Ilmuwan Temukan Tanda Ritual Kekerasan dari Peradaban Kuno

Dythia Novianty

Senin, 23 Oktober 2017 | 08:34 WIB
Ilmuwan Temukan Tanda Ritual Kekerasan dari Peradaban Kuno
Penemuan tengkorak korban ritual kekerasan di Pacopampa. [Independent]

Suara.com - Kerangka ditemukan dari sebuah ritual di dataran tinggi Peru, sekarang dikenal dengan Pacopampa, menunjukkan bahwa orang-orang yang dikuburkan di sana menderita luka-luka akibat kekerasan. Menurut hasil penelitian arkeologi yang diterbitkan awal bulan ini, kemungkinan sebagai bagian dari upacara ritual.

Para ilmuwan di balik penemuan tersebut menulis bahwa sepertinya individu menderita pukulan di kepala yang terlihat dari retak tengkorak mereka, tapi kemungkinan dilakukan secara sukarela, meskipun pukulan tersebut kemungkinan tidak membunuh mereka.

"Mengingat konteks arkeologi (jenazahnya dipulihkan dari lokasi praktik seremonial), dan juga pemerataan luka di antara kedua jenis kelamin dan kurangnya arsitektur pertahanan, ritual, bukan perang atau razia terorganisir, menyebabkan sebagian besar dari trauma yang dipamerkan," kata para penulis.

Para arkeolog kemudian mencoba memahami budaya kuno dengan mencari tanda-tanda kekerasan. Mengetahui bagaimana orang terluka atau terbunuh mengungkapkan konflik dengan masyarakat lain serta perilaku religius dan sosial.

Periset sudah bisa belajar banyak tentang peradaban awal yang menghuni Andes dengan mempelajari kekerasan yang terjadi di sana.

Di sisa-sisa orang dari peradaban Peru kuno tertentu, seperti Chinchorro (yang tinggal di dekat pantai dari 7.000-1.600 SM), tanda-tanda kekerasan pada sisa-sisa kerangka tampaknya merupakan hasil konflik.

Luka disebabkan konflik cenderung jauh lebih umum pada lelaki daripada perempuan. Ini juga cenderung dikelompokkan di sisi kiri kepala dan individu mungkin memiliki lengan bawah yang retak, akibat berusaha mengangkis senjata.

Ada tanda-tanda pengorbanan manusia datang jauh dari 5.000 SM di pantai Peru.

Di Andes Tengah, arkeolog tahu bahwa konstruksi arsitektur publik menunjukkan tanda-tanda masyarakat terorganisir mulai 3.000 SM. Tapi ada sedikit bukti kekerasan yang ditemukan untuk membantu menjelaskan perilaku.

Penggalian di Pacopampa dimulai pada tahun 1939 dan para peneliti di balik penelitian ini telah memeriksa lokasi penelitian mereka sejak 2005. Dari tahun 2005 sampai 2015, mereka menemukan sisa-sisa 104 orang, 66 orang dewasa dan 38 anak-anak, yang berasal dari periode waktu yang diketahui sebagai Periode Formatif Tengah (1200-800 SM) dan Akhir (800-500 SM).

Tujuh individu dewasa semuanya ditemukan dari platform seremonial yang sama di situs tersebut dan menunjukkan tanda-tanda luka pada kepala, anggota badan dan siku.

"Sebagian besar luka yang ditemukan pada orang-orang ini adalah tengkorak. Cedera semacam ini menggambarkan terjadi pukulan berulang sebagai penyebabnya, bukan kecelakaan," tulis para penulis.

Ada tanda-tanda penyembuhan juga, yang menyiratkan bahwa individu tidak harus mati dari luka-luka ini, bahkan jika mereka parah.

Periset tidak berpikir konflik inilah yang menyebabkan luka tengkorak di sini. Pacopampa adalah seremonial dan bukan situs defensif, dan mayat-mayat ini tidak ditemukan di tempat tinggal, yang akan diperkirakan jika orang-orang tersebut terbunuh dalam penggerebekan.

Plus, tidak ada luka defensif pada tubuh ini. Luka tungkai kemungkinan terkait dengan terjatuh sepanjang hidup.

Karena individu-individu tertentu dimakamkan di tempat-tempat yang terhubung dengan ritual keagamaan, para peneliti menulis bahwa aktivitas seremonial adalah penjelasan yang mungkin untuk luka mereka.

Adapun alasan mengapa, para peneliti hanya bisa berspekulasi. Ketegangan sosial yang berkaitan dengan kekurangan sumber pangan menyebabkan stratifikasi sosial dan kekerasan ritual di beberapa peradaban awal di Andes Tengah.

Kekerasan ritual mencakup pengorbanan manusia di kemudian hari, sehingga para peneliti menulis bahwa kekerasan ritual di sini mungkin mencerminkan kemunculan masyarakat hierarkis. Pada tahap awal, kekerasan ritual yang terkait dengan dominasi elit, mengakibatkan luka yang semakin hebat seiring berjalannya waktu dan hirarki tersebut lebih jelas, akhirnya sampai pada titik di mana ritual semacam itu berakhir dengan kematian. [Independent]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prasasti 3.200 Tahun Terurai! Isinya soal 'Invasi Orang Laut'

Prasasti 3.200 Tahun Terurai! Isinya soal 'Invasi Orang Laut'

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:11 WIB

Sinterklas Ditemukan! Ada Kuil Misterius di Bawah Gereja Turki

Sinterklas Ditemukan! Ada Kuil Misterius di Bawah Gereja Turki

News | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 14:33 WIB

Misteri Cara Leluhur Mesir Bangun Piramid Terungkap?

Misteri Cara Leluhur Mesir Bangun Piramid Terungkap?

Tekno | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 03:22 WIB

Arkeolog Mengupas Kehidupan di UAE 5.000 Tahun Lalu

Arkeolog Mengupas Kehidupan di UAE 5.000 Tahun Lalu

Tekno | Senin, 04 September 2017 | 14:23 WIB

Arkeolog Indonesia Telusuri Jejak Migrasi Manusia Pra Sejarah

Arkeolog Indonesia Telusuri Jejak Migrasi Manusia Pra Sejarah

Tekno | Rabu, 30 Agustus 2017 | 07:02 WIB

"Indiana Jones" Menemukan Kalkulator Tertua di Dunia

"Indiana Jones" Menemukan Kalkulator Tertua di Dunia

Tekno | Minggu, 27 Agustus 2017 | 14:50 WIB

Terkini

8 HP dengan Kamera Bulat di Tengah, Desain Premium dan Lensa Lebih Maksimal

8 HP dengan Kamera Bulat di Tengah, Desain Premium dan Lensa Lebih Maksimal

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 11:37 WIB

Resident Evil Veronica Siap Rilis 2027, Grafis Diklaim Lebih Detail

Resident Evil Veronica Siap Rilis 2027, Grafis Diklaim Lebih Detail

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 11:33 WIB

3 HP Redmi dengan Kamera 0,5x 200 MP OIS Terbaik, Cocok Buat Konten Foto Estetik

3 HP Redmi dengan Kamera 0,5x 200 MP OIS Terbaik, Cocok Buat Konten Foto Estetik

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 10:57 WIB

Kapan Gerhana Matahari Total 2026? Catat Tanggal dan Wilayah yang Bisa Menyaksikan

Kapan Gerhana Matahari Total 2026? Catat Tanggal dan Wilayah yang Bisa Menyaksikan

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 10:35 WIB

4 HP Redmi Spek Terbaik untuk Jangka Panjang, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan

4 HP Redmi Spek Terbaik untuk Jangka Panjang, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 10:15 WIB

4 HP Asus dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Paling Murah Juni 2026

4 HP Asus dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Paling Murah Juni 2026

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 10:01 WIB

Smart Ring Gunanya Buat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi Terbaik dan Harganya

Smart Ring Gunanya Buat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi Terbaik dan Harganya

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 09:38 WIB

Daftar 40 HP Ekosistem Xiaomi yang Resmi Kebagian Update HyperOS 3.1, Cek Sekarang!

Daftar 40 HP Ekosistem Xiaomi yang Resmi Kebagian Update HyperOS 3.1, Cek Sekarang!

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 08:01 WIB

Gempa M7.7! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami ke 22 Wilayah di Sulut hingga Kaltim

Gempa M7.7! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami ke 22 Wilayah di Sulut hingga Kaltim

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 07:42 WIB

61 Kode Redeem FF Max Terbaru 8 Juni 2026: Sikat Jersey Bola, Skin SG2, dan Emote

61 Kode Redeem FF Max Terbaru 8 Juni 2026: Sikat Jersey Bola, Skin SG2, dan Emote

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 07:28 WIB