Kadal Berdarah Hijau Beracun Ternyata Bisa Jadi Obat Penyakit

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 17 Mei 2018 | 09:01 WIB
Kadal Berdarah Hijau Beracun Ternyata Bisa Jadi Obat Penyakit
Ilustrasi kadal (Shutterstock).

Dengan menggunakan informasi genetika ini mereka dapat membangun pohon keluarga skink, menunjukkan setidaknya ada empat garis keturunan kadal berdarah hijau yang berbeda, yang masing-masing berevolusi secara independen dari pendahulunya yang berdarah merah.

"Kami gembira dengan sejarah kompleks hewan-hewan ini dan terkejut dengan luasnya garis keturunan berdarah hijau di seluruh kadal," kata Rodriguez.

Dia menambahkan bahwa karakteristik ini tampaknya telah muncul berulang kali menunjukkan bahwa darah hijau bukan hanya beberapa permainan kata evolusi, tetapi sebuah karakteristik yang bermanfaat yang disukai oleh seleksi alam.

Tingginya kadar bilverdin telah tercatat dalam darah beberapa spesies ikan dan serangga, telah dianggao sebagai penyebab tulang, kulit, dan darah hijau pada beberapa spesies katak.

Ini memperkuat gagasan bahwa darah hijau memiliki beberapa nilai adaptif, dan penelitian laboratorium telah menyarankan pigmen empedu mungkin memiliki peran sebagai antioksidan atau bahkan obat terhadap penyakit.

"Tujuan kami berikutnya adalah mengidentifikasi gen yang bertanggung jawab atas darah hijau," kata Rodriguez, yang menerbitkan temuannya di jurnal Science Advances.

Menemukan apa yang melindungi kadal terhadap efek berbahaya dari pigmen hijau yang berlebihan juga dapat memberikan wawasan jaundice, merupakan kondisi pada manusia yang menyebabkan menguningnya kulit dan mata, serta kerusakan fungsi hati.

"Memahami perubahan fisiologis yang mendasari yang memungkinkan kadal ini untuk tetap bebas penyakit kuning dapat diterjemahkan ke pendekatan non-tradisional untuk masalah kesehatan tertentu," kata Rodriguez.

"Kadal berdarah hijau New Guinea menarik bagi saya sebagai parasitolog karena produk hati yang sama, bilirubin, diketahui beracun bagi parasit malaria manusia," kata Profesor Susan Perkins dari American Museum of Natural History, salah satu rekan penulis studi.

Baca Juga: Ilmuwan Tertua Australia Sukses Bunuh Diri di Swiss

Perkins menuturkan, kini para peneliti tengah berada di laboratorium Austin meneliti efek potensial dari pigmen darah hijau pada malaria dan parasit lain yang menginfeksi kadal ini. [Independent]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI