Mantan Karyawan Google Khawatirkan Robot Pembunuh di Sekitar Kita

Dythia Novianty

Selasa, 17 September 2019 | 17:40 WIB
Mantan Karyawan Google Khawatirkan Robot Pembunuh di Sekitar Kita
Logo Google. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang mantan ahli perangkat lunak di Google telah memperingatkan bahwa robot otonom "pembunuh" secara tidak sengaja dapat memulai perang di masa depan.

Laura Nolan, yang dulunya bekerja di raksasa teknologi itu sebelum mengundurkan diri tahun lalu, menyerukan persenjataan otomatis dilarang oleh perjanjian internasional. Dia mengatakan bahwa teknologi militer yang secara artifisial cerdas harus dilarang dengan cara yang sama seperti senjata kimia.

Alasannya adalah bahwa tidak seperti drone yang dikendalikan manusia. Mesin otonom dapat melakukan sesuatu yang tidak terduga dan akhirnya memulai Perang Dunia Ketiga.

Nolan keluar dari Google sebagai protes setelah diminta untuk mengerjakan proyek meningkatkan teknologi drone militer AS. Namun, tidak ada informasi bahwa Google sedang membangun atau meneliti segala jenis mesin pembunuh otonom.

Namun, Nolan adalah anggota yang vokal dari Kampanye Menghentikan Robot Pembunuh yang berbicara kepada PBB di New York dan Jenewa, tentang kemungkinan hal seperti ini benar-benar terjadi.

"Mungkin ada kecelakaan berskala besar karena hal-hal ini akan mulai berlaku tidak terduga," katanya kepada Guardian dikutip Metro.

Itulah sebabnya setiap sistem senjata canggih harus tunduk pada kontrol manusia. Jika tidak, mereka harus dilarang karena mereka terlalu tak terduga dan berbahaya.

Proyek yang digarap Nolan di Google - dikenal sebagai Project Maven, yang ditangguhkan setelah lebih dari 3.000 karyawan menandatangani petisi menentangnya.

Gagasan di baliknya adalah bahwa kecerdasan buatan yang terlatih dapat memutar selama berjam-jam konten video drone dan dengan cepat membedakan antara manusia dan benda. Di masa depan, itu bisa membuat UAV lebih akurat ketika mencari target.

baca juga
Ilustrasi robot atau cyborg. [Shutterstock]
Ilustrasi robot atau cyborg. [Shutterstock]

Setelah mengundurkan diri, Nolan memperkirakan bahwa permintaan senjata otonom akan tumbuh dengan konsekuensi fatal.

"Anda dapat memiliki skenario di mana senjata otonom yang telah dikirim untuk melakukan pekerjaan menghadapi sinyal radar yang tidak terduga di daerah yang mereka cari. Mungkin ada hal yang tidak diperhitungkan dalam perangkat lunaknya atau mereka menemukan sekelompok lelaki bersenjata yang tampaknya adalah musuh pemberontak tetapi sebenarnya keluar dengan senjata berburu makanan," katanya.

Mesin tidak memiliki pemahaman atau akal sehat yang dimiliki oleh sentuhan manusia. Hal menakutkan lainnya tentang sistem perang otonom ini adalah Anda hanya dapat benar-benar mengujinya dengan menempatkannya di zona pertempuran nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CIMON, Si Otak Terbang Berhasil Kembali dari Misinya

CIMON, Si Otak Terbang Berhasil Kembali dari Misinya

Tekno | Senin, 02 September 2019 | 17:30 WIB

Menunggu Robot Avatar-O untuk Mengantarkan Makanan dan Pesanan Pelanggan

Menunggu Robot Avatar-O untuk Mengantarkan Makanan dan Pesanan Pelanggan

Your Say | Minggu, 01 September 2019 | 16:42 WIB

Penggunaan Robot di Industri Manufaktur Indonesia Masih Rendah

Penggunaan Robot di Industri Manufaktur Indonesia Masih Rendah

Tekno | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 08:46 WIB

Fatima Al Kaabi, Perempuan Berhijab Termuda yang Menciptakan Robot

Fatima Al Kaabi, Perempuan Berhijab Termuda yang Menciptakan Robot

Lifestyle | Selasa, 30 Juli 2019 | 17:10 WIB

Mahasiswa Unika Atma Jaya Kembangkan Robot Bantuan untuk Bencana

Mahasiswa Unika Atma Jaya Kembangkan Robot Bantuan untuk Bencana

Lifestyle | Selasa, 16 Juli 2019 | 12:00 WIB

LIPI Punya Robot Penjinak Bom Terbaru

LIPI Punya Robot Penjinak Bom Terbaru

Tekno | Selasa, 18 Juni 2019 | 13:05 WIB

Terkini

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

×