Ledakan Bintang 130 Juta Tahun Lalu Getarkan Bumi pada 17 Agustus

Liberty Jemadu

Rabu, 18 Oktober 2017 | 18:58 WIB
Ledakan Bintang 130 Juta Tahun Lalu Getarkan Bumi pada 17 Agustus
Ilustrasi pancaran sinar di luar angkasa. [Shutterstock]

Suara.com - Pada Senin (16/10/2017) kemarin para astronom dan astrofisika di dunia bersuka cita. Komunitas yang biasanya menyendiri dan canggung itu bahkan mengundang para jurnalis untuk mewartakan ke dunia kegembiraan yang mereka rasakan.

Kegembiraan para ilmuwan itu sendiri dipicu oleh sebuah ledakan purba, yang terjadi sekitar 130 juta tahun silam - ketika dinosaurus masih menguasai Bumi, tetapi getarannya baru terasa di planet kita pada 17 Agustus lalu.

"Sungguh sebuah momen eureka!" bunyi siaran pers para astronom pada Senin lalu.

Ledakan itu, jelas para peneliti, dipicu oleh tabrakan antara dua bintang super-padat yang lazim disebut bintang neutron. Ledakan itu berlokasi di konstelasi Hydra, yang berjarak 130 juta tahun cahaya dari Bumi.

Informasi tentang ledakan itu sendiri tiba di Bumi dalam dua cara.

Pertama, ledakan itu memicu riak-riak pada ruang dan waktu yang disebut sebagai gelombang gravitasi. Riak-riak yang terasa selama 100 detik itu berhasil dibaca oleh dua pendeteksi gelombang gravitasi di Amerika Serikat dan di Eropa.

Kurang dari dua detik kemudian, sebuah satelit badan antariksa Amerika Serikat (NASA), mendeteksi adanya semburan sinar-sinar gamma dari lokasi yang sama.

"Kami telah menyaksikan sebuah sejarah tersingkap di depan mata kami sendiri: dua buah bintang neutron merapat, berputar-putar cepat, bertabrakan, dan menyebarkan puing-puing ke segala larah," jelas Benoit Mours, ilmuwan dari institut riset Prancis, CNRS kepada AFP.

Peristiwa itu telah mengungkap sejumlah teka-teki dalam ilmu fisika dan yang paling menarik adalah membuka asal-usul elemen-elemen berat di alam semesta seperti emas, platinum, uranium, dan merkuri.

Hasil citra teleskop menunjukkan bagaimana material-material itu tercipta dalam tabrakan tersebut.

"Ini menjelaskan bagaimana separuh atau lebih elemen berat di alam semesta tercipta melalui tabrakan seperti ini," kata Patrick Sutton, fisikawan AS yang turut mendeteksi ledakan itu menggunakan perangkat Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO).

Bintang neutron sendiri merupakan bintang mati, yang bahan bakarnya sudah terbakar habis. Diameternya biasanya cuma 20km, tetapi bobotnya lebih berat dari Matahari.

Terlalu cantik

Dalam teori para ilmuwan sudah memperkirakan bahwa jika dua objek eksotis bertabrakan di antariksa, maka akan tercipta riak-riak di lembaran ruang dan waktu - yang dikenal sebagai gelombang gravitasi.

Selain itu, tabrakan antarbintang itu juga akan menyemburkan radiasi energi besar yang disebut sebagai sinar gamma.

Pada 17 Agustus lalu, dua fenomena itu tertangkap oleh para ilmuwan. Detektor LIGO di AS dan Virgo di Italia berhasil mendeteksi getaran gelombang gravitasi itu.

Sekitar 1,7 detik kemudian, semburan sinar gamma tertangkap oleh teleskop Hubble yang melayang di orbit Bumi dan oleh ratusan teleskop di Bumi.

"Hanya dalam beberapa menit kami sudah yakin bahwa kami mendeteksi dua buah bintang neutron," jelas David Shoemaker, salah satu peneliti pada LIGO.

"Sinyal-sinyal itu sungguh sangat cantik," imbuh dia.

Ini adalah gelombang gravitasi kelima yang berhasil dideteksi oleh para ilmuwan sejak 2015 lalu. Gelombang gravitasi, yang diteorikan oleh Albert Einstein lebih dari 100 tahun lalu, pertama kali terdeteksi pada September 2015.

Gelombang gravitasi pertama itu, dan tiga gelombang lainnya, terdeteksi berasal dari tabrakan lubang hitam dan karenanya tak menghasilkan pancaran sinar sama sekali.

Tabrakan yang terdeteksi pada 17 Agustus lalu merupakan yang pertama yang disertai dengan pancaran sinar gamma.

Para ilmuwan berharap temuan ini bisa membantu mereka mengukur seberapa cepat alam semesta berkembang, berapa usia alam semesta, dan berapa banyak material di dalamnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nobel Fisika 2022 Jatuh ke Tangan Tiga Ilmuwan Mekanika Kuantum

Nobel Fisika 2022 Jatuh ke Tangan Tiga Ilmuwan Mekanika Kuantum

Tekno | Rabu, 05 Oktober 2022 | 07:14 WIB

Terkini

2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap

2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×