Ilmuwan : Butuh 5 Tahun Bikin Vaksin untuk Atasi Virus Demam Babi Afrika

Ade Indra Kusuma

Selasa, 26 November 2019 | 16:05 WIB
Ilmuwan : Butuh 5 Tahun Bikin Vaksin untuk Atasi Virus Demam Babi Afrika
Ilmuwan : Butuh 5 Tahun Bikin Vaksin untuk Atasi Virus Demam Babi Afrika (shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan : Butuh 5 Tahun Bikin Vaksin untuk Atasi Virus Demam Babi Afrika.

Ilmuwan Australia mengatakan, kemungkinan masih diperlukan lima tahun lagi sebelum vaksin dikembangkan untuk melindungi babi dari demam babi Afrika. Diperkirakan seperempat populasi babi dunia mati tahun ini, setelah perebakan virus yang mematikan ini di China.

Demam babi Afrika, atau African Swine Fever (ASF), belum mencapai Australia, tetapi sudah mendekati. Virus ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh Asia, dan perebakan dilaporkan terjadi di Timor Timur, salah satu negara tetangga terdekat Australia.

Penyakit ini membinasakan populasi babi di beberapa negara. Penyakit ini sangat menular dan tidak ada obatnya.

Para ilmuwan telah mengupayakan vaksin selama 60 tahun, tetapi karena virus demam babi Afrika sangat luas dan kompleks, menjadi tugas yang sangat besar.

Di Laboratorium Kesehatan Hewan Australia di negara bagian Victoria, para peneliti mengharapkan terobosan, tetapi mereka mengakui pengobatan yang efektif untuk ASF kemungkinan tersedia sekurangnya masih lima tahun lagi.

Ilustrasi Vaksin [Shutterstock]
Ilustrasi Vaksin [Shutterstock]

Dr Trevor Drew, Direktur laboratorium Kesehatan Hewan Australia mengatakan, “Saya sama sekali tidak memperkirakan demam babi Afrika menyebar dengan sangat ganas. Saya kira kita tidak akan bisa mengendalikan demam babi Afrika sampai vaksin tersedia,” ujarnya seperti mengutip VOAIndonesia.

Tanpa vaksin, Australia akan mengandalkan metode-metode pengendalian penyakit secara tradisional jika ASF masuk ke negara itu. Babi-babi yang terinfeksi akan dimusnahkan, bangkainya dikubur dan peternakannya didisinfeksi.

Industri daging babi yang bernilai jutaan dolar Australia mencakup sekitar 2.700 produsen, yang mempekerjakan 34.000 orang.

baca juga

Ada kekhawatiran penyakit ini bisa menyebar melalui populasi babi liar Australia yang besar. Jumlahnya sekitar 25 juta, dan hewan-hewan itu tersebar di hampir separuh negara itu.

Para ilmuwan mengatakan cara yang paling mungkin ASF bisa masuk Australia adalah melalui produk daging babi yang terinfeksi yang kemudian diberikan sebagai makanan pada babi. Berdasarkan undang-undang bio-keamanan yang baru, Australia mendeportasi wisatawan yang tidak menyatakan produk-produk daging babi ilegal yang mereka bawa masuk ke negara itu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sadar Makan Daging Babi Kurang Matang, Pria Ini Alami Infeksi Otak

Tak Sadar Makan Daging Babi Kurang Matang, Pria Ini Alami Infeksi Otak

Health | Jum'at, 22 November 2019 | 14:05 WIB

Lagi, Polisi Amankan Warga Pembawa Bangkai Babi yang Diletakan di Betor

Lagi, Polisi Amankan Warga Pembawa Bangkai Babi yang Diletakan di Betor

News | Rabu, 20 November 2019 | 15:46 WIB

Terkuak! Teror Bangkai Babi di Medan Dilakukan Lelaki Paruh Baya

Terkuak! Teror Bangkai Babi di Medan Dilakukan Lelaki Paruh Baya

News | Senin, 18 November 2019 | 14:32 WIB

Terkini

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

×