Dianggap Punah, Macan Kumbang Sri Langka Kembali Ditemukan

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 02 Februari 2020 | 06:25 WIB
Dianggap Punah, Macan Kumbang Sri Langka Kembali Ditemukan
Ilustrasi macan kumbang. [Shutterstock]

Suara.com - Beberapa tahun lalu, seekor macan kumbang ditemukan di Sri Lanka namun mati dalam perangkap. Hewan tersebut dianggap sebagai yang terakhir dari jenisnya.

Baru-baru ini, Department of Wildlife Conservation (DWC) Sri Lanka mengonfirmasi bahwa peneliti mereka menemukan macan kumbang hitam langka Sri Lanka kembali. Hal ini terbukti dari rekaman kamera tersembunyi.

Para peneliti dari DWC menyiapkan sejumlah kamera yang bertujuan merekam penampakan hewan langka di hutan sekitar lereng Gunung Puncak Adam. Tak disangka, tim peneliti justru berhasil merekam keberadaan macan kumbang hitam asli Sri Lanka yang sebelumnya telah dianggap punah.

Tak hanya satu ekor, namun peneliti menemukan empat ekor macan kumbang Sri Lanka sekaligus yang terdiri dari macan kumbang hitam betina, jantan, dan dua anaknya.

Macan kumbang atau black panther adalah varian warna melanistik dari semua spesies kucing besar. Spesies macan kumbang di Asia dan Afrika dikenal sebagai leopard atau macan tutul (Panthera pardus) sedangkan di wilayah Amerika dikenal sebagai jaguar (Panther onca).

Macan kumbang Sri Lanka (Panthera pardus kotiya) dikategorikan sebagai hewan langka karena spesies macan tutul sendiri (Panthera pardus) hanya tersisa 700 hingga 950 ekor di negara tersebut.

Penampakan macan kumbang langka. [YouTube/@Newsfirst Sri Lanka]
Penampakan macan kumbang langka. [YouTube/@Newsfirst Sri Lanka]

"Macan kumbang hitam Sri Lanka diyakini telah memperoleh karakteristik uniknya karena mutasi warna. Dari delapan spesies macan kumbang yang hidup di dunia, sub-spesies macan kumbang Sri Lanka luar biasa karena populasinya yang sangat terbatas," kata Hasini Sarachchandra, juru bicara DWC.

Berdasarkan penelitian, hanya ada sekitar 11 persen dari macan tutul yang mengalami perubahan warna melanistik. Bagian tubuh yang terkenal pada macan kumbang hitam adalah sifat mantel atau kulitnya yang mengalami proses adaptasi melanisme.

Dilansir dari IFL Science, melanisme merupakan mutasi genetik yang memberi hewan tingkat melanin pigmen yang sangat tinggi. Itu membuat bulu mereka berwarna hitam legam dengan bintik-bintik halus serta pola roset untuk menyamar di kegelapan.

baca juga

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Menyebar, Pasien Virus Corona Terdeteksi di Sri Lanka

Masih Menyebar, Pasien Virus Corona Terdeteksi di Sri Lanka

Health | Selasa, 28 Januari 2020 | 15:35 WIB

Pemecahan Rekor Orang Kembar Dunia Gagal karena Kebanyakan Orang Kembar

Pemecahan Rekor Orang Kembar Dunia Gagal karena Kebanyakan Orang Kembar

News | Selasa, 21 Januari 2020 | 11:08 WIB

Gotabaya Rajapaksa Resmi Dilantik Jadi Presiden Sri Lanka

Gotabaya Rajapaksa Resmi Dilantik Jadi Presiden Sri Lanka

News | Selasa, 19 November 2019 | 07:55 WIB

Ngamuk di Upacara Keagamaan, Gajah Lukai Belasan Orang

Ngamuk di Upacara Keagamaan, Gajah Lukai Belasan Orang

News | Selasa, 10 September 2019 | 19:57 WIB

Tersembunyi di Balik Kostum, Gajah Kurus Kering Dipaksa Ikut Festival

Tersembunyi di Balik Kostum, Gajah Kurus Kering Dipaksa Ikut Festival

Lifestyle | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 18:39 WIB

Diduga Berisi Organ Manusia, Sri Lanka Kembalikan 213 Peti Kemas Inggris

Diduga Berisi Organ Manusia, Sri Lanka Kembalikan 213 Peti Kemas Inggris

News | Jum'at, 26 Juli 2019 | 07:58 WIB

Terkini

Tamparan Rp100 Ribu: Ironi Anak Guru di Blitar dalam Pusaran Perundungan

Tamparan Rp100 Ribu: Ironi Anak Guru di Blitar dalam Pusaran Perundungan

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:23 WIB

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:05 WIB

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:27 WIB

×