Di Balik Cerita Columbus Soal Gerhana Bulan

Dythia Novianty

Kamis, 01 Februari 2018 | 07:53 WIB
Di Balik Cerita Columbus Soal Gerhana Bulan
Patung Christopher Colombus. (Shutterstocks)

Suara.com - Semalam tepat 31 Januari 2018 hampir sebagian orang di dunia melihat salah satu fenomena alam langka dimana setengah dari Bumi akan mengalami sebuah bulan darah biru yang super atau banyak disebut Super Blue Blood Moon.

Akhir ini banyak ahli yang bisa mengungkapkan fenomena asal usul terjadinya peristiwa langka ini. Tapi di jaman dulu, yang banyak terkuak sebatas legenda dan mitos. Bahkan, fenomena alam ini kerap menimbulkan berbagai mitos, seperti Tuhan yang marah dalam penipuan Colombus.

Ada cerita menarik di tahun 1504 di tempat yang sekarang dikenal dengan nama Jamaika. Ketika itu penjelajah Spanyol Christopher Columbus dianggap melakukan penipuan yang akan mengubah masa depan dunia, seperti yang dijelaskan Duncan Steel dalam bukunya Eclipse: The Celestial Phenomenon that Changed the Course of History.

Tanpa ilusi ini, kolonisasi Amerika seperti yang kita kenal mungkin tidak demikian.

Columbus dalam perjalanannya yang keempat ke Amerika pada bulan Juni 1503, dia mengalami masalah. Epidemi pembawa kapal menghancurkan dua dari empat kapal, memaksa dia untuk mendaratkan dua yang tersisa di sebuah pulau Karibia yang dihuni oleh penduduk asli Arawak.

Setelah enam bulan menyediakan makanan untuk orang asing yang mendarat di pulau mereka, Arawak merasa terganggu. Columbus pun juga menghadapi masalah.

Pelaut itu memberontak. Mereka membantai beberapa penduduk Arawak dan mencuri makanan mereka. Dengan hubungan antara orang asing dan penduduk lokal di pulau itu dengan cepat memburuk, Columbus perlu melakukan sesuatu.

Penjelajah tersebut menyadari bahwa ia memiliki beberapa informasi yang tidak diketahui Arawak. Matematikawan dan astronom abad ke-15 Johannes Müller von Königsberg, juga dikenal sebagai Regiomontanus, telah menerbitkan almanak dengan tabel astronomi yang mencakup tahun 1475-1506.

Teks itu sangat diperlukan bagi para pelaut. Columbus, yang telah melakukan sedikit perjalanan saat itu, terbiasa dengan isinya yang ia gunakan untuk mengesankan orang-orang Arawaks.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gubernur NTB: Salat Gerhana Bulan, Ciri Orang Beruntung

Gubernur NTB: Salat Gerhana Bulan, Ciri Orang Beruntung

News | Kamis, 01 Februari 2018 | 00:24 WIB

7000 Warga Jakarta Padati TIM Saksikan Gerhana Bulan

7000 Warga Jakarta Padati TIM Saksikan Gerhana Bulan

News | Rabu, 31 Januari 2018 | 23:29 WIB

Warga Kecewa Pemprov DKI Tak Sediakan Teropong di Setu Babakan

Warga Kecewa Pemprov DKI Tak Sediakan Teropong di Setu Babakan

News | Rabu, 31 Januari 2018 | 22:07 WIB

Izin Tinggalkan Kantor Demi Lihat Gerhana Bulan di Setu Babakan

Izin Tinggalkan Kantor Demi Lihat Gerhana Bulan di Setu Babakan

News | Rabu, 31 Januari 2018 | 21:02 WIB

Tips Memotret Gerhana Bulan

Tips Memotret Gerhana Bulan

Tekno | Rabu, 31 Januari 2018 | 16:30 WIB

Planetarium Sediakan 16 Teropong untuk Lihat Gerhana Malam Ini

Planetarium Sediakan 16 Teropong untuk Lihat Gerhana Malam Ini

Tekno | Rabu, 31 Januari 2018 | 15:20 WIB

Terkini

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 12:00 WIB

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:57 WIB

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:28 WIB

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif

Tekno | Senin, 13 Juli 2026 | 11:15 WIB

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:15 WIB

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:50 WIB

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:30 WIB

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:12 WIB

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus

Tekno | Minggu, 12 Juli 2026 | 07:50 WIB

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa

Tekno | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:53 WIB

×