Lima Kesalahan Keamanan yang Sering Dilakukan, Anda Nomor Berapa?

Dythia Novianty

Kamis, 05 Oktober 2017 | 06:45 WIB
Lima Kesalahan Keamanan yang Sering Dilakukan, Anda Nomor Berapa?
Ilustrasi berselancar di dunia maya. [Shutterstock]

 2. Tidak melindungi layar kunci ponsel

Begitu seseorang melewati layar kunci di ponsel Anda, mereka dapat melihat ke Facebook, membaca email, memasukkan spam ke kontak dan mungkin memesan sejumlah barang elektronik dari Amazon. Meski begitu, sebanyak 15 persen pengguna masih tidak melindungi ponsel mereka dengan PIN atau beberapa metode identifikasi biometrik.

Sekarang ada banyak teknologi pemindaian wajah dan sidik jari dan iris yang ada. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menggunakannya.

Kode PIN yang panjang masih sama amannya, selama Anda tidak memasukkannya ke dalam tampilan penuh.

Sesuatu yang harus Anda hindari adalah membuka pola kunci, yang lebih mudah untuk disalin, seperti sebuah studi baru-baru ini dari Akademi Angkatan Laut AS dan University of Maryland Baltimore County.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa dua pertiga orang dapat menciptakan pola dari hasil memata-matai Anda meskipun dengan sekali lihat. Dibandingkan dengan PIN enam digit yang hanya bisa diberikan oleh 1 dari 10 peserta setelah satu kali melihat.

"Untuk melindungi dari orang yang suka mengintip dari bahu, pola penguncian Android 6 digit mungkin tampak lebih aman. Dan dari temuan kami menunjukkan bahwa PIN 6 digit memberikan keamanan paling besar bagi pengamat yang mencoba memasukkan kode sandi dengan akurat," kata Ravi Kuber dari University of Maryland Baltimore County, salah satu peneliti yang bekerja dalam studi tersebut, dikutip dari Gizmodo.

3. Tidak menggunakan otentikasi dua langkah

baca juga

Sudah sering dibicarakan tentang seberapa sering kata kunci dan rincian login bocor di web akhir-akhir ini. Dua langkah pada dasarnya menempatkan penghalang ekstra karena peretas memerlukan sedikit lagi dari info untuk masuk ke akun Anda pada perangkat baru yang tidak dikenal.

Itu terkadang kode yang dihasilkan di aplikasi dan terkadang SMS dikirim ke telepon tepercaya Anda. Apa pun metodenya, itu membuat akun Anda jauh lebih aman.

Dua langkah otentikasi. [Shutterstock]

"Jika Anda hanya browsing online atau menonton barang di lelang online, Anda tidak memerlukan otentikasi multifaktor," kata Raj Samani, Fellow dan Chief Scientist di McAfee.

"Namun, jika Anda membeli barang itu, ini adalah cerita yang berbeda karena Anda sekarang berbagi data keuangan. Anda memerlukan tingkat keamanan yang tepat berdasarkan nilai akun. Peretas merasa kurang menarik untuk mencoba meretas akun pribadi yang telah dijaga dengan otentikasi multifaktor, karena tidak akan sesederhana itu," bebernya.

4. Berbagi terlalu banyak informasi

Setiap informasi yang Anda bagikan secara publik di web dapat digunakan untuk mencuri identitas Anda. Mulai dari tebak kata kunci atau jawab pertanyaan keamanan yang melindungi akun Anda. Foto Instagram kerap jadi petunjuk ke nama anjing yang telah digunakan untuk pertanyaan keamanan Anda.

Sebelum berbagi informasi di media sosial, hendaknya Anda berpikir lebih dulu sebelum memostingnya. Jagalah privasi Anda.

"Sangat penting untuk memahami bagaimana Anda dapat membatasi apa yang orang lain dapat temukan tentang Anda secara online," kata David Emm, peneliti keamanan utama di Lab Kaspersky.

"Penelitian Lab Kaspersky menunjukkan bahwa hampir sepertiga orang yang menggunakan jejaring sosial berbagi posting, check-in dan informasi pribadi lainnya, tidak hanya dengan teman mereka, namun juga setiap orang yang online," tambahnya.

5. Menggunakan wi-fi tanpa berpikir panjang

Kini pengadaan Wi-Fi publik semakin banyak dan itu sangat menggoda agar Anda tetap terhubung dengan Snapchat, Twitter, dan lainnya. Namun, Anda seharusnya tidak membiarkan kehausan akan konektivitas menutup mata tentang apa yang aman dan mana yang tidak.

Masalahnya dengan wi-fi publik adalah orang lain bisa terhubung dengannya sebaik Anda, dan itu membuatnya kurang aman daripada jaringan rumah Anda. Jika Anda benar-benar harus menggunakan wi-fi saat dalam perjalanan, cara teraman untuk online jauh dari rumah adalah berinvestasi dalam paket VPN berkualitas dan membuat rute terenkripsi Anda sendiri ke web.

Jika tidak ingin mengeluarkan biaya dan kerumitan VPN, masih ada tindakan pengamanan yang dapat Anda lakukan. Periksa persyaratan dan ketentuan untuk online, tetap pada layanan yang telah Anda daftarkan daripada mendaftar ke yang baru (di mana mungkin).

Hindari melakukan sesuatu yang penting dengan menggunakan wi-fi publik, seperti urusan perbankan mengecek email. Cari ikon HTTPS sebelum memasukkan informasi sensitif apa pun.

"Publik wi-fi adalah pilihan yang sangat mudah untuk selalu aktif dan merupakan alternatif yang bagus untuk menyimpan data telepon Anda," kata Marty P. Kamden, CMO di NordVPN.

"Namun, wi-fi gratis tidak aman. Peretas dan organisasi berbahaya lainnya selalu mencari celah dalam keamanan yang dapat mereka eksploitasi. Publik wi-fi untuk mereka adalah tambang emas jika Anda tidak menggunakan tindakan perlindungan yang tepat agar data Anda tetap aman," bebernya. [Gizmodo]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada! Serangan Siber ke Perangkat IoT Meningkat di Tahun 2017

Waspada! Serangan Siber ke Perangkat IoT Meningkat di Tahun 2017

Tekno | Minggu, 24 September 2017 | 15:47 WIB

Peretasan Perangkat Apple dan Samsung Kini Bisa Lewat Bluetooth

Peretasan Perangkat Apple dan Samsung Kini Bisa Lewat Bluetooth

Tekno | Sabtu, 16 September 2017 | 16:12 WIB

Ini 5 Hacker Cantik Paling Berbahaya di Dunia!

Ini 5 Hacker Cantik Paling Berbahaya di Dunia!

Video | Selasa, 12 September 2017 | 16:00 WIB

Laman Resmi Pemkab Sukabumi Diretas "Hacker"

Laman Resmi Pemkab Sukabumi Diretas "Hacker"

News | Rabu, 26 Juli 2017 | 08:26 WIB

Bocah SMP Jepang Diperiksa Polisi Karena Ciptakan Ransomware

Bocah SMP Jepang Diperiksa Polisi Karena Ciptakan Ransomware

Tekno | Selasa, 06 Juni 2017 | 19:33 WIB

Giliran Situs Dewan Pers Diretas, Sindir 'Garuda Kembali Terluka'

Giliran Situs Dewan Pers Diretas, Sindir 'Garuda Kembali Terluka'

News | Rabu, 31 Mei 2017 | 05:46 WIB

Terkini

Lenovo ThinkPad Disebut Siap Hadapi Kondisi Ekstrem, Apa Rahasianya?

Lenovo ThinkPad Disebut Siap Hadapi Kondisi Ekstrem, Apa Rahasianya?

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:51 WIB

3 Pilihan HP Samsung Rp2 Jutaan dengan RAM dan Kamera Terbaik

3 Pilihan HP Samsung Rp2 Jutaan dengan RAM dan Kamera Terbaik

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:42 WIB

Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026

Meta Siapkan Fitur AI dan Live Chat untuk Piala Dunia 2026

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:31 WIB

6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam

6 HP Mulai Rp1 Jutaan dengan Kamera Ultrawide Jernih, Hasil Foto Luas dan Tajam

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:09 WIB

Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Bernadya, Ini Rahasia Mengabadikan Momen Kreatif Tanpa Takut Terlewat

Galaxy S26 Ultra Jadi Andalan Bernadya, Ini Rahasia Mengabadikan Momen Kreatif Tanpa Takut Terlewat

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:32 WIB

6 Tips Memilih HP Rp1 Jutaan Terbaik agar Tak Salah Beli di 2026

6 Tips Memilih HP Rp1 Jutaan Terbaik agar Tak Salah Beli di 2026

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:55 WIB

Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan

Lenovo Bawa Solusi AI End-to-End ke Indonesia, Siap Percepat Transformasi Digital Perusahaan

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:35 WIB

5 HP dengan Baterai 6000 mAh Cuma Rp1 Jutaan, Awet Seharian Tanpa Khawatir Lowbat

5 HP dengan Baterai 6000 mAh Cuma Rp1 Jutaan, Awet Seharian Tanpa Khawatir Lowbat

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:10 WIB

Komdigi Bongkar 9.263 Kasus Pembajakan Digital, Situs Ilegal Jadi Ancaman Terbesar Industri Kreatif

Komdigi Bongkar 9.263 Kasus Pembajakan Digital, Situs Ilegal Jadi Ancaman Terbesar Industri Kreatif

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:14 WIB

47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 19 Juni 2026: Ambil Paket VIP Sebelum Berburu Del Piero Murah

47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 19 Juni 2026: Ambil Paket VIP Sebelum Berburu Del Piero Murah

Tekno | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:50 WIB