Rekaman Satelit Singkap Misteri Anak Kraktau dan Tsunami Anyer

Liberty Jemadu

Senin, 24 Desember 2018 | 10:52 WIB
Rekaman Satelit Singkap Misteri Anak Kraktau dan Tsunami Anyer
Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12).[ANTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat/pras]

Suara.com - Sebuah satelit milik badan antariksa Eropa (ESA) berhasil merekam perubahan pada Gunung Anak Krakatau yang diduga sebagai pemicu gelombang tsunami yang menewaskan lebih dari 200 orang di pesisir barat Banten dan selatang Lampung pada 22 Desember malam kemarin.

Berdasarkan pantauan satelit Sentinel-1 milik ESA, terlihat area sebelah selatan Anak Kraktau lenyap pada malam nahas itu. Area itu, menurut National Geographic, sangat luas. Menurut Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman, area longsoran di Anak Kraktau diduga seluas 64 hektare.

Fenomena longsoran seperti ini, menurut pakar geofisika Kanada, Mika McKinnon, bukan tak lazim.

"Gunung-gunung berapi kurang kuat mengikat lapisan bebatuan, sehingga setiap erupsi akan membuat batuan turun. Jadi setiap lapisan batuan miring ke arah kaki gunung," jelas McKinnon.

Karenanya, imbuh dia, tak butuh kekuatan besar untuk meruntuhkan susunan batuan yang membentuk gunung berapi. Jika longsoran batuan dari gunung berapi itu berukuran besar, maka akan memicu gelombang lautan bahkan tsunami, tanpa peringatan sama sekali.

"Bayangkan Anda memiliki seorang sepupu raksasa yang melempar sebuah kelereng ke dalam kolam," McKinnon beranalogi.

Tsunami lazimnya dipicu oleh letusan gunung berapi dan patahan lempeng Bumi. Fenomena alam seperti ini biasanya lebih dulu memicu gempa bumi, sehingga masyarakat punya waktu untuk melakukan evakuasi sebelum tsunami menyapu.

Tsunami juga bisa dipicu oleh runtuhnya gletser di kutub dan longsor. Dua pemicu ini sangat berbahaya karena tak disertai gempa bumi.

Tetapi longsoran biasanya memicu getaran-getaran berfrekuensi rendah dan gelombang-gelombang ini terdeteksi dengan baik oleh sejumlah stasiun penelitian di berbagai tempat di dunia di sekitar waktu tsunami Anyer.

"Sinyal-sinyal itu ditemukan di Naypyitaw, Myanmar dan di sepanjang Jawa, Sumatera, serta Kalimantan," jelas Jamie Gurney dari UK Earthquake Bulletin.

Tak berhenti di situ, sinyal-sinyal itu juga terdeteksi hingga ke Arti di kawasan Ural, Rusia hingga Kambalda di Australia Barat.

Menurut model komputer yang dikembangkan oleh Andreas Schafer, peneliti dari Karlsruhe Institute of Technology, Jerman, gelombang laut akibat longsoran di Anak Krakatau menyebar ke arah tenggara atau barat daya.

Area pertama yang disapu tsunami adalah Marina Jambu, dekat Anyer - demikian hasil riset Schafer. Gelombang-gelombang itu butuh waktu 30 sampai 35 menit untuk sampai ke daratan.

Pusat dari semua gelombang itu adalah Gunung Anak Krakatau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:56 WIB

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:03 WIB

Segini Tinggi Tsunami yang Mungkin Terjang Jepang Sore Ini

Segini Tinggi Tsunami yang Mungkin Terjang Jepang Sore Ini

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:44 WIB

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:27 WIB

Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami

Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:57 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Boleh Dikunjungi?

Apakah Gunung Anak Krakatau Boleh Dikunjungi?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 07:20 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau

Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:25 WIB

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:02 WIB

Terkini

Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026

Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:11 WIB

4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an

4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:10 WIB

LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir

LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba

Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:58 WIB

5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda

5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan

Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film

Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard

Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard

Otomotif | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:34 WIB

Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar

Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:32 WIB

BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan

BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 09:23 WIB

×