Ini yang Akan Terjadi jika Bumi Tidak Memiliki Bulan

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 21 April 2019 | 11:10 WIB
Ini yang Akan Terjadi jika Bumi Tidak Memiliki Bulan
Ilustrasi Bumi dan bulan. (Shutterstock)

Suara.com - Menurut sebuah laporan astronom Karen Masters yang ditulis pada tahun 2000 lalu, jika Bumi tidak memiliki Bulan maka tidak akan ada fenomena pasang surut air laut yang disebabkan Bulan. Meskipun Bumi masih akan mengalami pasang surut yang disebabkan oleh Matahari, tetapi pasang surut tersebut hanya sekitar sepertiga dari pasang surut Bulan.

Berkurangnya pasang surut akan mengubah ekosistem pesisir pantai secara drastis, berpotensi menghancurkan aliran energi, air, mineral, dan sumber daya lainnya. Hal itu juga akan menjadi ancaman dari kepunahan hewan-hewan yang bergantung pada pasang surut air laut.

Selain itu, jika tidak ada Bulan maka tidak akan ada peristiwa gerhana, baik itu gerhana Matahari ataupun gerhana Bulan. Bumi juga kemungkinan akan lebih sering dihantam oleh asteroid karena ketika ada Bulan, asteoid yang mendekati Bumi bisa "dibelokkan" berkat bantuan gravitasi Bulan. Tak hanya itu, sejarah juga tidak akan mencatat nama Neil Armstrong sebagai manusia pertama yang menapak di Bulan.

Meski begitu, Bulan saat ini diketahui bergerak menjauhi Bumi dengan jarak 3,8 cm per tahun. Dilansir dari Popular Science, jika nanti Bulan benar-benar berada di posisi yang sangat jauh dari Bumi maka malam hari di Bumi akan lebih gelap secara signifikan.

Ilustrasi Bulan. [Shutterstock]
Ilustrasi Bulan. [Shutterstock]

Selain itu, jika Bulan menghilang maka hal itu akan membingungkan para hewan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Animal Ecology pada tahun 2013 menyebutkan bahwa beberapa jenis hewan menggunakan penglihatannya sebagai cara utama untuk berinteraksi dan berburu. Jika penglihatan para hewan tersebut di malam hari terganggu karena tidak adanya Bulan, maka hewan-hewan tersebut bisa punah.

Menghilangnya Bulan sama berarti dengan hilangnya gravitasi Bulan. Tanpa gravitasi tersebut, kemiringan poros Bumi juga akan berubah secara drastis seiring berjalannya waktu. Tak hanya itu, empat musim di Bumi pun juga tidak akan terjadi lagi tanpa kehadiran Bulan.

Selain itu, waktu satu hari di Bumi juga akan jauh lebih cepat. Bahkan, satu hari di Bumi bisa terjadi hanya sekitar 6 jam. Dikarenakan laju rotasi Bumi yang lebih cepat, hal itu juga akan menghasilkan angin dan badai yang kuat. Oleh karena itu, kehadiran Bulan sangat berarti bagi Bumi demi keseimbangan seluruh sistem di alam semesta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Alasan Perbedaan Waktu Terbit Matahari dan Bulan

Ini Alasan Perbedaan Waktu Terbit Matahari dan Bulan

Tekno | Jum'at, 19 April 2019 | 18:18 WIB

Impian Israel Mendarat di Bulan Sirna Sudah, Ini Alasannya

Impian Israel Mendarat di Bulan Sirna Sudah, Ini Alasannya

Tekno | Jum'at, 12 April 2019 | 11:20 WIB

Waduh, NASA Ragu Apakah Bisa Kembali Mendaratkan Manusia di Bulan!

Waduh, NASA Ragu Apakah Bisa Kembali Mendaratkan Manusia di Bulan!

Tekno | Kamis, 11 April 2019 | 12:30 WIB

Jepang Rencanakan Bangun Pangkalan Bulan Gunakan Robot Otonom

Jepang Rencanakan Bangun Pangkalan Bulan Gunakan Robot Otonom

Tekno | Senin, 08 April 2019 | 16:50 WIB

Ilmuwan Berencana Pelajari Kotoran Manusia di Bulan

Ilmuwan Berencana Pelajari Kotoran Manusia di Bulan

Tekno | Senin, 08 April 2019 | 08:40 WIB

Sejarah Manusia Setebal 30 Juta Halaman Dikirim ke Bulan

Sejarah Manusia Setebal 30 Juta Halaman Dikirim ke Bulan

Tekno | Senin, 04 Maret 2019 | 16:08 WIB

Terkini

Bareskrim Polri-Polrestabes Medan Gerebek THM, Vape Narkoba Disita

Bareskrim Polri-Polrestabes Medan Gerebek THM, Vape Narkoba Disita

Sumut | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Menggali Mahitala: Merawat Kehidupan, Membangun Kemandirian di Bumi Kawasi

Menggali Mahitala: Merawat Kehidupan, Membangun Kemandirian di Bumi Kawasi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Syahrir: Penutupan Ekspor Benih Lobster Tak Cukup Hentikan Penyelundupan

Syahrir: Penutupan Ekspor Benih Lobster Tak Cukup Hentikan Penyelundupan

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:48 WIB

PLTU Sumut-1 Bisa Bebani Negara Rp4,8 Triliun, Energi Bersih Terbarukan Jadi Solusi?

PLTU Sumut-1 Bisa Bebani Negara Rp4,8 Triliun, Energi Bersih Terbarukan Jadi Solusi?

Sumut | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:45 WIB

A Waffle Lot of Love!: Kisah Persahabatan Manis yang Mengundang Tawa

A Waffle Lot of Love!: Kisah Persahabatan Manis yang Mengundang Tawa

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Persib Bandung Desak Penyerangan Bus Tim di Rest Area Batang Diusut Tuntas

Persib Bandung Desak Penyerangan Bus Tim di Rest Area Batang Diusut Tuntas

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Tak Cukup Bicara soal Haid, Remaja Perempuan Perlu Edukasi Kesehatan Reproduksi

Tak Cukup Bicara soal Haid, Remaja Perempuan Perlu Edukasi Kesehatan Reproduksi

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:39 WIB

SIGUMI Diluncurkan di Karangasem, Dorong Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Wisata

SIGUMI Diluncurkan di Karangasem, Dorong Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Wisata

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Persib U-18 Diserang Suporter Ini di Rest Area KM 360 Batang, Kepolisian Didesak Usut Tuntas

Persib U-18 Diserang Suporter Ini di Rest Area KM 360 Batang, Kepolisian Didesak Usut Tuntas

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Ranjau Selat Hormuz Makan Korban Lagi, Kapal Supertanker Bawa 2 Juta Barel Minyak Meledak

Ranjau Selat Hormuz Makan Korban Lagi, Kapal Supertanker Bawa 2 Juta Barel Minyak Meledak

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:32 WIB

×