Array

Ngeri... llmuwan Temukan Laba-laba Pemakan Daging

Senin, 16 Desember 2019 | 07:54 WIB
Ngeri... llmuwan Temukan Laba-laba Pemakan Daging
Loxosceles tenochtitlan, laba-laba pemakan daging. [UNAM]

Suara.com - Hewan langka kembali ditemukan. Kali ini, ilmuwan dari Meksiko menemukan laba-laba pemakan daging dengan racun yang cukup membahayakan.

Istilah "pemakan daging" ini bukan berarti hewan tersebut langsung mengunyah daging secara langsung dari mangsanya, namun melalui racun dari mulutnya.

Tak seperti hewan karnivora yang mengunyah dan mencabik daging buruannya, laba-laba satu ini "memakan daging" hanya dengan menggigitnya satu kali saja.

Racun yang ada pada laba-laba itu yang akan memakan daging secara perlahan.

Laba-laba tersebut masuk dalam kategori violin spider atau laba-laba biola mengingat ditemukan pola berbentuk biola pada bagian tubuh mereka.

Spesies baru laba-laba biola ditemukan di daerah yang disebut sebagai Valley of Mexico, sebuah dataran tinggi gunung berapi di Meksiko tengah.

Dari 140 spesies yang terdapat di genus ini, sebanyak 40 di antaranya terdapat di Meksiko.

Sementara sebagian besar di antaranya banyak ditemukan di negara-negara Amerika Latin.

Dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh National Autonomous University of Mexico (NAUM), ilmuwan memberi nama spesies baru ini sebagai Loxosceles tenochtitlan.

Baca Juga: Kocak! Berkat Google Maps Kita Bisa Tahu Jalan Menuju Surga

Kabar baik, hewan tersebut cenderung menghindari kontak jika bertemu dengan manusia.

Namun gigitannya bisa mengakibatkan infeksi serius meski tidak menimbulkan kematian.

Gigitan laba-laba biola biasanya tidak fatal, namun "jahat". Korban yang telah tergigit harus mendapatkan perhatian medis karena bisa merasakan kesakitan luar biasa.

Loxosceles tenochtitlan akan menggigit mangsanya tanpa rasa sakit yang berarti.

Loxosceles tenochtitlan, laba-laba pemakan daging. [UNAM]
Loxosceles tenochtitlan, laba-laba pemakan daging. [UNAM]

Namun sesaat setelahnya, racun mulai menyebar dan bisa "memakan daging" secara perlahan.

Dikutip laman IFLScience, racun nekrotik pada hewan ini sering menimbulkan gejala yang disebut Loxoscelism.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI