Pemerintah China Gencar Tambahkan Otonomi Robot ke Sistem Senjata Militer

Dythia Novianty | Suara.com

Minggu, 10 Februari 2019 | 10:10 WIB
Pemerintah China Gencar Tambahkan Otonomi Robot ke Sistem Senjata Militer
Pangkalan militer China di Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan. (Suara.com/US Navy)

Suara.com - Hubungan antara Amerika Serikat dan China, harus kita katakan, sedikit beku saat ini. Dan itu tidak mungkin ditingkatkan dengan laporan baru dari think tank, keamanan nasional AS yang menunjukkan bahwa China sedang terburu-buru untuk mengimplementasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam sistem senjatanya.

Pusat Keamanan Amerika Baru (CNAS) menggambarkan bagaimana pejabat China melihat 'perlombaan senjata' AI sebagai ancaman bagi perdamaian global. Penulis laporan, Gregory C. Allen, menunjukkan drone sebagai contoh khusus dari jenis persenjataan yang semakin menjadi otomatis.

"Meskipun banyak drone generasi saat ini terutama dioperasikan dari jarak jauh, para pejabat China umumnya mengharapkan drone dan robot militer untuk menampilkan AI yang semakin luas dan kemampuan otonom di masa depan. Pabrikan senjata China telah menjual drone bersenjata dengan otonomi tempur yang signifikan," tulis Allen.

Dia juga menyatakan bahwa pemerintah China menjadi lebih agresif dalam memperkenalkan tingkat otonomi yang lebih besar lebih dekat dengan penggunaan kekuatan mematikan. Tentunya, kondisi ini mulai mengkhawatirkan banyak pihak karena peningkatan kecerdasan buatan dimainkan dalam situasi tertentu.

Jika drone yang dikontrol AI memutuskan untuk melesatkan tembakan peringatan ke musuh, apakah itu akan ditafsirkan sebagai peringatan otomatis atau akankah musuh berpikir manusia menembak mereka?

Allen melanjutkan dengan menjelaskan bahwa sampai definisi yang diakui secara global untuk peperangan robot otonom disusun, ada peningkatan risiko eskalasi yang tidak disengaja.

Pada bulan Agustus tahun lalu, para ahli dari puluhan negara bertemu di PBB untuk membahas cara menangani sistem senjata semacam ini. Beberapa kelompok advokasi top mengatakan, pemerintah dan pasukan militer harus dicegah mengembangkan sistem seperti itu.

Peneliti Inteligensi Buatan Rasha Abdul Rahim mengatakan, robot pembunuh tidak lagi menjadi fiksi ilmiah dan semakin dekat dan semakin dekat.

"Kita meluncur menuju masa depan di mana manusia bisa terhapus dari pengambilan keputusan seputar penggunaan kekuatan. Belum terlambat untuk mengubah haluan. Larangan pada sistem senjata yang sepenuhnya otonom dapat mencegah beberapa skenario yang benar-benar dystopian, seperti perlombaan senjata teknologi tinggi baru antara negara-negara adidaya dunia yang akan menyebabkan senjata otonom berkembang biak secara luas," bebernya. [Metro]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muslim di China Dipaksa Makan Babi dan Minum Alkohol, Upaya Cegah Ekstremis

Muslim di China Dipaksa Makan Babi dan Minum Alkohol, Upaya Cegah Ekstremis

News | Minggu, 10 Februari 2019 | 07:05 WIB

Bioskop China Raup Rp 3 Triliun Dalam Sehari

Bioskop China Raup Rp 3 Triliun Dalam Sehari

News | Kamis, 07 Februari 2019 | 06:37 WIB

Presiden Taiwan Sindir China Dalam Pesan Tahun Imlek

Presiden Taiwan Sindir China Dalam Pesan Tahun Imlek

News | Senin, 04 Februari 2019 | 12:43 WIB

48 Pejabat China Dipecat Karena Skandal Vaksin

48 Pejabat China Dipecat Karena Skandal Vaksin

News | Senin, 04 Februari 2019 | 05:08 WIB

Penjualan Diklaim Tumbuh, Lego Berencana Tambah Gerainya di China

Penjualan Diklaim Tumbuh, Lego Berencana Tambah Gerainya di China

Bisnis | Jum'at, 01 Februari 2019 | 08:28 WIB

China Selamatkan Rp 22 Triliun dari Tangan Para Koruptor

China Selamatkan Rp 22 Triliun dari Tangan Para Koruptor

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 12:23 WIB

Terkini

TWS Moto Buds 2 Rilis di Asia: Kolaborasi dengan Bose, Baterai Tahan Lama

TWS Moto Buds 2 Rilis di Asia: Kolaborasi dengan Bose, Baterai Tahan Lama

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:48 WIB

5 HP Midrange Terbaru Siap ke Indonesia: Baterai 9.020 mAh, RAM 12 GB, dan Chip Kencang

5 HP Midrange Terbaru Siap ke Indonesia: Baterai 9.020 mAh, RAM 12 GB, dan Chip Kencang

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:25 WIB

Tak Hanya Asus, Lenovo Juga Kenalkan Laptop Tipis Pesaing MacBook Neo

Tak Hanya Asus, Lenovo Juga Kenalkan Laptop Tipis Pesaing MacBook Neo

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:34 WIB

HP Midrange Honor Bawa Baterai 12.000 mAh dan Chip Anyar Dimensity, Performa Kencang

HP Midrange Honor Bawa Baterai 12.000 mAh dan Chip Anyar Dimensity, Performa Kencang

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:00 WIB

Vivo Y500 Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Midrange Anyar dengan Baterai Jumbo

Vivo Y500 Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Midrange Anyar dengan Baterai Jumbo

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:22 WIB

Gojek Hapus Program Langganan GoRide Hemat Buat Driver, Begini Dampaknya

Gojek Hapus Program Langganan GoRide Hemat Buat Driver, Begini Dampaknya

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:07 WIB

Nintendo Segera Rilis Pictonico, Game Mobile 'Absurd' yang Butuh Foto Selfie

Nintendo Segera Rilis Pictonico, Game Mobile 'Absurd' yang Butuh Foto Selfie

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB

Bocoran Harga Realme 16T Beredar: Siap ke Indonesia, Baterai 8.000 mAh Tahan 3 Hari

Bocoran Harga Realme 16T Beredar: Siap ke Indonesia, Baterai 8.000 mAh Tahan 3 Hari

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:22 WIB

Samsung Galaxy A27 dan Galaxy M47 Kompak Pakai Snapdragon, Tradisi Exynos Hilang?

Samsung Galaxy A27 dan Galaxy M47 Kompak Pakai Snapdragon, Tradisi Exynos Hilang?

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:39 WIB

Virtuos Tertarik Hadirkan Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 di Nintendo Switch

Virtuos Tertarik Hadirkan Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 di Nintendo Switch

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:47 WIB