Astronom Ganti Nama Ultima Thule, Jadi Apa?

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 14 November 2019 | 14:35 WIB
Astronom Ganti Nama Ultima Thule, Jadi Apa?
Ilustrasi Ultima Thule. [Shutterstock]

Suara.com - Pada Januari lalu, wahana antariksa New Horizons berhasil terbang lintas dekat Ultima Thule, sebuah objek di Sabuk Kuiper yang merupakan kembar dempet dan oleh para astronom diumpamakan seperti manusia salju.

Dikatalogkan secara resmi sebagai (486958) 2014 MU69, Ultima Thule ditemukan pada 26 Juni 2014 oleh para astronom. Mereka menggunakan teleskop antariksa Hubble sebagai bagian dari pencarian objek untuk misi New Horizons selanjutnya, setelah berhasil terbang lintas dekat Pluto pada 2015 silam.

Tapi kini, objek tersebut tidak lagi bernama Ultima Thule karena para astronom telah menggantinya menjadi Arrokoth, sebuah istilah yang berarti "langit" dalam bahasa Powhatan atau Algonquian. Perubahan nama itu sendiri diumumkan pada 12 November.

"Nama 'Arrokoth' mencerminkan inspirasi saat melihat langit dan bertanya-tanya tentang bintang-bintang dan dunia luar. Keinginan untuk belajar tersebut merupakan jantung dari misi New Horizons," ucap Alan Stern, Investigator Utama New Horizons dari Southwest Research Institute (SwRI), di Colorado.

Menurut konvensi yang didirikan oleh International Astronomical Union (IAU), para penemu benda kosmik memiliki hak istimewa untuk menamainya. Tim New Horizons mendapat persetujuan dari perwakilan suku Powhatan sebelum mengusulkan nama Arrokoth ke IAU.

Seorang pendeta bernama Nick Miles dari suku Pamunkey yang merupakan bagian dari Konfederasi Powhatan asli, membuka upacara penamaan Arrokoth di markas NASA dengan diiringi lagu tradisional Algonquian.

Seorang astronom perempuan sedang mengamati bintang dengan teleskop. [Shutterstock]
Seorang astronom perempuan sedang mengamati bintang dengan teleskop. [Shutterstock]

Arrokoth termasuk dalam jenis objek trans-Neptunus, yaitu benda-benda langit di tata surya yang mengorbit lebih jauh dari obit planet Neptunus. Objek ini diketahui berjarak sekitar 6,4 miliar kilometer dari Matahari.

Dalam pandangan yang diperoleh wahana antariksa New Horizons pada jarak 27.000 kilometer dari Arrokoth, objek tersebut tampak terdiri dari dua lobus besar. Lobus yang lebih besar memiliki diameter 19 kilometer dan lobus lebih kecil berdiameter 14 kilometer.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa kedua lobus tersebut kemungkinan telah bersatu setelah pembentukan tata surya atau sekitar 4,45 miliar tahun lalu, 50 juta tahun setelah tata surya terbentuk.

baca juga

Dilansir laman Space.com, data terbaru Arrokoth memberi para astronom petunjuk tentang pembentukan planet dan asal-usul kosmik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astronom Gunakan 5 Ribu Teleskop Tinjau Proses Perkembangan Alam

Astronom Gunakan 5 Ribu Teleskop Tinjau Proses Perkembangan Alam

Tekno | Sabtu, 09 November 2019 | 14:02 WIB

Ini Alasan Teknologi Dasar Mars Harus Diuji di Bulan

Ini Alasan Teknologi Dasar Mars Harus Diuji di Bulan

Tekno | Selasa, 05 November 2019 | 16:55 WIB

Astronom Temukan 20 Bulan Baru Saturnus

Astronom Temukan 20 Bulan Baru Saturnus

Tekno | Selasa, 08 Oktober 2019 | 17:20 WIB

Astronom Temukan Planet yang Seharusnya Tak Ada

Astronom Temukan Planet yang Seharusnya Tak Ada

Tekno | Kamis, 03 Oktober 2019 | 07:55 WIB

Astronom Deteksi Eksoplanet dengan Orbit Paling Ekstrem

Astronom Deteksi Eksoplanet dengan Orbit Paling Ekstrem

Tekno | Jum'at, 13 September 2019 | 11:00 WIB

Astronom Temukan Planet Raksasa Bermassa 2.800 Kali Lebih Besar dari Bumi

Astronom Temukan Planet Raksasa Bermassa 2.800 Kali Lebih Besar dari Bumi

Tekno | Senin, 26 Agustus 2019 | 13:33 WIB

Terkini

5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review

5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:50 WIB

Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru

Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:23 WIB

Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol

Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban

Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:29 WIB

Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026

Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:28 WIB

Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan

Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:18 WIB

Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru

Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:43 WIB

Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google

Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:27 WIB

Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan

Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:49 WIB

45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118

45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:20 WIB