terorisme di Telegram, dan tim kami tidak dapat segera memprosesnya dengan cepat," akunya.

Dari pernyatannya ini, Durov pun menegaskan, Telegram bukan teman teroris.

"Sebenarnya, setiap bulan kami memblokir ribuan saluran publik ISIS dan mempublikasikan hasil karya ini di @isiswatch. Kami terus berusaha untuk lebih efisien dalam mencegah propaganda teroris, dan selalu terbuka terhadap gagasan tentang bagaimana menjadi lebih baik dalam hal ini," bebernya.

baca juga

Untuk lebih memperlancar proses pembentukan jalur pelaporan ini, Durov telah mengirimkan email dan menantikan respon Kominfo.

"Saya mengirim email ke Kementerian saran saya di atas untuk mendengar umpan balik mereka. Saya yakin kita dapat secara efisien membasmi propaganda teroris tanpa mengganggu penggunaan Telegram yang sah oleh jutaan orang Indonesia," pungkasnya.

Sebelumnya, CEO Telegram ini sempat mempertanyakan kebijakan pemerintah Indonesia yang memblokir layanan aplikasi telegram melalui komputer. Menurutnya, pihak Telegram tidak pernah menerima permintaan atau protes dari Pemerintah Indonesia mengenai alasan dilakukannya tindakan pemblokiran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkominfo: Saya Punya Bukti 'Telegram' Digunakan Teroris

Menkominfo: Saya Punya Bukti 'Telegram' Digunakan Teroris

Tekno | Sabtu, 15 Juli 2017 | 10:16 WIB

CEO Telegram Protes Pemblokiran Telegram di Indonesia

CEO Telegram Protes Pemblokiran Telegram di Indonesia

Tekno | Jum'at, 14 Juli 2017 | 23:23 WIB

Operator Seluler Siap Blokir Aplikasi Telegram

Operator Seluler Siap Blokir Aplikasi Telegram

Tekno | Jum'at, 14 Juli 2017 | 21:35 WIB

Analis Terorisme: Pemblokiran Telegram Tak Pengaruhi ISIS

Analis Terorisme: Pemblokiran Telegram Tak Pengaruhi ISIS

Tekno | Jum'at, 14 Juli 2017 | 21:20 WIB

Telegram Diblokir, Ini Penjelasan Kominfo

Telegram Diblokir, Ini Penjelasan Kominfo

Tekno | Jum'at, 14 Juli 2017 | 18:38 WIB

Kominfo Blokir Layanan Telegram

Kominfo Blokir Layanan Telegram

Tekno | Jum'at, 14 Juli 2017 | 17:14 WIB

Terkini

Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY, Media Sosial Riuh Isu Pemakzulan Wapres Pekan Depan

Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY, Media Sosial Riuh Isu Pemakzulan Wapres Pekan Depan

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:07 WIB

Persib Bandung Lolos 16 besar ACL Two, Bobotoh: Juara Deui, Kudu Asia!

Persib Bandung Lolos 16 besar ACL Two, Bobotoh: Juara Deui, Kudu Asia!

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 18:05 WIB

Peringatan Keras Pramono Anung ke Ribuan ASN Baru Jakarta: Jangan Seenaknya Main Medsos!

Peringatan Keras Pramono Anung ke Ribuan ASN Baru Jakarta: Jangan Seenaknya Main Medsos!

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:05 WIB

Soal Pengerahan Pasukan TNI ke Jakarta, DPR Minta Publik Tak Berspekulasi

Soal Pengerahan Pasukan TNI ke Jakarta, DPR Minta Publik Tak Berspekulasi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:01 WIB

Kisah Tanah Jawa: Mengungkap Mitos dan Sejarah Kelam di Balik Pulau Jawa

Kisah Tanah Jawa: Mengungkap Mitos dan Sejarah Kelam di Balik Pulau Jawa

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:00 WIB

Buntut Kasus Penyadapan Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Resmi Dicopot

Buntut Kasus Penyadapan Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Resmi Dicopot

Video | Rabu, 04 November 2026 | 18:00 WIB

Kenapa Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Dituding Mengarah ke Aksi Makar?

Kenapa Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Dituding Mengarah ke Aksi Makar?

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:59 WIB

KPK Masih Dalami Aliran Uang yang Dikumpulkan Orang Kepercayaan Nusron Wahid

KPK Masih Dalami Aliran Uang yang Dikumpulkan Orang Kepercayaan Nusron Wahid

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:58 WIB

Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Kaltim Masih Terus Meningkat

Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Kaltim Masih Terus Meningkat

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:55 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo: DPR Ingatkan Jangan Cuma Fokus Pidana, Etik Juga Harus Jalan

Kasus Penyadapan Prabowo: DPR Ingatkan Jangan Cuma Fokus Pidana, Etik Juga Harus Jalan

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:55 WIB

×