Jaga Persahabatan Selama Pemilu: Jangan Bahas Politik di Medsos

Liberty Jemadu

Selasa, 03 April 2018 | 06:45 WIB
Jaga Persahabatan Selama Pemilu: Jangan Bahas Politik di Medsos
Ilustrasi media sosial. (Shutterstock)

Suara.com - Pemilihan presiden 2019 Indonesia sudah di depan mata. Dari pemilihan gubernur Jakarta tahun lalu, kita tahu bahwa hobi posting soal pandangan politik bisa menimbulkan konsekuensi sosial yang tidak diinginkan.

Teman saya berhenti berteman dengan tantenya di Facebook karena dia sangat jengkel dengan postingan dan komentar-komentar si tante yang menyerang pendirian politiknya. Hubungan mereka yang tadinya hangat dan akrab berubah menjadi canggung, cuma karena mereka berbeda pandangan politik.

Apa yang harus kita lakukan?

Media sosial membawa sebuah perubahan tak terbayangkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Media sosial memungkinkan kita menyiarkan minat-minat personal kita dalam bentuk-bentuk yang tak terbilang banyaknya, termasuk pandangan politik, pada orang banyak.

Sebelum masanya internet dan kehadiran media sosial, panggung yang ada untuk menyiarkan pendapat politik terbatas pada media mainstream atau propaganda pemerintah. Namun sekarang, semua orang, dari politikus hingga warga biasa, dengan akses ke media sosial memiliki panggung untuk membagi pandangan mereka.

Dengan pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden di depan mata, kita akan melihat semakin maraknya perdebatan politik di media sosial. Kita perlu menemukan strategi agar keterlibatan kita dalam media sosial tidak akan membahayakan hubungan yang kita punyai sekarang.

Walaupun menyadari sepenuhnya bahwa menyingkirkan semua akses ke media baru itu nyaris mustahil, saya yakin ada cara-cara yang bisa kita tempuh agar kita tidak begitu menjengkelkan bagi, atau jengkel dengan, teman-teman Facebook kita.

Strategi-strateginya terkait dengan penerapan pengendalian diri yang bisa muncul dalam bentuk-bentuk berbeda, antara lain:

Hindari perdebatan tidak berguna

Perdebatan di kolom komentar Facebook bisa berubah dengan cepat menjadi pertengkaran yang memutus ikatan sosial.

Para psikolog sosial sudah lama meyakini bahwa pendirian paling kuat adalah yang paling resisten terhadap persuasi. Itu artinya semakin kita menantang teman-teman Facebook yang mengesalkan kita, semakin kebal mereka jadinya.

Malah, kita mungkin akan lebih beruntung bila kita tak acuh saja. Strategi deradikalisasi pandangan ideologis/politik esktrem yang terbaik seharusnya datang dari perenungan pribadi, bukan dari tekanan dari orang lain.

Periksa tiga kali sebelum mengirim di media sosial

Berita palsu dan hoaks selalu berisi unsur-unsur emosional dan itu sebabnya bisa menyebar lebih cepat dari berita sungguhan. Berita palsu sering membangkitkan emosi kita; sehingga mengundang perilaku impulsif.

Sebelum memutuskan apa yang akan dikirim, ada baiknya menimbang konsekuensi terburuk apa yang mungkin ditimbulkan kiriman tersebut.

Tanyakan kepada diri sendiri sebelum mengirim: apakah kita akan memberikan sumbangan positif atau apakah kiriman ini akan berakhir dengan pertikaian tak jelas lagi. Jika jawaban untuk pertanyaan pertama adalah tidak dan untuk yang kedua adalah ya, sebaiknya hindari tombol “kirim”.

Sesekali lakukan diet media sosial

Kita tidak punya kendali atas kehidupan orang lain, jadi alangkah baiknya tidak merepotkan diri dengan apa yang harus dilakukan orang lain.

Ketika kejengkelan mulai menjadi tak tertahankan, melakukan diet media sosial akan jauh lebih membantu daripada memutus pertemanan dengan teman-teman Facebook kita.

Menghentikan pertemanan dengan teman-teman Facebook berpotensi memerangkap kita dalam gelembung politik dan menjadikan kita kurang toleran dengan pandangan-pandangan yang berseberangan.

Pandangan politik versus kepribadian

Saya tak habis mengerti dengan fakta bahwa kita seringkali tidak bisa membedakan pendirian politik seseorang dengan kualitas personal seseorang yang mereka tunjukkan di dunia nyata.

Teman yang membuat status politik menjengkelkan boleh jadi adalah pribadi yang hangat dan baik hati dalam kehidupan sesungguhnya saat kita bertemu langsung.

Media sosial menghalangi kita melihat orang lain sebagai totalitas, memaksa kita memandang orang yang sikap politiknya berseberangan dengan kita secara kurang manusiawi. Sekali lagi ini membuktikan media sosial sebagai tempat berbahaya bagi percakapan tentang politik, terutama ketika dialog terjadi antara dua orang yang merepresentasikan dua pihak yang berseberangan.

Walaupun ada sebuah studi yang mengonfirmasi bahwa media sosial berguna dalam mendorong proses musyawarah yang demokratis, jika orang ingin membicarakan politik elektoral, saya sangat menganjurkan untuk melakukannya dalam sebuah percakapan tatap muka yang sehat.

Artikel ini sebelumnya sudah ditayangkan di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Suara Warga Masuk Pembahasan Pemilu, 31 Orang Susun Rekomendasi untuk DPR

Suara Warga Masuk Pembahasan Pemilu, 31 Orang Susun Rekomendasi untuk DPR

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:42 WIB

Pansel KPU-Bawaslu Belum Dibentuk, DPR Ungkap Dua Skenario Rekrutmen

Pansel KPU-Bawaslu Belum Dibentuk, DPR Ungkap Dua Skenario Rekrutmen

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Gerakan Mahasiswa Tumbangkan Rezim Berkuasa 14 Tahun di Pemilu Serbia

Gerakan Mahasiswa Tumbangkan Rezim Berkuasa 14 Tahun di Pemilu Serbia

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Beban Kerja Tinggi, Jumlah Komisioner KPU dan Bawaslu Pusat Diwacanakan Bertambah

Beban Kerja Tinggi, Jumlah Komisioner KPU dan Bawaslu Pusat Diwacanakan Bertambah

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Tenggat Oktober 2026, Prabowo Diminta Segera Bentuk Timsel KPU 20272032

Tenggat Oktober 2026, Prabowo Diminta Segera Bentuk Timsel KPU 20272032

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Mac & Cheese: Kisah Kocak Dua Makanan yang Menemukan Persahabatan

Mac & Cheese: Kisah Kocak Dua Makanan yang Menemukan Persahabatan

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×