1 Miliar Pengguna Kalender Google Jadi Korban Peretasan

Dythia Novianty

Senin, 16 September 2019 | 13:25 WIB
1 Miliar Pengguna Kalender Google Jadi Korban Peretasan
Ilustrasi Google Calender. [Shutterstock]

Suara.com - Google mengatakan bahwa pihaknya bekerja keras memperbaiki kesalahan besar yang memungkinkan peretas membajak Kalender Google seseorang melalui undangan email yang tidak diinginkan.

Masalah keamanan ini memungkinkan penjahat siber mengambil keuntungan dari pengaturan default yang secara otomatis menambahkan undangan ke Kalender seseorang ketika mereka dikirim melalui email.

Undangan yang tidak diminta kemudian muncul sebagai pemberitahuan melalui aplikasi Kalender Google. Jika diklik, dapat mengarahkan pengguna ke halaman yang terlihat resmi meminta informasi pribadi dan finansial.

“Kami menyadari adanya spam yang terjadi di Kalender dan bekerja dengan rajin untuk menyelesaikan masalah ini. "Kami akan memosting pembaruan ke utas ini saat tersedia ... Terima kasih atas kesabaran Anda,” Google menulis dalam pembaruan ke halaman Bantuan Kalendernya.

Google menyertakan perincian tentang apa yang harus dilakukan seseorang jika mereka melihat undangan atau acara yang mencurigakan di kotak masuk mereka.

Perusahaan raksasa mesin pencari itu menyarankan penerima untuk melaporkan acara tersebut sebagai spam, yang akan menghapus semua acara dari penyelenggara dari kalender orang tersebut.

Sekitar 1,5 miliar orang di 143 negara menggunakan aplikasi Gmail dan Calender Google, yang disediakan bagi siapa saja yang mendaftar untuk akun Google.

Penipuan undangan palsu pertama kali ditemukan oleh peneliti keamanan pada 2017 tetapi Google baru sekarang menangani masalah ini.

Black Hills Information Security menerbitkan rincian eksploit tersebut dalam posting blog terperinci dua tahun lalu, menggambarkan bagaimana kontrol keamanan yang dirancang untuk mencegah serangan semacam itu dapat dengan mudah dilewati.

baca juga

Perusahaan keamanan siber menemukan bahwa tidak perlu mengirim email untuk membuat acara di kalender orang lain.

Saat membuat acara di Kalender Google, dimungkinkan untuk memilih "Jangan Kirim" saat diminta mengirim undangan ke tamu acara.

Google Kalender. [Google]
Google Kalender. [Google]

Para peneliti mencatat bahwa ini adalah fitur yang sangat berguna bagi peretas, karena para pengguna sudah bosan menerima spam dan tautan jahat dalam email. Menerima pemberitahuan resmi melalui Kalender Google cenderung memicu kecurigaan, kata mereka.

“Mungkin elemen yang paling menarik dari kalender adalah ia dapat menciptakan rasa urgensi hanya dengan memberi tahu pengguna tentang sesuatu. Mungkin pengguna benar-benar 'lupa' mereka memiliki jadwal pertemuan," tulis blog itu seperti dilansir dari Independent.

Tautan dalam acara atau notifikasi kemudian akan membawa korban ke halaman autentikasi Google palsu yang menangkap kredensial mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Doodle Rayakan Ulang Tahun Chrisye

Google Doodle Rayakan Ulang Tahun Chrisye

Tekno | Senin, 16 September 2019 | 08:08 WIB

Hilang 20 Tahun Lalu, Jenazah Lelaki Ini Ditemukan Google Earth

Hilang 20 Tahun Lalu, Jenazah Lelaki Ini Ditemukan Google Earth

Tekno | Sabtu, 14 September 2019 | 06:15 WIB

Google Docs Kini Punya Fitur Penghitung Jumlah Kata

Google Docs Kini Punya Fitur Penghitung Jumlah Kata

Tekno | Kamis, 12 September 2019 | 18:14 WIB

Unik, Siswa Ini Bisa Tirukan Suara Google Assistant

Unik, Siswa Ini Bisa Tirukan Suara Google Assistant

Tekno | Selasa, 10 September 2019 | 10:30 WIB

Kini Google Assistant Terkoneksi dengan Video dan Panggilan WhatsApp Lho

Kini Google Assistant Terkoneksi dengan Video dan Panggilan WhatsApp Lho

Tekno | Minggu, 08 September 2019 | 19:00 WIB

Google Kalender Bermasalah

Google Kalender Bermasalah

Tekno | Rabu, 19 Juni 2019 | 11:35 WIB

Terkini

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:55 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Banten | Rabu, 02 September 2026 | 23:50 WIB

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

×