2. Sørensen tidak menghabiskan seluruh hidupnya di laboratorium
![Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/05/29/82413-laboratorium.jpg)
Terkenal dengan konsep skala pHnya membuat tak sedikit orang yang mengira bahwa Sørensen mendedikasikan seluruh hidupnya untuk meneliti dan bekerja di laboratorium. Nyatanya, lelaki ini justru pernah bekerja sebagai konsultan di galangan kapal angkatan laut kerajaan pada masa itu.
3. Menjalankan laboratorium terbaik di dunia
Sørensen sempat menjabat sebagai direktur departemen kimia di Laboratorium Carlsberg di Kopenhagen dari 1901 hingga 1938. Awalnya, laboratorium itu dibuka untuk memperluas pengetahuan biokimia terutama dalam bidang pembuatan bir. Meski begitu, Sørensen membuat penemuannya jauh lebih penting saat bekerja di laboratorium tersebut.
4. Mendapat banyak bantuan dari istrinya
Sepanjang hidupnya bekerja, Sørensen dibantu studinya oleh istri keduanya yang juga seorang ilmuan bernama Margrethe Hoyrup Sorensen. Sama-sama bekerja di Laboratorium Carlsberg, pasangan ini mempelajari lipoprotein dan meneliti kompleks karbon monoksida dan hemoglobin. Lalu pada tahun 1917, pasangan suami istri ini menjadi orang pertama yang berhasil mengkristalkan putih telur selama percobaan di laboratorium.
5. Ciptakan susunan skala pH
![Skala pH. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/05/29/50038-skala-ph.jpg)
Prestasi paling menonjol Sorensen adalah pengenalan skala pH yang masih digunakan hingga saat ini untuk menggambarkan tingkat keasaman dan alkalinitas suatu zat dan larutan. Ia mengembangkannya sejak tahun 1909 saat mempelajari efek dari konsentrasi ion pada protein. Karena mempelajari konsentrasi ion hidrogen sangat penting, Sorensen berpikir hanya mengembangkan skala sebagai cara untuk mengukur ion. [Independent]