Ini 8 Mitos Seputar Gerhana Matahari Cincin

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 26 Desember 2019 | 08:02 WIB
Ini 8 Mitos Seputar Gerhana Matahari Cincin
Gerhana Matahari Cincin. [Shutterstock]

Suara.com - Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang terjadi pada hari ini, 26 Desember dapat diamati di langit Indonesia dan beberapa negara lainnya. Di sisi lain, peristiwa tersebut telah memunculkan banyak mitos dan takhayul dari zaman kuno yang berkaitan dengan praktik budaya dan kisah legenda.

Dilansir dari laman Latest LY, berikut delapan mitos tentang Gerhana Matahari Cincin berasal dari seluruh dunia:

1. Di Indonesia, dipercaya saat Gerhana Matahari Cincin iblis Rahu mencoba memakan Matahari, tetapi panas membakar lidahnya ketika dia meludahkannya. Rahu sendiri merupakan iblis dari kepercayaan umat Hindu.

2. Dalam beberapa budaya di dunia, selama Gerhana Matahari Cincin berlangsung, masyarakat akan berkumpul dalam jumlah besar dan membuat keramaian menggunakan berbagai peralatan. Hal ini adalah upaya untuk menakut-nakuti setan yang menyebabkan Gerhana.

3. Dalam legenda Yunani kuno, gerhana Matahari disebut sebagai penyebab kemarahan dewa. Peristiwa langit ini diyakini sebagai awal dari bencana dan kehancuran.

4. Mitos lainnya yang masih ada hingga saat ini adalah perempuan yang hamil diminta untuk tetap berada di dalam rumah selama gerhana Matahari terjadi. Para ibu itu diminta untuk memakai semacam logam untuk menutupi perut mereka sebagai upaya keamanan.

5. Perempuan hamil juga diminta untuk tidak makan makanan yang dimasak dari sebelum Gerhana Matahari terjadi.

Ilustrasi perempuan hamil (Shutterstock).
Ilustrasi perempuan hamil (Shutterstock).

6. Di Transylvania, penduduk setempat percaya bahwa Gerhana Matahari dapat menyebabkan wabah.

7. Penduduk Amerika percaya bahwa kegelapan dari gerhana Matahari disebabkan karena seekor naga menelan Matahari dan Bulan saat terjadi Gerhana.

baca juga

8. Cerita rakyat Korea menyebutkan bahwa Gerhana Matahari terjadi karena anjing-anjing mistis berusaha mencuri Matahari.

Setiap masyarakat di seluruh dunia memiliki mitosnya masing-masing yang berasal dari kebudayaan dan kepercayaan setempat. Sejak dulu, Matahari selalu dianggap menjadi sumber cahaya dan energi bagi orang-orang zaman kuno sehingga peristiwa Gerhana Matahari tampak seperti ancaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perdana Gerhana Matahari Cincin Melintasi Aceh, Catat Daerah dan Waktunya

Perdana Gerhana Matahari Cincin Melintasi Aceh, Catat Daerah dan Waktunya

Tekno | Kamis, 26 Desember 2019 | 07:34 WIB

Kurun 150 Tahun, Pertama Kali Gerhana Matahari Cincin Melintasi Aceh

Kurun 150 Tahun, Pertama Kali Gerhana Matahari Cincin Melintasi Aceh

Tekno | Kamis, 26 Desember 2019 | 07:19 WIB

Besok, BMKG Pantau Gerhana Matahari Cincin di Gedung Tsunami Aceh

Besok, BMKG Pantau Gerhana Matahari Cincin di Gedung Tsunami Aceh

News | Rabu, 25 Desember 2019 | 18:21 WIB

Tips Mengambil Foto Gerhana Matahari Cincin dengan Smartphone

Tips Mengambil Foto Gerhana Matahari Cincin dengan Smartphone

Tekno | Rabu, 25 Desember 2019 | 19:00 WIB

5 Langkah Mudah Membuat Kacamata Gerhana Matahari Sendiri

5 Langkah Mudah Membuat Kacamata Gerhana Matahari Sendiri

Tekno | Rabu, 25 Desember 2019 | 12:35 WIB

Mengapa Gerhana Matahari Bergerak dari Barat ke Timur?

Mengapa Gerhana Matahari Bergerak dari Barat ke Timur?

Tekno | Selasa, 24 Desember 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Banten | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:44 WIB

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:42 WIB

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:37 WIB

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:31 WIB

×