Suara.com - Pemerintah China menggunakan pasukan drone untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke desa-desa dan kota-kota yang terkena Virus Corona.
Dikutip dari Daily Mail, Minggu (2/2/2020), pesawat nirawak ini tengah digunakan untuk 'melawan' Virus Corona di provinsi pesisir Jilin, Shandong, dan Zhejiang.
Dalam sebuah video yang beredar di internet, drone tersebut mengudara dengan ketinggian tertentu sembari menyemprotkan cairan disinfektan.
Disinfektan tersebut diharapkan bisa mencegah penyebaran virus pembunuh ini, kendati para peneliti belum dapat memastikan seberapa efektif kemampuan cairan itu.
Petugas perlindungan tanaman Qin Chunhong, dari desa Longfu, Sichuan, melakukan pembersihan atau disinfeksi desanya pada 30 Januari lalu dengan menggunakan drone-nya sendiri.
"Drone dapat mencakup area yang jauh lebih luas dan mencapai hasil pencegahan penyakit yang sangat baik," ujarnya.
![Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2). [ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/02/01/52339-simulasi-penanganan-virus-corona.jpg)
Tak hanya dari pemerintah, masyarakat di kota Heze, Shandong, dengan sukarela menawarkan drone pribadinya yang bisa digunakan untuk mensterilkan area seluas 16.000 meter persegi.
Terkait penggunaan drone, pesawar tanpa awak ini sudah terbukti menjadi metode yang jauh lebih cepat untuk menanggulangi Virus Corona daripada cara tradisional, baik dengan berjalan kaki atau menggunakan truk.
Sementara itu, drone patroli milik dinas pertanian dan polisi juga digunakan di Provinsi Sichuan barat daya China untuk melepaskan disinfektan di daerah yang tidak mudah diakses, seperti atap, kebun, serta gedung pencakar langit.