Belum Larang Perangkat Huawei, Eropa Masih Kaji Keamanan 5G

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 27 Maret 2019 | 14:20 WIB
Belum Larang Perangkat Huawei, Eropa Masih Kaji Keamanan 5G
Ilustrasi jaringan 5G. (Shutterstock)

Suara.com - Komisi Eropa mengatakan bahwa negara-negara Uni Eropa harus bekerja sama untuk menangani risiko keamanan siber di jaringan 5G, meskipun komisi tersebut tidak menyebutkan pemberlakuan larangan untuk perangkat Huawei.

Amerika Serikat sendiri diketahui telah mendesak sekutu Eropa untuk tidak menggunakan perangkat 5G milik Huawei. Tetapi menurut The Verge, laporan dari komisi tersebut hanya menyarankan bahwa negara-negara Uni Eropa harus membuat penilaian terhadap risiko keamanan 5G, yang kemudian hasil akhir penilaian tersebut akan digunakan untuk seluruh Uni Eropa.

Sementara itu, keputusan terkait apakah perangkat Huawei akan digunakan untuk menunjang infrastruktur 5G diserahkan kepada masing-masing negara Uni Eropa.

"Teknologi 5G akan mengubah ekonomi dan masyarakat kita dan membuka peluang besar bagi orang dan bisnis. Tetapi kami tidak dapat menerima teknologi ini tanpa keamanan penuh di dalamnya. Oleh karena itu, infrastruktur 5G di Uni Eropa haruslah tangguh dan sepenuhnya aman," ucap Andrus Ansip, wakil presiden Komisi Eropa, dalam sebuah pernyataan.

Meskipun itu hanya bentuk rekomendasi, namun hal tersebut dapat menjadi rintangan baru dalam kampanye Amerika Serikat. Negara pimpinan Donald Trump ini telah berusaha keras untuk meyakinkan sekutu Eropa untuk menghindari Huawei.

Logo Huawei. (Shutterstock)
Logo Huawei. (Shutterstock)

Tak hanya Eropa, bahkan awal bulan ini para pejabat Amerika menyarankan mereka akan berhenti berbagi intelijen dengan Jerman jika Jerman akan menggunakan peralatan Huawei dalam jaringan 5G.

Terlepas dari upaya Amerika Serikat, sebagian besar negara sekutu merasa kurang yakin dengan tuduhan tersebut. Pasalnya, Amerika sendiri belum memberikan bukti publik atas tuduhan mereka terhadap Huawei. Pihak Huawei juga telah membantah bahwa peralatan mereka adalah ancaman nasional atau bekerja sama dengan pemerintah China untuk memata-matai Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi Meluncur, Ini Daftar Harga Huawei P30 dan P30 Pro

Resmi Meluncur, Ini Daftar Harga Huawei P30 dan P30 Pro

Tekno | Rabu, 27 Maret 2019 | 05:14 WIB

Rilis Maret, Huawei Siapkan Tiga Perangkat Baru

Rilis Maret, Huawei Siapkan Tiga Perangkat Baru

Tekno | Jum'at, 22 Maret 2019 | 12:43 WIB

Pertama di Dunia, Operasi Bedah Otak Jarak Jauh Gunakan Jaringan 5G

Pertama di Dunia, Operasi Bedah Otak Jarak Jauh Gunakan Jaringan 5G

Health | Kamis, 21 Maret 2019 | 08:30 WIB

Real Time dengan Jaringan 5G, Dokter Ini Sukses Lakukan Operasi Jarak Jauh

Real Time dengan Jaringan 5G, Dokter Ini Sukses Lakukan Operasi Jarak Jauh

Tekno | Rabu, 20 Maret 2019 | 17:51 WIB

AS Ancam Jerman Minta Hentikan Penggunaan Peralatan Huawei

AS Ancam Jerman Minta Hentikan Penggunaan Peralatan Huawei

Tekno | Selasa, 12 Maret 2019 | 14:27 WIB

Catat, Huawei Nova 4e Meluncur di Tanggal Ini

Catat, Huawei Nova 4e Meluncur di Tanggal Ini

Tekno | Jum'at, 08 Maret 2019 | 12:29 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×