LIPI Rekomendasi Kurangi Penangkapan Ikan di Danau Toba

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 11 Juli 2018 | 09:47 WIB
LIPI Rekomendasi Kurangi Penangkapan Ikan di Danau Toba
Danau Toba [Shutterstock]

Suara.com - Tim peneliti Pusat Penelitian (Puslit) Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelesaikan kajian ekosistem untuk memulihkan kualitas air di Danau Toba. Peneliti - eneliti dari Puslit Limnologi meneliti di Danau Toba sejak 2009, melakukan kajian hidrodinamika yang merupakan syarat utama pemahaman sistem danau.

Dengan hidrodinamika peneliti mempelajari pola arus dan pola pergerakan material di danau. Selain itu, dengan hidrodinamika peneliti mencari tahu modal awal penentuan zonasi pemanfaatan ruang di badan air danau.

Dengan berpegang pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2014 yang menetapkan Danau Toba sebagai tujuan wisata maka sejumlah persoalan harus diselesaikan, salah satunya mengembalikan kondisi kualitas air danau yang menurun.

LIPI memberikan rekomendasi batasan jumlah produksi ikan per tahun dengan memperhitungkan daya dukung lingkungan Danau Toba yang terletak di tujuh kabupaten di Sumatera Utara.

Peneliti hidrodinamika dan kualitas air Puslit Limnologi LIPI Hadiid Agita Rustini mengatakan berdasarkan beberapa hasil simulasi interaksi komponen-komponen penyusun ekosistem Danau Toba, baik secara fisik, biologi, kimia hingga meteorologi didapatkan bahwa untuk mendapat kualitas air pada kondisi oligotrofik sesuai rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maka jumlah keseluruhan keramba jaring apung (KJA) tidak boleh lebih dari 543 unit.

Jika dengan teknik budi daya yang digunakan saat ini produksi ikan per KJA mencapai 2,63 ton per tahun, maka produksi ikan dari Danau Toba per tahun hanya boleh mencapai 1.428 ton. Angka tersebut, ujar Agita, sangat jauh di bawah rekomendasi pemerintah dan kajian-kajian sebelumnya yang menetapkan kebijakan total produksi KJA yang diperbolehkan di danau terbesar di Indonesia ini mencapai 10.000 ton per tahun.

Berdasarkan data citra satelit Spot 7 pada 2016, terdapat sekitar 11.282 unit KJA di Danau Toba, dan 80 persen berada ada di wilayah Kabupaten Simalungun, bahkan kepadatannya mencapai sekitar 1000 KJA per 300 x 300 meter (m).

Agita mengatakan kotoran atau feses dari ikan yang membuat kondisi perairan danau vulkanik yang terletak di tujuh kabupaten di Sumatera Utara ini buruk.

"Kalau ada yang bilang itu dari pakan ikannya, saya rasa pembudidaya sangat memperhitungkan sisi ekonominya, tidak mungkin memberikan pakan terlalu banyak sehingga terbuang-buang," katanya.

baca juga

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pola arus di lapisan pertama air dengan kedalaman hingga satu meter dari permukaan danau mencapai 0,03 meter per detik.

"Kesannya memang kecil, tapi ini air yang bergerak, jadinya besar sekali arusnya," katanya.

Lokasi KJA, menurut dia, berada di perairan dengan pola arus cenderung kecil, sehingga bahan polutan cenderung menetap di lokasi tersebut. Halanggaol menjadi daerah yang paling besar mengalami kerusakan, kondisi perairan oligotrofik hanya ditemui di kedalaman lebih dari 10 meter.

Dari simulasi yang telah dilakukan LIPI juga diketahui bahwa 22 aliran sungai yang mengarah ke Danau Toba tidak mencemari danau tersebut karena hanya mencapai tepian saja. Dan jika KJA ditekan hanya mencapai 500 unit maka perairan danau akan kembali baik. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kala Nyawa Penumpang Kapal Berada di Bawah Aturan Otoritas

Kala Nyawa Penumpang Kapal Berada di Bawah Aturan Otoritas

News | Senin, 09 Juli 2018 | 08:47 WIB

Jaga Kualitas Air, Pilih Wadah Penyimpan yang Food Grade

Jaga Kualitas Air, Pilih Wadah Penyimpan yang Food Grade

Health | Kamis, 05 Juli 2018 | 10:57 WIB

DPR Desak Pengusutan Kecelakaan KM Lestari Maju di Selayar

DPR Desak Pengusutan Kecelakaan KM Lestari Maju di Selayar

News | Kamis, 05 Juli 2018 | 09:28 WIB

Kasus Tenggelam KM Sinar Bangun Siap Naik ke Meja Hijau

Kasus Tenggelam KM Sinar Bangun Siap Naik ke Meja Hijau

News | Kamis, 05 Juli 2018 | 07:00 WIB

Diusir Dukun, Ratna Sarumpaet: Potret Kegagalan Negara

Diusir Dukun, Ratna Sarumpaet: Potret Kegagalan Negara

News | Rabu, 04 Juli 2018 | 20:02 WIB

Terkini

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Apa Tema Hari Sumpah Pemuda 2026? Ini Ketentuan Resmi dan Makna di Baliknya

Apa Tema Hari Sumpah Pemuda 2026? Ini Ketentuan Resmi dan Makna di Baliknya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Tablet Biasa, Honor WIN Pad Punya Kipas Pendingin dan Layar OLED 240 Hz

Bukan Tablet Biasa, Honor WIN Pad Punya Kipas Pendingin dan Layar OLED 240 Hz

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:12 WIB

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

×