Pahami Penandaan Waktu di Lintang Tinggi

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 16 Mei 2018 | 16:19 WIB
Pahami Penandaan Waktu di Lintang Tinggi
Pergeseran posisi Matahari tidak terasakan bila kita berada di Garis Khatulistiwa [Shutterstock]

Suara.com - Bagi kita yang tinggal di garis Khatulistiwa, penyebutan waktu di musim kemarau dan musim penghujan tiada bedanya. Namun perhatikan, contohnya lewat pemberitaan tertulis atau siaran televisi, bila disebutkan penanda waktunya adalah GMT (Greenwich Mean Time) atau BST (British Summer Time).

Para penggunanya adalah mereka yang tinggal di lintang tinggi atau lintang rendah. Dengan kata lain di atas atau di bawah garis ekuator.

Saat musim semi  berlangsung di Belahan Bumi Utara (BBU) yaitu mulai Maret sampai musim gugur sekitar Oktober, di United Kingdom digunakan kata BST sebagai penunjuk waktu. Referensinya adalah Daylight Saving Time (DST).  Kalaupun tetap ingin menyebut GMT, biasanya menggunakan kata “GMT+1”.

Semua hal yang menggunakan satuan jam, seperti jam kerja, jam operasional kantor, jam masuk dan pulang sekolah serta seterusnya, dimajukan satu jam lebih awal dari biasanya. Hal ini selalu diumumkan kepada publik dan fasilitas umum, sehingga tidak terjadi kekacauan jadwal.

Sebaliknya, mulai Oktober sampai Maret, jam dimundurkan satu jam lebih lambat. Sebutannya pun menjadi GMT.

Perbedaan mencolok yang terasakan saat waktu menggunakan penanda BST adalah sinar matahari tinggal lebih lama saat petang, sehingga malam terasa tiba lebih lambat. Contohnya langit baru benar-benar gelap sekitar pukul 20.30 BST di London, bahkan lebih malam lagi di kawasan Midlands serta bagian utara British Isles.  Sementara pagi hari, sinar matahari menyorot lebih terang sehingga siang terasa lebih cepat datang.

Acuan yang digunakan dalam penandaan BST adalah posisi Matahari mengedari Bumi, dengan jarak dan sudut tertentu terhadap garis Khatulistiwa.  Karena Indonesia berada di garis pembatas khayal antara BBU dan Bumi Belahan Selatan (BBS) maka perpindahan posisi Matahari tidak terasakan oleh mereka yang tinggal di dekat Equator.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berapa Lama Waktu Sinar Matahari Masuk ke Bumi? Ini Jawabannya

Berapa Lama Waktu Sinar Matahari Masuk ke Bumi? Ini Jawabannya

Tekno | Selasa, 24 April 2018 | 19:30 WIB

Cahaya Matahari Bisa Dijadikan Alat Komunikasi Antar Planet

Cahaya Matahari Bisa Dijadikan Alat Komunikasi Antar Planet

Tekno | Minggu, 30 Juli 2017 | 17:36 WIB

Musim Panas Tahun Ini Terpanjang, Berbagai Ritual Digelar

Musim Panas Tahun Ini Terpanjang, Berbagai Ritual Digelar

Tekno | Rabu, 14 Juni 2017 | 11:04 WIB

Terkini

Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas

Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas

Jabar | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:34 WIB

IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?

IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:30 WIB

Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian

Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:29 WIB

5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih

5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:25 WIB

Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut

Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:24 WIB

Lima Tahun Diabaikan Pemerintah, Warga Mekarsari Lebak Banten Patungan Perbaiki Jembatan Rusak

Lima Tahun Diabaikan Pemerintah, Warga Mekarsari Lebak Banten Patungan Perbaiki Jembatan Rusak

Banten | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:24 WIB

KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu

KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu

Kaltim | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:20 WIB

Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Olah Sampah, Warga dan UMKM Harus Ikut Untung

Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Olah Sampah, Warga dan UMKM Harus Ikut Untung

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:18 WIB

BRI Hadirkan Harapan Baru Bagi Mantan Pekerja Migran Indonesia Melalui KUR dan Pemberdayaan UMKM

BRI Hadirkan Harapan Baru Bagi Mantan Pekerja Migran Indonesia Melalui KUR dan Pemberdayaan UMKM

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:15 WIB

Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh

Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:15 WIB

×