Mahasiswa Malang Bikin Kacamata Sensor Uang untuk Tuna Netra

Ardi Mandiri

Sabtu, 06 Januari 2018 | 08:04 WIB
Mahasiswa Malang Bikin Kacamata Sensor Uang untuk Tuna Netra
Ilustrasi uang dolar. (Shutterstock)

Suara.com - Mahasiswa program studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan alat bantu sensor uang bagi penyandang tuna netra, yakni Kacamata Sensor Tuna Netra atau "Kasentra".

Salah seorang mahasiswa pencipta Kasentra UMM Yoga Adi Wijaya, Sabtu, mengemukakan alat ini untuk mempermudah aktivitas penyandang disabilitas untuk mengenali uang, termasuk nominal maupun keasliannya dengan kacamata sensor tersebut.

"Gagasan ini muncul karena dilatarbelakangi oleh maraknya kasus penipuan pada penyandang tuna netra yang berprofesi sebagai tukang pijat, terutama pada saat melakukan transaksi keuangan dengan pelanggan. Mereka sering tertipu, kan kasihan," ujarnya.

Ia menerangkan sebelumnya mereka datang ke lokasi pelatihan pijat tuna netra dan mereka mengeluhkan soal penipuan tarif pijat dari para pelanggannya, baik nominal maupun keasliannya.

"Ternyata uang yang dibayarkan kepada tukang pijat tuna netra itu tidak sedikit yang palsu," tuturnya.

Dari latar belakang keluhan para pemijat tuna netra itulah, katanya, dia bersama beberapa rekannya mencoba mengembangkan Kasentra, yakni produk inovasi yang memadukan kacamata dengan sensor khusus untuk mendeteksi jumlah uang maupun nominalnya.

Melalui berbagai penelitian dan pengembangan, cara kerja Kasentra hasil inovasi mahasiswa UMM itu ternyata lebih efisien dibandingkan dengan alat serupa yang sudah pernah dicipta kan (ditemukan).

Cara kerja Kasentra hanya dengan mengarahkan pandangan kacamata ke arah jumlah uang, akan keluar suara berupa nominal uang tersebut.

Selain itu, penyandang tuna netra tidak perlu menggunakan alat pendukung lain, misalnya smartphone atau alat lain yang lebih mahal untuk pengoperasian Kasentra.

"Alat kami memang dikembangkan dengan melihat kekurangan dan kelebihan produk yang sudah ada," ujar anggota tim lainnya, Bagus Arif.

Selain lebih efisien, lanjut Bagus, Kasentra juga memiliki nilai tambah, yakni ditawarkan dengan harga yang terjangkau.

"Selain desain yang gampang dibawa, harga pembuatan alat ini juga murah jika nanti akan dikomersilkan," katanya.

Tidak berhenti pada penciptaan alat sensor untuk mendeteksi uang, nantinya alat ini juga akan terus disempurnakan fungsinya. Jika saat ini hanya dapat melakukan sensor uang, ke depan Kasentra akan dilengkapi sensor membaca bagi penyandang tuna netra untuk menggantikan huruf braille.

"Saat ini kami sedang membangun integrasi dengan mahasiswa dari program studi Teknik Informatika untuk mengembangkan fungsi sensor membaca yang disematkan pada kacamata," ucapnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenalkan Anak Uang Sejak Dini, Begini Caranya

Kenalkan Anak Uang Sejak Dini, Begini Caranya

Lifestyle | Senin, 04 Desember 2017 | 19:00 WIB

Jangan Asal Pakai Kacamata Hitam, Ini Bahayanya!

Jangan Asal Pakai Kacamata Hitam, Ini Bahayanya!

Health | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 19:50 WIB

Pakai Kacamata Bikin Minus Bertambah, Benarkah?

Pakai Kacamata Bikin Minus Bertambah, Benarkah?

Health | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 08:30 WIB

5 Trik Menyulap Lahan Kosong Jadi Lahan Uang

5 Trik Menyulap Lahan Kosong Jadi Lahan Uang

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 07:00 WIB

5 Indikator Mudah untuk Mengukur Kesehatan Kantong

5 Indikator Mudah untuk Mengukur Kesehatan Kantong

Bisnis | Rabu, 04 Oktober 2017 | 21:06 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Wamen HAM Desak RUU Penyadapan Segera Dibahas

Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Wamen HAM Desak RUU Penyadapan Segera Dibahas

News | Minggu, 08 November 2026 | 20:24 WIB

PB Alkhairaat Dukung Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional

PB Alkhairaat Dukung Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional

News | Minggu, 08 November 2026 | 20:16 WIB

Rekor 124 Gol Tercipta! MLSC Garut Seri 1 Dorong Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Rekor 124 Gol Tercipta! MLSC Garut Seri 1 Dorong Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 20:10 WIB

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

Otomotif | Minggu, 08 November 2026 | 19:54 WIB

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:53 WIB

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:48 WIB

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:41 WIB

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:40 WIB

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:34 WIB

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:10 WIB

×