Studi: 2017 Tahun Paling Menyedihkan dalam Sedekade Terakhir

Liberty Jemadu

Jum'at, 14 September 2018 | 16:16 WIB
Studi: 2017 Tahun Paling Menyedihkan dalam Sedekade Terakhir
Para pengungsi dari Republik Afrika Tengah sedang menurunkan barang-barang mereka dari sebuah truk pada 30 Maret 2018. [AFP/Florent Vergnes]

Suara.com - Tahun 2017 kemarin rupanya menjadi tahun paling menyedihkan bagi manusia dalam lebih dari satu dekade terakhir, demikian hasil survei tahunan bertajuk Gallup Global Emotions Report.

Meski masih banyak pengalaman positif yang dialami manusia, tetapi tahun 2017 dinilai penuh dengan rasa cemas, sedih, stres, khawatir, dan penderitaan.

"Untuk pertama kalinya kami melihat peningkatan signifikan emosi negatif," kata Julie Ray, pemimpin studi tersebut kepada New York Times.

Studi Gallup soal emosi ini sudah digelar sejak 2005 lalu dan memang pada 2017 kemarin, jelas Ray, emosi negatif meningkat drastis lebih dari pada tahun-tahun sebelumnya.

Dunia di 2017 disebut semakin tidak stabli dan lebih berbahaya akibat wabah terorisme dan perang, krisis pengungsi global, hingga ke pemanasan global.

Bahkan dalam negara yang terlihat stabil dan damai, di dalamnya ternyata ada perpecahan dan perkubuan akibat pertarungan politik yang dibumbui oleh penyebaran ketakutan.

Survei Gallup itu melibatkan 154.000 orang di seluruh dunia. Dalam survei itu ditemukan bahwa hampir 4 dari 10 orang di dunia merasa khawatir atau strees sehari sebelum mereka diwawancarai.

Jumlah itu naik dua persen dari 2016 lalu. Meski kelihatannya tidak besar, tetapi dengan jumlah sampel sebesar itu, kenaikan persentase itu sebenarnya cukup besar.

Stres dan kecemasan adalah jenis emosi negatif yang paling banyak dikeluhkan. Diikuti oleh kesedihan dan penderitaan fisik, yang naik sebesar satu persen.

Sekitar 3 dari 10 orang mengaku mereka mengalami kesakitan fisik sehari sebelum disurvei dan 1 dari lima orang mengaku mereka sehari sebelumnya merasa sedih. Marah adalah emosi negatif yang masih stabil dibandingkan pada 2016 lalu, berada di angka 20 persen.

Dari survei itu diketahui bahwa beberapa kawasan di dunia merasakan emosi negatif lebih tinggi ketimbang kawasan lain. Sejak 2013 sampai 2016, Irak adalah negara dengan Negative Experience Index tertinggi.

Tetapi tahun lalu, Republik Afrika Tengah - yang tengah dikoyak perang saudara - menjadi negara dengan indeks pengalaman negatif tertinggi di dunia. Tiga dari empat warga Republik Afrika Tengah mengaku mengalami penderitaan fisik dan sangat risau sehari sebelum survei digelar.

Kawasan yang paling positif adalah Amerika Latin. Setiap tahun orang-orang di kawasan itu diketahui lebih banyak menikmati pengalaman emosi positif. Menurut para peneliti hal ini karena orang-orang Amerika Latin cenderung fokus pada sisi positif dalam kehidupan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Dipendam, Begini Cara Memproses Emosi Negatif Agar Pikiran Kembali Tenang

Bukan Dipendam, Begini Cara Memproses Emosi Negatif Agar Pikiran Kembali Tenang

Your Say | Minggu, 18 Januari 2026 | 13:05 WIB

Mobil Bekas Xpander 2017 Masih Layak Dibeli? Cek Harga dan Spesifikasinya

Mobil Bekas Xpander 2017 Masih Layak Dibeli? Cek Harga dan Spesifikasinya

Otomotif | Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:03 WIB

Harga Mobil Bekas Daihatsu Sigra 2017 Mulai Rp 70 Jutaan Ini Spesifikasi Lengkapnya

Harga Mobil Bekas Daihatsu Sigra 2017 Mulai Rp 70 Jutaan Ini Spesifikasi Lengkapnya

Otomotif | Rabu, 19 November 2025 | 14:58 WIB

5 Rekomendasi Film Horor Kantongi Skor 100 Persen, Ada The Housemaid

5 Rekomendasi Film Horor Kantongi Skor 100 Persen, Ada The Housemaid

Your Say | Rabu, 13 Agustus 2025 | 13:27 WIB

Padahal Sudah Baikan, Kenapa Anies Baswedan Tidak Follow Instagram Ahok?

Padahal Sudah Baikan, Kenapa Anies Baswedan Tidak Follow Instagram Ahok?

Entertainment | Selasa, 29 Juli 2025 | 15:29 WIB

Menolak Lupa, Momen Malaysia Balik Bendera Indonesia di Buku Saku SEA Games 2017

Menolak Lupa, Momen Malaysia Balik Bendera Indonesia di Buku Saku SEA Games 2017

Bola | Jum'at, 25 Juli 2025 | 14:07 WIB

Review Film 47 Meters Down: Perjuangan Menyelamatkan Diri dari Serangan Hiu

Review Film 47 Meters Down: Perjuangan Menyelamatkan Diri dari Serangan Hiu

Your Say | Jum'at, 09 Mei 2025 | 08:38 WIB

Ada Tragedi 2017 yang Menyakitkan, Ahokers Yakin Megawati Bakal Berubah Pikiran Dukung Ahok Ketimbang Anies

Ada Tragedi 2017 yang Menyakitkan, Ahokers Yakin Megawati Bakal Berubah Pikiran Dukung Ahok Ketimbang Anies

News | Senin, 26 Agustus 2024 | 18:19 WIB

Ahok Kembali Koar-koar: Bicara Kecurangan Pemilu, Ungkit Ayat dan Mayat

Ahok Kembali Koar-koar: Bicara Kecurangan Pemilu, Ungkit Ayat dan Mayat

News | Sabtu, 09 Maret 2024 | 11:02 WIB

Ini Rincian UU soal Presiden Boleh Kampanye, Ada yang Luput Dibaca Jokowi?

Ini Rincian UU soal Presiden Boleh Kampanye, Ada yang Luput Dibaca Jokowi?

News | Sabtu, 27 Januari 2024 | 14:45 WIB

Terkini

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik

Jakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:25 WIB

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:23 WIB

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:22 WIB

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:17 WIB

Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele

Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:14 WIB

Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:11 WIB

×