Google di Meja Hijaukan Atas Dugaan Diskriminasi (Lagi)

Dythia Novianty

Selasa, 09 Januari 2018 | 07:24 WIB
Google di Meja Hijaukan Atas Dugaan Diskriminasi (Lagi)
Logo Google. [Suara.com/Aditya Gema Pratomo]

Suara.com - Google telah dituduh melakukan diskriminasi terhadap orang kulit putih konservatif dalam gugatan class action yang diajukan oleh dua mantan teknisinya.

Mereka mengatakan bahwa ingin mewakili semua staf yang didiskriminasikan karena pandangan politik konservatif mereka yang dirasakan, jenis kelamin lelaki dan ras Kaukasia mereka.

James Damore, yang dipecat tahun lalu karena memo yang kontroversial, berada di balik tuntutan tersebut. Memo tersebut berargumen bahwa hanya sedikit perempuan yang mendapat pekerjaan di perusahaan tersebut karena perbedaan biologis antara lelaki dan perempuan.

Damore dan David Gudeman, mantan insinyur lain di perusahaan tersebut, mengajukan tuntutan di Pengadilan Tinggi Santa Clara di California.

Seorang juru bicara Google mengatakan mereka berharap bisa membela diri dari tuntutan hukum Damore di pengadilan.

Damore dan Gudeman mengklaim dalam tuntutan hukum mereka bahwa Google mempekerjakan perempuan dengan jumlah kuota yang minoritas. Mereka menuduh perusahaan gagal melindungi karyawan dengan pandangan konservatif, termasuk mendukung Presiden AS Donald Trump.

Tuntutan mereka mengatakan bahwa orang-orang tersebut secara terbuka diancam dan mengalami pelecehan dan pembalasan di perusahaan tersebut, yang mereka gambarkan sebagai "ruang gema ideologis".

Memo Damore menyebabkan perdebatan sengit tentang kebebasan berbicara di tempat kerja dan keragaman di Silicon Valley. Memo fokus pada perbedaan biologis yang dirasakan antara lelaki dan perempuan terbukti sangat kontroversial.

Dalam tuntutan hukum tersebut, Damore mengatakan memo itu dimaksudkan untuk tetap internal dan telah ditulis sebagai tanggapan atas permintaan umpan balik dari pertemuan puncak keragaman dan inklusi yang dihadirinya.

baca juga

Ketika Damore kehilangan pekerjaannya, CEO Google Sundar Pichai mengatakan, bagian dari memo itu melanggar kode etik perusahaan dan menekankan pada stereotip gender yang merugikan di tempat kerja.

Namun, Damore mengatakan bahwa dia telah menerima banyak pesan pribadi dari sesama Karyawan Google yang mengungkapkan rasa terima kasih mereka karena telah berbicara.

Di sisi lain, Google juga sempat di meja hijaukan oleh tiga perempuan yang biasa bekerja di Google. Mereka menuduh perusahaan menggaji lebih sedikit dibandingkan lelaki untuk pekerjaan yang sebanding. Ketiganya telah dipecat bulan lalu.

Google juga sedang diselidiki oleh Departemen Tenaga Kerja AS mengenai apakah praktik pemberian gajinya telah melanggar undang-undang atau tidak. [BBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ponsel Android Rp400 Ribu Bakal Hadir Bulan Ini, Minat?

Ponsel Android Rp400 Ribu Bakal Hadir Bulan Ini, Minat?

Tekno | Jum'at, 05 Januari 2018 | 11:15 WIB

Wow, Google Bajak Teknisi Terbaik Apple, Mau Bikin Apa?

Wow, Google Bajak Teknisi Terbaik Apple, Mau Bikin Apa?

Tekno | Selasa, 26 Desember 2017 | 14:33 WIB

Lima Pencarian Selfie Terunik Sepanjang 2017

Lima Pencarian Selfie Terunik Sepanjang 2017

Tekno | Sabtu, 23 Desember 2017 | 08:06 WIB

Mobil Swakemudi Google Berikan Asuransi Buat Penumpang

Mobil Swakemudi Google Berikan Asuransi Buat Penumpang

Otomotif | Kamis, 21 Desember 2017 | 16:30 WIB

Ini yang Paling Banyak Dicari Orang Indonesia di Google di 2017

Ini yang Paling Banyak Dicari Orang Indonesia di Google di 2017

Tekno | Rabu, 13 Desember 2017 | 19:32 WIB

Indonesia Masih Kejar Pajak Google

Indonesia Masih Kejar Pajak Google

Bisnis | Kamis, 07 Desember 2017 | 14:58 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×