Dengue Datang Dua Kali? Ada Perhitungan Matematisnya

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 30 Mei 2018 | 15:50 WIB
Dengue Datang Dua Kali? Ada Perhitungan Matematisnya
Nyamuk pembawa dengue fever berpotensi membawa virus dengan serotipe berbeda [Shutterstock].

Suara.com - Dengue fever, demam berdarah, alias flu tropis adalah salah satu infeksi berbahaya yang bisa menyebar secara diam-diam dalam populasi.

Gejala biasanya akan muncul sekitar dua pekan setelah infeksi. Mulai demam tinggi, sakit kepala, sampai nyeri persendian bahkan pendarahan akan muncul sebagai akibatnya.

Dari 50 juta kasus setiap tahun, sekitar 500.000 orang mengalami pendarahan parah dari penyakit ini, dan 2,5 persen di antaranya meninggal dunia.

Ahli telah menyimpulkan bahwa virus dengue memiliki empat form atau serotype berbeda, yang disebarkan oleh nyamuk Aedes di negara-negara tropis dan subtropis. Setiap orang berpotensi untuk terserang empat serotype ini. Bukan hanya salah satu. Dan bisa berkembang seperti empat penyakit berbeda.

“Bandingkan dengan penyakit campak,” ujar Henrik Salje, pakar  statistik dan epidemiologi dalam Pemodelan Matematika Unit Penyakit Infeksi di Institut Pasteur, Paris, Prancis "Bila terkena, tubuh kita akan membentuk antibodi penangkal serangan serupa, dan kondisi ini bertahan  dalam jangka waktu lama.”

Namun dengue berbeda, lanjutnya. Bila kita terinfeksi oleh salah satu virus dengue, tubuh akan kebal terhadap virus itu, namun tidak dengan ketiga serotype yang lain dari keluarga dengue fever. Dan parahnya lagi, bagi yang terinfeksi untuk kedua kalinya oleh tipe yang berbeda, maka serangan sakitnya bakal lebih parah.

Persoalannya: bagaimana kita mampu mengidentifikasi seseorang pernah terserang dengue dari tipe sama atau berbeda, sekali atau lebih, dan seberapa besar risikonya?

Salje bekerjasama dengan beberapa pakar dari University of Florida, Walter Reed Army Institute of Research dan  University of Buffalo, New York untuk  meneliti antibodi individu dan menentukan ambang batas kewaspadaan atas serangan dengue.

"Bila seseorang yang terinfeksi sekali mengalami serangan kedua kali oleh virus yang berbeda, tingkat antibodinya akan meningkat, tetapi tidak mampu melindungi, hanya sebatas menempel pada virus tanpa kemampuan menetralkannya,” papar Salje.

baca juga

“Kondisi ini masuk kelompok “jendela risiko”. Akan terjadi pendarahan akibat dengue,” timpal Simon Cauchemez, Kepala Pemodelan Matematika Unit Penyakit Infeksi.

Mereka pun lantas membuat permodelan batasan “jendela risiko” dengan menggunakan data pasien dengue di Thailand, kurun 1998 – 2003. Kepada sekitar 3.451 anak-anak dari daerah pedesaan di Thailand dilakukan tes darah setiap 90 hari selama lima tahun, sehingga para ilmuwan dapat mengamati tingkat antibodi mereka dari waktu ke waktu.

Ilustrasi digigit nyamuk. (Shutterstock)

Foto: Nyamuk jenis Aedes potensial menularkan virus dengue [Shutterstock]

Anak-anak itu juga dimonitor untuk melihat apakah mengalami gejala demam berdarah. Semua data dimasukkan ke dalam model yang dikembangkan oleh tim dan, setelah melakukan analisis statistik, para ilmuwan bisa menentukan tingkat antibodi yang terkait dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi.

"Analisis ini mengidentifikasi konteks dan tingkat antibodi para individu yang bisa digolongkan dalam “jendela risiko”.  Karakterisasi risiko individu membuat kami bisa memantau populasi, dan menentukan kapan populasi itu secara kolektif mungkin berisiko mengalami dengue fever yang lebih parah,” tutur Derek Cummings, Professor Biologi dari University of Florida.

"Studi ini juga memperlihatkan kesulitan dalam strategi membuat vaksin yang efektif untuk demam berdarah, karena vaksin yang ada tidak menawarkan perlindungan penuh terhadap semua serotype," ungkap Simon Cauchemez.

Namun,  temuan ini sudah ikut memajukan pemahaman kita tentang virus dan menawarkan prospek baru dalam mengidentifikasi individu yang bakal terkena, dengan pemantauan lebih dekat dan vaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kata Peneliti soal Vaksin DBD Dapat Memperparah Infeksi Dengue

Kata Peneliti soal Vaksin DBD Dapat Memperparah Infeksi Dengue

Health | Selasa, 19 Desember 2017 | 14:46 WIB

Brasil Akan Luncurkan Vaksin Dengue

Brasil Akan Luncurkan Vaksin Dengue

Health | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 14:58 WIB

Terkini

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

×